Comscore Tracker

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! 

Kalau perlu cari bantuan ahli 

Sesabar-sabarnya orang pasti juga bisa marah. Ini artinya, marah juga bagian dari sisi manusiawi kita. Gak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikendalikan. Pada hal-hal seperti apa kita layak marah dan sebaliknya, kapan kita gak perlu marah.

Bukan cuma penyebabnya yang harus diperhatikan melainkan juga ekspresi kemarahan kita serta dampaknya. Ayo perhatikan lagi kemarahan-kemarahan yang kamu rasakan selama ini. Apakah kemarahanmu masih terbilang wajar atau sudah berlebihan dan harus segera diatasi? Simak tujuh tanda kemarahan yang sudah gak wajar berikut ini:

1. Gak jelas penyebabnya 

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! Pexels.com/khoa-vo-2347168

Rasa marah itu begitu nyata dalam dirimu. Tetapi kamu gak menemukan sebab pastinya. Gak ada perlakuan orang lain yang bikin kesal. Gak ada janji temu yang tiba-tiba dibatalkan secara sepihak dan sebagainya. Namun kamu gak yakin akan bisa menjalani hari dengan baik karena harus berjuang mati-matian untuk mengendalikan rasa marahmu.

Jika begini kondisinya, tentu kamu gak bisa membiarkannya sering terjadi. Sementara kamu sendiri gak kunjung menemukan pangkal masalahnya. Kamu perlu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Barangkali ada masalah di masa lalu yang belum terselesaikan dengan baik dan terkubur di pikiran bawah sadarmu.

2. Penyebabnya sepele, gak sebanding dengan ledakan emosimu 

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! Pexels.com/olly

Kali ini penyebabnya jelas. Tetapi gak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan ledakan kemarahanmu yang luar biasa. Seolah-olah sesuatu telah amat menghancurkan harga dirimu. Mungkin kamu marah-marah sampai memukuli meja atau menendang barang-barang di tempat umum.

Padahal bisa jadi penyebabnya murni ketidaksengajaan seseorang dan ia sudah meminta maaf. Ketika mayoritas orang bisa bersikap santai dan memaklumi hal-hal seperti ini, kamu benar-benar gak bisa. Karena sifatmu ini, teman-temanmu jadi lebih suka menjaga jarak darimu. Mereka gak mau saat kalian pergi bersama, emosimu meledak di sembarang tempat dan mereka jadi malu.

3. Marahnya soal apa atau pada siapa, orang lain yang menjadi pelampiasanmu 

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! Pexels.com/kaiquestr

Kamu selalu memilih jalan memutar. Bisa dibilang, kamu pengecut. Bukannya langsung mengatasi yang menjadi persoalan, kamu selalu menjadikan orang lain yang gak tahu apa-apa sebagai pelampiasan kemarahanmu. Jelas, ini hanya akan membuat masalahmu bertambah banyak.

Kadang-kadang orang memilih menghindarimu. Namun bukan gak mungkin suatu saat kamu akan kena batunya. Seseorang gak lagi tahan menjadi targetmu dan melakukan perlawanan yang keras. PR-mu ialah belajar lebih to the point dalam hidup.

Kalau kamu ada masalah dengan si A, ya selesaikan dengan si A. Kalau kamu ada persoalan dalam pekerjaan, ya fokus cari solusinya. Ini penting agar hubunganmu dengan banyak orang tetap harmonis. Sebab gak ada orang yang suka dijadikan pelampiasan kemarahan siapa pun, bahkan jika kamu bos mereka.

Baca Juga: 5 Tips Mengontrol Emosi dan Kemarahan Agar Tidak Melukai Hati Orang

4. Setiap merasa marah, kamu menyakiti diri sendiri maupun orang lain 

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! Pexels.com/katlovessteve

Ini bahaya banget sih. Walaupun gak selalu mengancam nyawa, mungkin ‘hanya’ menggores-gores bagian tubuh, tetapi lama-kelamaan bisa sampai ke sana. Terutama saat permasalahanmu terasa sangat berat dan kemarahanmu makin gak terkendali.

Baik marah pada diri sendiri, seseorang, semua orang di sekitarmu bahkan yang gak kamu kenal, maupun pada hidup. Jangan sampai kamu melakukan bunuh diri atau justru menghilangkan nyawa orang lain. Jika kamu mengalami ini, gak bisa ditunda lagi, kamu harus menghubungi psikolog atau psikiater. Jangan takut atau malu, ini demi kebaikan semua orang terutama dirimu sendiri.

5. Kemarahanmu bertahan terlalu lama 

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! Pexels.com/andrew

Ukuran terlalu lamanya kemarahanmu bertahan bisa dilihat dari penyebabnya yang sepele. Bisa juga sudah dilakukan upaya perdamaian seperti orang yang bersalah padamu meminta maaf dan bertanggung jawab penuh atas perbuatannya. Jika orang-orang berada di posisimu, mereka sudah melanjutkan hidup bahkan melupakannya.

Namun kamu masih saja merasa ada masalah bahkan masalahnya makin besar dari waktu ke waktu. Selain membuat pikiranmu selalu terasa penuh dan perasaanmu gak tenang, tanpa sadar kamu malah menciptakan masalah-masalah baru. Bukan masalah awalnya yang rumit melainkan kamu.

6. Muncul keinginan membalas dendam secara brutal pada orang yang membuatmu marah 

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! Pexels.com/amirmohammad-taheri-2678283

Ini juga berbahaya banget. Sedikit saja kemarahanmu tersulut oleh tindakan orang lain, pikiranmu langsung terbang begitu jauh ke hal-hal buruk sebagai pembalasan dendam. Jangan pernah menganggap enteng hal ini ya? Kamu gak tahu sampai kapan semua bayangan itu sanggup bertahan dalam pikiran.

Jangan sampai tiba-tiba kamu merasa kehilangan kendali dan benar-benar melakukan tindakan-tindakan brutal yang ada dalam pikiranmu. Ceritakan hal ini pada orang terdekatmu seperti keluarga dan mintalah dukungan mereka agar kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat dari pihak yang kompeten.

7. Tenggelam dalam penyesalan setelah ledakan kemarahanmu atau justru sama sekali gak ada penyesalan 

Waspadai 7 Tanda Kemarahanmu Sudah Gak Wajar, Kendalikan Yuk! Pexels.com/@eleanor-jane-1399518

Kalau kamu merasakan penyesalan hebat setelah ledakan kemarahan, berarti kamu sadar ada yang gak tepat dalam caramu mengekspresikan kemarahan. Misalnya seperti dalam poin 2, penyebabnya terlalu sepele tetapi kamu telanjur mendamprat semua orang atau melakukan tindakan-tindakan berlebihan lainnya.

Penyesalan yang hebat bisa membuatmu terpuruk bahkan gak yakin bisa menjalani hari dengan normal lagi. Tetapi gak punya rasa penyesalan sama sekali padahal ledakan kemarahanmu luar biasa bahkan mungkin kamu telah menyakiti orang lain seperti dalam poin 4, juga tanda bahaya. Ada indikasi empatimu sangat rendah dan ini harus segera ditangani.

Ternyata kemarahan gak semuanya bisa dianggap wajar bukan? Bila kamu atau orang terdekatmu mengalaminya, belajarlah untuk lebih mengendalikan diri. Namun jika tetap sulit, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Baca Juga: 9 Tipe Kemarahan yang Perlu Kamu Tahu, Serupa tapi Tak Sama

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya