Comscore Tracker

5 Mental Bertanding biar Menang Gak Sombong, Kalah Gak Menyerah

Berlaku dalam semua kompetisi

Pertandingan bukan hanya tentang kekuatan fisik, kecerdasan pikir, dan beragam taktik. Kamu juga perlu menyiapkan mentalmu untuk dapat mengikuti pertandingan dari awal sampai akhir dengan baik.

Pelatih yang berpengalaman akan berkali-kali mengingatkanmu tentang lima hal ini. Sebab kesiapan mentalmu bakal menentukan jalannya pertandingan. Bahkan menjelaskan siapa dirimu di dalam dan di luar arena.

1. Siap mengikuti pertandingan secara sportif

5 Mental Bertanding biar Menang Gak Sombong, Kalah Gak Menyerahilustrasi pertandingan (pexels.com/Markie Mad)

Setiap pertandingan diawasi dengan sangat jeli baik oleh wasit, juri, maupun penonton. Jangan mempermalukan diri sendiri dengan berbuat curang seakan-akan kamu mustahil menang bila tidak melakukannya. Itu sama saja dengan merendahkan kemampuan diri.

Sebelum mengincar kemenangan, pastikan kamu telah memiliki jiwa sportivitas yang tinggi. Daripada jadi juara karena kelicikan, lebih baik kalah secara terhormat. Meski tentu saja, targetkan untuk menang berkat kemampuanmu yang tinggi.

2. Siap menang maupun kalah

5 Mental Bertanding biar Menang Gak Sombong, Kalah Gak Menyerahilustrasi kemenangan (pexels.com/Karolina Grabowska)

Siap menang berarti gelar juara tidak boleh membuatmu lupa diri. Kalau satu kali kemenangan saja sudah bikin kamu jemawa, itu malah akan menjadi kemenangan terakhirmu. Setelahnya dirimu pasti enggan berlatih karena merasa sudah paling hebat.

Sebaliknya, mental siap kalah juga tetap perlu dipersiapkan sekalipun semangatmu adalah menjuarai laga. Tujuannya, supaya kamu tidak terlampau kaget dan terpuruk ketika lawan tampil lebih baik darimu. Jika kamu gagal di satu pertandingan, masih ada kompetisi lain yang bisa dicoba.

Baca Juga: 5 Manfaat Menerapkan Gaya Hidup Minimalis untuk Kesehatan Mental

3. Siap dihujat penggemar saat gagal

5 Mental Bertanding biar Menang Gak Sombong, Kalah Gak Menyerahilustrasi pertandingan (pexels.com/cottonbro studio)

Pendukung yang dewasa seharusnya tidak bersikap begitu. Mereka harus paham bahwa selalu ada menang dan kalah dalam perlombaan. Sayangnya, di antara sekian banyak penggemarmu, pasti ada juga yang doyan mencela kala kamu gagal.

Jangan memusingkan hujatannya, ya! Kamu lebih tahu usaha terbaik yang telah dikerahkan ketika menghadapi lawan. Jika lawanmu memang tangguh, dirimu tidak mungkin menolak mengakuinya.

4. Siap jika pertandingan berlangsung alot

5 Mental Bertanding biar Menang Gak Sombong, Kalah Gak Menyerahilustrasi pertandingan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bertanding memerlukan energi besar. Sebagian langsung digunakan di sesi-sesi awal pertandingan. Sebagian lagi disimpan kalau-kalau laga tak berjalan semudah bayangan.

Kemampuanmu dengan lawan nyaris seimbang. Ini membuat kompetisi berlangsung lama. Bukan cuma energi fisik yang harus cukup. Namun juga energi psikis agar kamu tak menjadi yang pertama menyerah padahal sebetulnya masih mampu melawan.

5. Siap menghadapi provokasi dari lawan dan suporternya

5 Mental Bertanding biar Menang Gak Sombong, Kalah Gak Menyerahilustrasi pertandingan (pexels.com/Pixabay)

Kamu bermain dengan sangat sportif. Namun lawanmu serta suporternya belum tentu. Mereka mungkin mencoba mengganggu konsentrasi dan emosimu dengan segala cara. Apakah kamu akan terpancing?

Tahan diri! Ingat bahwa pecahnya fokus dan naiknya emosimu memang menjadi maksud mereka. Kamu harus tetap tenang. Bila sudah sangat mengganggu, ajukan protes pada wasit pertandingan agar lawan kena teguran atau sanksi.

Penguasaan akan mental bertanding membuka peluang kamu menjadi juara sejati. Yaitu seseorang yang tidak selalu menang dalam pertandingan, tetapi jumlah kekalahannya tetap lebih sedikit dibandingkan gelar juara yang pernah diraih. Dan tentunya, tetap rendah hati. Siapkah kamu menjadi sang pemenang? 

Baca Juga: 5 Tips Menguatkan Mental saat Hampir Putus Asa

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya