"Membandingkan diri kita secara tidak akurat dapat menyebabkan penilaian yang salah tentang kemampuan kita," kata Kendra Cherry, MS, spesialis rehabilitasi psikososial dan pendidik psikologi dikutip dari Very Well Mind.
Media Sosial Bikin Kita Merasa Tertinggal, padahal Semua Orang Lagi Bingung

Di era media sosial, hidup orang lain terkadang terlihat jauh lebih sempurna dibanding hidup kita sendiri. Ada yang upload pencapaian karier, foto liburan, hubungan yang terlihat bahagia, sampai pencapaian finansial di usia muda. Sementara itu, banyak orang diam-diam melihat layar sambil bertanya dalam hati: “Kenapa hidupku begini-gini saja ya?”
Masalahnya, media sosial jarang memperlihatkan kebingungan di balik layar. Orang lebih sering membagikan hasil akhir dibanding proses jatuh bangunnya. Padahal, hampir semua orang juga sama-sama sedang bingung menghadapi berbagai aspek hidupnya.
1. Media sosial membuat kita terus membandingkan diri

Salah satu efek terbesar media sosial adalah membuat orang terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Kita melihat teman sudah menikah, ada yang punya pekerjaan mapan, ada yang bisnisnya berkembang, sementara diri sendiri masih merasa belum sampai mana-mana. Media sosial membuat kita melihat versi terbaik kehidupan orang lain, sehingga otak mudah merasa hidup sendiri kurang berhasil.
Hal ini dijelaskan dalam penelitian di jurnal berjudul "Navigating the relationship between social media use and mental health in the digital age" dalam National Library of Medicine, studi ini meneliti dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental di kalangan dewasa muda melalui lensa teori perbandingan sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa arah perbandingan, frekuensi perbandingan sosial, sifat konten media, dan relevansi perbandingan secara signifikan memengaruhi hasil kesehatan mental.
2. Orang yang terlihat 'paling berhasil' pun sering lagi bingung

Media sosial sering membuat kita percaya bahwa semua orang sudah tahu arah hidupnya. Pada kenyataannya, banyak orang yang terlihat sukses mungkin juga sedang bingung, capek, atau merasa kosong di balik layar. Padahal penilaian diri ini juga bisa menurunkan nilaimu sendiri.
Kita mungkin punya kecenderungan salah menilai kebahagiaan orang lain. Banyak orang hanya membagikan bagian hidup yang terlihat menyenangkan karena media sosial memang didesain untuk itu.
3. FOMO membuat kita takut ketinggalan semua hal

Media sosial juga memunculkan fenomena FOMO (fear of missing out), yaitu rasa takut tertinggal dari orang lain. Saat melihat teman jalan-jalan, menikah, membeli rumah, atau pindah kerja, banyak orang merasa harus segera mengejar sesuatu agar tidak dianggap gagal.
Perasaan ini membuat banyak orang sulit menikmati hidupnya sendiri. Bahkan ketika sedang beristirahat, otak tetap merasa tertinggal karena melihat orang lain terlihat lebih produktif atau lebih sukses. Padahal, setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing.
“Kita memiliki akses ke segala hal 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan kebanyakan orang menggunakan berbagai platform. Karena itu, orang merasa seperti mereka ketinggalan atau mereka tidak melakukan cukup banyak untuk mencapai potensi penuh mereka,” kata psikolog kesehatan klinis Amy Sullivan, PsyD, dalam Cleveland Clinic.
4. Kita jarang melihat proses, hanya melihat hasil akhir

Salah satu alasan media sosial terasa menekan adalah karena kita lebih sering melihat hasil akhir dibanding perjuangan di belakangnya. Kita melihat seseorang sukses membangun bisnis, tetapi tidak melihat tahun-tahun gagal yang mereka alami sebelumnya.
Media sosial juga membuat pencapaian terlihat instan. Padahal di dunia nyata, hampir semua orang menjalani proses panjang, penuh kebingungan, dan sering kali tidak tahu apakah keputusan mereka benar atau tidak. Hanya saja, bagian itu jarang muncul di timeline.
5. Ketahuilah semua orang sedang bertahan dengan caranya sendiri

Di balik unggahan yang terlihat sempurna, banyak orang sebenarnya sedang berjuang dengan masalah masing-masing. Ada yang terlihat bahagia tetapi sedang burnout, ada yang terlihat sukses tetapi merasa kesepian, dan ada yang tampak produktif tetapi diam-diam cemas soal masa depan.
Hal ini membuat kita perlu lebih hati-hati saat menilai hidup orang lain dari internet. Apa yang terlihat di layar belum tentu menggambarkan kenyataan sepenuhnya. Banyak orang terlihat tenang di media sosial, padahal sebenarnya juga sedang bingung menghadapi hidup mereka sendiri.
Media sosial memang bisa memberi inspirasi, hiburan, dan koneksi dengan banyak orang. Namun di saat yang sama, media sosial juga bisa membuat kita merasa tertinggal jika terus-menerus membandingkan hidup sendiri dengan potongan terbaik kehidupan orang lain. Padahal kenyataannya, hampir semua orang sedang berusaha memahami hidupnya masing-masing.
![[QUIZ] Dari Lagu Upin & Ipin Pilihan, Kami Tahu Kamu Jago Berhitung atau Menghafal](https://image.idntimes.com/post/20251113/img_20251113_075916_b46460b1-96a6-47a4-b147-6151d03d5757.jpg)


















![[QUIZ] Apakah Kamu Tipe yang Suka Menjalin Hubungan Baru Hanya untuk Pelampiasan?](https://image.idntimes.com/post/20251028/1000058356_e4afb307-7483-42a1-8792-ff1022474f61.jpg)