Jakarta, IDN Times - Pada hari Rabu malam (7/10/2026), lampu Gedung Kesenian Jakarta perlahan meredup ketika satu per satu model mulai berjalan di atas runway dan melewati deretan kursi penonton. Motif batik flora dan fauna muncul dalam berbagai warna dan bentuk, dari hijau pekat hingga merah, biru, sampai dengan cokelat. Alunan musik dari band Efek Rumah Kaca seakan menambah kesan magis pada suasana malam itu. Batik tidak hanya hadir sebagai motif yang dikenakan saja. Batik membawa cerita tentang sesuatu yang pernah ada, tersimpan dalam ingatan, kemudian muncul kembali dengan bentuk yang berbeda.
Inilah yang coba diterjemahkan IWAN TIRTA melalui SMERTI - Iwan Tirta Runway Collection 2027. Koleksinya hadir untuk berbicara tentang memori, alam, dan apa yang dibawa manusia menuju masa depan. Sebanyak 50 rancangan pria dan wanita diperlihatkan melalui perpaduan motif batik, siluet kontemporer, dan styling. Dari permainan motif hingga musik yang mengisi ruangan, ada beberapa hal yang membuat SMERTI terasa seperti sebuah perjalanan.
