Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jenis Kain yang Sebaiknya Dihindari saat Cuaca Terik, Bikin Gerah!

3 min read
5 Jenis Kain yang Sebaiknya Dihindari saat Cuaca Terik, Bikin Gerah!
Ilustrasi perempuan di bawah terik matahari (pexels.com/cottonbro studio)
  • Polyester dan nylon berstruktur rapat dapat memerangkap panas serta kelembapan, terutama pada pakaian ketat atau aktivitas luar ruangan; perhatikan sirkulasi udara dan ventilasinya.
  • Rayon yang tenunannya terlalu rapat bisa terasa berat setelah menyerap keringat, meski awalnya lembut dan ringan; ketebalan serta kepadatan kain perlu dicek.
  • Akrilik rajut tebal dan denim bergramasi tinggi kurang ideal saat terik karena menahan panas serta minim aliran udara; pilih bahan lebih tipis dan potongan longgar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cuaca terik bikin kita lebih selektif memilih pakaian. Bukan cuma soal warna atau model, jenis kain ternyata ikut menentukan apakah tubuh terasa adem atau malah cepat berkeringat.

Beberapa bahan terlihat ringan dan nyaman saat disentuh, tetapi bisa terasa panas setelah dipakai beraktivitas. Nah, sebelum asal pilih baju untuk keluar rumah, kenali dulu lima jenis kain yang bisa bikin tubuh makin gerah berikut ini!

  1. 1. Polyester rapat yang sulit melepas panas

    Kain polyester
    Ilustrasi kain polyester (pexels.com/Pixabay)

    Polyester memang ringan dan sering digunakan pada pakaian sehari-hari, tetapi kain dengan tenunan yang rapat cenderung kurang nyaman saat cuaca sangat panas. Keringat bisa terasa lebih menempel karena panas dan kelembapan di sekitar kulit gak cepat terlepas.

    Efeknya makin terasa ketika pakaian memiliki potongan ketat atau digunakan untuk aktivitas di luar ruangan. Kalau tetap ingin memakai polyester, pilih bahan yang lebih tipis dan memiliki konstruksi kain yang memungkinkan udara bergerak.

  2. 2. Nylon dengan permukaan licin

    Kain nylon
    Ilustrasi kain nylon (pexels.com/3D Render)

    Nylon memiliki karakter ringan, kuat, dan cepat kering, tetapi bukan berarti selalu terasa sejuk. Pada kain nylon yang rapat dan minim sirkulasi udara, panas tubuh dapat terasa lebih terperangkap ketika digunakan di bawah matahari.

    Permukaannya yang licin juga bisa terasa kurang nyaman ketika bercampur dengan keringat. Untuk cuaca terik, perhatikan apakah pakaian nylon tersebut memiliki ventilasi atau konstruksi yang memungkinkan udara masuk, bukan hanya melihat bahannya yang terlihat tipis.

  3. 3. Rayon dengan tenunan yang terlalu rapat

    Kain rayon
    Ilustrasi kain rayon (pexels.com/Anderson Alves)

    Rayon sering dianggap nyaman untuk cuaca panas karena teksturnya lembut dan terasa ringan. Namun, jenis rayon dengan tenunan rapat tetap bisa terasa kurang nyaman ketika kelembapan tinggi karena kain dapat menjadi lebih berat setelah menyerap keringat.

    Hal ini sering luput ketika memilih pakaian karena rayon terasa adem saat pertama disentuh. Jadi jangan hanya mengandalkan nama bahan, perhatikan juga ketebalan dan kepadatan kain sebelum memakainya untuk aktivitas panjang di luar ruangan.

  4. 4. Akrilik yang terasa hangat di kulit

    Kain akrilik
    Ilustrasi kain akrilik (pexels.com/Engin Akyurt)

    Akrilik lebih sering dikenal sebagai bahan untuk pakaian yang membutuhkan efek hangat karena karakter seratnya menyerupai wol. Karena itu, kain ini kurang ideal ketika dipakai untuk menghadapi suhu yang tinggi, terutama jika pakaian memiliki rajutan cukup tebal.

    Masalahnya bukan sekadar tubuh berkeringat, tetapi panas dapat terasa lebih lama berada di sekitar kulit. Kalau menemukan pakaian berbahan akrilik dengan tekstur rajut yang cukup padat, sebaiknya simpan untuk kondisi yang lebih sejuk daripada memaksakannya saat siang terik.

  5. 5. Denim tebal yang minim aliran udara

    Kain denim
    Ilustrasi kain denim (pexels.com/Viktorya Sergeeva)

    Denim sering dipakai sebagai pilihan kasual, tetapi denim dengan gramasi tinggi bisa terasa berat ketika cuaca sedang terik. Struktur kainnya yang kokoh membuat udara gak mengalir sebebas pada bahan yang lebih ringan dan berpori.

    Celana denim juga berada dekat dengan area tubuh yang mudah berkeringat, sehingga rasa panas bisa semakin terasa ketika digunakan berjalan jauh. Kalau tetap ingin memakai denim, pilih bahan yang lebih tipis dengan potongan longgar agar ruang gerak dan sirkulasi udara lebih baik.

    Memilih pakaian saat cuaca terik ternyata gak cukup hanya dengan mencari bahan yang terasa lembut atau tipis. Kepadatan tenunan, ketebalan, dan kemampuan kain mengelola panas serta kelembapan juga menentukan kenyamanan.

    Jadi sebelum mengambil baju dari lemari, coba cek label bahannya sekaligus rasakan struktur kainnya. Pilihan yang tepat bisa membuat aktivitas di bawah matahari terasa jauh lebih nyaman tanpa harus mengorbankan gaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More