Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Melukis di Atas Kain dengan Gutta Tamarind Bersama Linggar Bersaudara

Melukis di Atas Kain dengan Gutta Tamarind Bersama Linggar Bersaudara
Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026) IDN Times/Fadila N. Aziziyah)
  • Linggar Bersaudara menggelar pameran “Satu Akar, Tiga Bahasa” di Bentara Budaya Jakarta, disertai workshop melukis kain yang dipandu Agnes dan Richard Linggar.
  • Workshop mengenalkan gutta tamarind, pasta dari biji asam jawa sebagai perintang warna pengganti malam dalam batik dingin, untuk mendorong penggunaan bahan alami.
  • Peserta membuat bingkai dan pola, mengaplikasikan serta mengeringkan gutta tamarind, mewarnai dengan teknik wet on wet, lalu mengeringkan dan membersihkan perintang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dunia seni kembali menghadirkan beragam karya dan pengalaman menarik bagi masyarakat. Kali ini, Linggar Bersaudara yang terdiri dari Josephine Linggar, Agnes Linggar, dan Richard Linggar, bersama kurator Frans Sartono dan Efix Mulyadi, menggelar pameran yang menampilkan karya dari para seniman tersebut.

Pameran ini terasa semakin menarik karena menghadirkan rangkaian kegiatan melukis bersama audiens dari berbagai latar belakang. Bertajuk “Satu Akar, Tiga Bahasa”, pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni lukis, tetapi juga workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026). Workshop tersebut dipandu oleh Agnes Linggar dan Richard Linggar, serta didampingi oleh K22I.

Workshop ini mengajak masyarakat untuk menciptakan karya seni menggunakan tangan sendiri dengan memanfaatkan gutta tamarind sebagai bahan perintang warna. Gutta tamarind sendiri merupakan bahan perintang warna alami berbentuk pasta yang digunakan sebagai pengganti lilin panas (malam) dalam teknik batik dingin. Bahan utama dalam gutta tamarind adalah biji asam jawa yang dihaluskan. Penggunaan bahan tersebut sekaligus memperkenalkan konsep berkarya yang lebih berkelanjutan dan memanfaatkan bahan berbasis alami. Penasaran bagaimana proses melukis di atas kain menggunakan gutta tamarind? Berikut tahapannya!

  1. 1. Alat yang perlu disiapkan

    ilustrasi asam jawa
    ilustrasi asam jawa (pexels.com/Noah Ksb)

    Sebelum memulai proses melukis, hal utama yang perlu dipersiapkan adalah alat dan bahan yang akan menunjang pembuatan karya. Berikut alat yang perlu disiapkan:

    • Siapkan kain khusus, seperti kain mori primisima yang akan digunakan sebagai media untuk melukis.
    • Siapkan pensil tulis biasa dan kuas untuk membuat pola serta membantu proses pewarnaan.
    • Siapkan gutta tamarind sebagai bahan perintang untuk membatasi setiap bidang pada kain. Gutta tamarind dapat dibeli melalui toko perlengkapan melukis atau online shop.
    • Siapkan cat tekstil untuk mewarnai bidang-bidang pada kain sesuai pola yang telah dibuat.
    • Siapkan hair dryer untuk membantu mempercepat proses pengeringan gutta tamarind dan hasil lukisan setelah dicuci.
    • Siapkan alas untuk menopang kain selama proses melukis. Alas dapat menggunakan papan kayu yang dapat menjaga kain tetap stabil.

  2. 2. Membuat border line

    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026)
    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026) IDN Times/Fadila N. Aziziyah)

    Langkah pertama dalam melukis di atas kain adalah membuat border line atau garis pembatas. Garis ini berfungsi sebagai batas area lukisan agar pola yang dibuat tetap rapi dan tidak keluar dari bidang kain yang digunakan.

    “Buatlah bingkai pembatas di sepanjang sisi yang membentuk persegi, menyesuaikan dengan bentuk kain. Ini diterapkan agar pola gambar tidak berantakan dan tetap berada di area yang sesuai,” ucap Ariesa Pandanwangi, Guru Besar Ilmu Seni, Desain, dan Media Universitas Kristen Maranatha sebagai pendamping workshop.

  3. 3. Mulai membuat pola gambar

    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026).
    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026) IDN Times/Fadila N. Aziziyah)

    Setelah border line selesai dibuat, tahap berikutnya adalah menggambar pola di dalam area tersebut. Setiap peserta bebas menentukan bentuk gambar sesuai dengan ide dan ekspresi yang ingin dituangkan ke dalam kain.

    Dalam workshop ini, pola yang dibuat audiens cukup beragam, mulai dari motif floral hingga gambar figuratif. Peserta dapat mengeksplorasi berbagai bentuk sesuai kreativitas masing-masing untuk menciptakan komposisi yang menarik pada kain.

  4. 4. Mengaplikasikan gutta tamarind

    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026).
    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026) IDN Times/Fadila N. Aziziyah)

    Setelah pola selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan gutta tamarind mengikuti setiap garis pada gambar. Bahan perintang ini berfungsi untuk membentuk batas antarbagiannya sehingga warna yang diaplikasikan nantinya tidak mudah merembes ke area lain.

    Pengaplikasian gutta tamarind perlu dilakukan dengan teliti dan memastikan setiap garis tertutup dengan baik. Jika terdapat celah pada bagian yang seharusnya tertutup, warna dapat merembes ke area di luar pola yang diinginkan.

    “Mengaplikasikan gutta tamarind pada pola gambar harus dilakukan dengan teliti dan tidak boleh ada celah sedikit pun. Celah kecil pada bahan perintang akan menyebabkan warna bocor ke area yang tidak diinginkan,” jelas Ayoeningsih Dyah Woelandhary, Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Paramadina, yang juga menjadi pendamping workshop.

  5. 5. Mengeringkan gutta tamarind

    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026)
    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026) IDN Times/Fadila N. Aziziyah)

    Setelah seluruh pola dilapisi gutta tamarind, pasta perintang perlu dikeringkan terlebih dahulu. Tahap ini penting untuk memastikan bahan perintang sudah cukup kering dan dapat membentuk batas yang kuat sebelum kain diberi warna.

    Jika gutta tamarind masih basah atau belum membentuk lapisan yang sempurna, warna berisiko melewati batas pola. Karena itu, pastikan bahan perintang benar-benar kering sebelum kamu melanjutkan ke tahap pewarnaan.

  6. 6. Mewarnai pola gambar pada kain

    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026)
    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026) IDN Times/Fadila N. Aziziyah)

    Setelah gutta tamarind mengering, kain siap diberi warna. Pewarnaan dilakukan secara perlahan dan lembut agar warna dapat menyebar secara merata tanpa merusak pola yang telah dibuat.

    Teknik yang digunakan dalam workshop ini adalah wet on wet, yaitu teknik dengan membasahi permukaan kain terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan warna. Teknik tersebut memungkinkan warna menyebar dan bercampur secara lebih halus sehingga menghasilkan efek blending tanpa batas warna yang terlalu kaku.

  7. 7. Mengeringkan dan membersihkan gutta tamarind

    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026)
    Workshop melukis di atas kain yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/8/2026) IDN Times/Fadila N. Aziziyah)

    Setelah seluruh kain selesai diberi warna, tahap selanjutnya adalah mengeringkan kain. Proses ini dilakukan agar warna dapat meresap dan menetap dengan baik pada serat kain sebelum bahan perintang dibersihkan.

    Setelah kain dan warna benar-benar kering, gutta tamarind dapat dibersihkan dari permukaan kain. Tahap ini menjadi sentuhan akhir yang memperlihatkan pola dan bidang warna secara lebih jelas, sekaligus memberikan hasil akhir yang lebih rapi pada lukisan.

    Itu dia tahapan melukis di atas kain menggunakan gutta tamarind. Selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, workshop ini memberikan pengalaman baru bagi masyarakat untuk mengenal proses pembuatan karya seni secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, Linggar Bersaudara juga menunjukkan bahwa seni dapat menjadi ruang untuk mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengenalkan cara berkarya yang lebih memperhatikan aspek keberlanjutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More