Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 MBTI yang Punya Cara Ampuh Menghadapi Overthinking
ilustrasi orang overthinking (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Overthinking dapat membantu persiapan, tetapi menjadi negatif ketika memicu kepanikan dan sulit tidur.
  • ISTP, ESTP, dan ESFP menghadapi overthinking dengan fokus pada kondisi saat ini, mencari solusi, segera bertindak, serta tidak membuang waktu untuk stres berlebihan.
  • ISFP memilih menikmati hidup secara fleksibel, sedangkan INTP membedakan asumsi negatif dari fakta dan tidak membesar-besarkan pikiran yang tidak logis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orang pasti pernah mengalami overthinking atau terlalu banyak memikirkan sesuatu. Pada dasarnya, overthinking bisa membawa dampak positif. Sebagai contoh, overthinking saat diminta untuk presentasi. Alhasil, kamu fokus mempersiapkan presentasi tersebut sematang mungkin.

Lain halnya jika overthinking itu justru menenggelamkanmu dalam kepanikan, apalagi sampai susah tidur. Overthinking semacam ini berdampak negatif pada diri sendiri. Nah, ada lima tipe MBTI yang punya cara ampuh untuk menghadapi overthinking, lho.

1. ISTP

ilustrasi tipe ISTP (pexels.com/Mikhail Nilov)

ISTP adalah tipe yang sangat rasional dan fokus pada kenyataan saat ini (present moment). Mereka berusaha untuk tidak memikirkan hal-hal yang belum terjadi maupun yang sudah terjadi. ISTP fokus pada hal yang terjadi pada detik itu juga.

Jika ada masalah, ISTP langsung mencari solusi yang diperlukan, alih-alih merisaukannya. Bagi mereka, tidak ada gunanya jika hanya memikirkan atau mengkhawatirkan suatu hal tanpa mencari solusi untuk menyelesaikannya.

2. ISFP

ilustrasi tipe ISFP (pexels.com/Antonius Ferret)

Selanjutnya, ada ISFP yang dikenal suka mencoba banyak hal dalam hidup. Mereka ini punya tipe yang sangat menikmati hidup apa adanya. Hidup yang dijalani ISFP sangat mengalir dan fleksibel.

Mereka menganggap bahwa hidup adalah "It is what it is" atau segala yang terjadi memang sudah ada suratan takdirnya. Oleh karena itu, lebih baik untuk menikmati apa pun yang terjadi dalam hidup ini daripada memikirkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi.

3. ESFP

ilustrasi tipe ESFP (pexels.com/Mikhail Nilov)

ESFP punya kepribadian yang ceria dan suka menghibur orang lain. Makanya banyak orang yang ikut bahagia jika bersama dengannya. Sifat inilah yang menjadikan ESFP pribadi yang anti-overthinking.

Mereka tidak suka membuang waktu untuk stres atau memikirkan masalah secara berlebihan. ESFP memahami bahwa masalah akan selalu datang dan pergi. Tugas manusia hanya untuk menjalaninya tanpa perlu terjerumus ke dalam lubang overthinking yang justru akan merugikan diri sendiri.

4. ESTP

ilustrasi tipe ESTP (pexels.com/Alena Darmel)

ESTP dikenal karena keberaniannya dan kecenderungannya untuk cepat mengambil tindakan. Mereka tidak suka berpikir berlebihan dan ujung-ujungnya hanya membebani otak mereka.

ESTP justru membiasakan diri untuk cepat bertindak ketimbang terjebak dalam analisis yang rumit di dalam kepala. Bagi mereka, overthinking ini datang jika mereka tidak melakukan apa-apa. Oleh karena itu, mereka memilih untuk melakukan sesuatu, alih-alih hanya memikirkannya terus-menerus.

5. INTP

ilustrasi orang overthinking (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Terakhir, ada INTP yang punya jiwa analisis yang kuat. Mereka tidak menggunakan kemampuan analisis mereka untuk overthinking. Apalagi untuk memikirkan hal-hal negatif yang tidak logis, seperti kecemasan emosional.

Ketika di pikirannya muncul asumsi negatif tentang suatu hal atau tentang orang lain, INTP meyakini bahwa itu bukanlah fakta. Hal itu hanyalah opini yang dibuat sendiri oleh pikirannya. Bagi INTP, sesuatu yang bukan fakta tidak perlu berlebihan untuk dipikirkan.

Kelima cara yang diterapkan oleh tipe-tipe MBTI di atas bisa kamu coba untuk menghadapi overthinking. Walau banyak yang beranggapan bahwa pikiran negatif itu muncul sendiri tanpa diminta, sebenarnya kamu juga punya kendali untuk mengontrol pikiranmu itu, lho. Yuk, dibiasakan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article