Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Alasan untuk Memberi Kepastian Bisa Menolong Orang atau Tidak
ilustrasi percakapan (pexels.com/Henri Mathieu-Saint-Laurent)
  • Menghindari people-pleasing bukan berarti mengabaikan permintaan bantuan; berikan jawaban tegas apakah bisa menolong, termasuk saat kemampuanmu belum pasti.
  • Kepastian yang cepat menghargai waktu dan perasaan peminta bantuan, karena menunggu tanpa kejelasan dapat mengganggu fokus, menambah harapan, dan memicu kekecewaan.
  • Sikap mengambang bisa dianggap tidak peduli atau mempermainkan orang, berisiko merusak hubungan; bedakan kebutuhan bantuan yang nyata dengan permintaan yang berlebihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Istilah people pleaser sekarang sangat sering dibahas. Sikap yang selalu berusaha menyenangkan orang lain dan memenuhi setiap harapan mereka memang tidak baik. Kalau kamu menjadi people pleaser, hak atas kebahagiaan dalam hidupmu bisa terenggut dan hilang sepenuhnya.

Namun, saat kamu ingin menghentikan atau mencegah jebakan kebiasaan people-pleasing, pastikan kamu punya ketegasan. Misalnya, ketika kamu menghadapi permintaan tolong dari seseorang. Jangan lantas diam saja dan mengabaikannya.

Bukan seperti itu sikap yang berkebalikan dengan people-pleasing. Kamu wajib bisa kasih jawaban mau membantunya atau tidak. Sikap yang tak jelas akan terbaca sebagai ketidakpedulian. Itu melukai perasaan orang lain jauh lebih dalam ketimbang penolakanmu yang tegas. Yuk, belajar lebih mengerti perasaan seseorang yang sedang membutuhkan pertolonganmu dengan memberi kepastian bisa menolong orang atau tidak!

1. Orang lain sangat menunggu jawaban darimu

ilustrasi percakapan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Jawabanmu dinantikan oleh orang yang lagi butuh pertolongan. Bila dia gak terdesak oleh suatu kebutuhan, tentu ia tak perlu repot-repot meminta bantuanmu. Tidak etis bagimu membuat siapa pun menunggumu tanpa kejelasan.

Jangan malah kamu berpikir bahwa diammu dalam waktu lama akan membuat orang lain mengira dirimu lupa. Lalu mereka memaklumi sikapmu yang tak merespons. Orang lain gak selugu itu dalam membaca tindakanmu.

Lebih cepat kamu bisa kasih kepastian apakah mampu membantunya atau tidak, makin baik. Kalau dirimu belum terlalu yakin bisa menolongnya, mending katakan bahwa kamu akan mencoba. Namun, sebaiknya dia tidak terlalu mengandalkanmu serta mengantisipasi kalau-kalau dirimu ternyata tak bisa.

2. Setiap waktu yang terbuang sangat berharga baginya

ilustrasi percakapan (pexels.com/Libasse El Arbi Ndoye)

Kamu pasti menganggap setiap detik dalam hidupmu sangat berharga. Demikian pula perasaan orang lain tentang waktunya. Boleh jadi dirimu merasa waktumu agak terganggu oleh permintaan tolong seseorang.

Walaupun ia menyampaikan maksudnya dalam waktu singkat dan kamu lagi santai. Akan tetapi, bukan lantas itu pantas menjadi pembenaran buatmu untuk sengaja membuang-buang waktunya. Selama orang menunggu jawabanmu, dia tidak bisa tenang.

Pikirannya pasti melompat ke sana kemari. Ia mencoba menanti jawabanmu sambil bekerja atau melakukan hal penting lainnya, tetapi sangat sulit untuk fokus. Bahkan tidurnya sampai terganggu. Padahal, waktu yang terbuang sia-sia tak bisa kembali. Jika kamu dapat menghargai waktu orang lain, itu artinya dirimu juga menghormati keseluruhan pribadinya.

3. Bilang ya atau tidak gak butuh 1 menit

ilustrasi percakapan (pexels.com/William Fortunato)

Kamu cuma perlu memberikan jawaban ya atau tidak atas permintaan tolong orang lain. Dirimu tak diminta membaca teks pidato 10 halaman, apalagi buku tebal. Jawaban ya atau gak bisa dilontarkan dalam hitungan detik.

Kamu bahkan tidak diwajibkan oleh peminta bantuan untuk memberikan alasan. Ini sangat mudah. Hindari sikap seakan-akan dirimu sengaja mempersulit keperluan orang lain.

Ketidakjelasan sikap akan membuat orang lain kesal. Kamu sendiri diam-diam juga pasti terus memikirkannya. Kasih kepastian pada orang lain sekalipun tak sesuai dengan keinginannya daripada sikapmu mengambang.

4. Biar kamu tidak terbiasa mempermainkan orang

ilustrasi percakapan (pexels.com/William Fortunato)

Dirimu mungkin menolak keras disebut sedang sengaja mempermainkan orang. Kamu cuma belum kasih kepastian atas permintaan tolong seseorang. Itu sama saja.

Segala hal yang seharusnya dapat dilakukan dengan segera, tapi terus ditunda sama dengan dirimu yang gak menghargai perasaan orang lain. Terlebih, bantuan yang dinantikan sangat penting baginya. Ini membuatnya menaruh harapan yang besar sekali padamu.

Bila seseorang telah menunggu lama dan bantuanmu tak pernah tetwujud, sakit hatinya luar biasa. Ia merawat harapannya dari hari ke hari sampai kelelahan sendiri. Sementara itu, dirimu malah menjadi makin suka memakai cara ini setiap ada permintaan tolong dari siapa pun.

5. Bayangkan seandainya permintaan tolongmu yang digantung

ilustrasi percakapan (pexels.com/Mizuno K)

Tidak mungkin sampai saat ini kamu gak pernah membutuhkan bantuan orang lain. Permintaan tolongmu juga tak selalu dikabulkan orang. Namun, pasti kamu pun sakit hati kalau orang mengulur waktu semaunya sendiri hanya untuk memberikan jawaban apakah bisa membantumu atau tidak.

Kesan seseorang yang tidak ikhlas hendak menolongmu sangat kuat. Kamu akan sedih sekaligus tersinggung pada saat yang sama. Bila dirimu tak suka diperlakukan orang dengan cara tersebut, jangan berbuat hal serupa kepada siapa pun.

6. Sikap tidak peduli bisa merusak hubungan untuk selamanya

ilustrasi percakapan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Terakhir, memberi kepastian bisa menolong orang atau tidak amatlah penting agar hubunganmu dengan sekitar tidak rusak. Hubungan yang baik dengan orang lain harus dijaga dengan berbagai usaha. Kalau kamu bisa kasih pertolongan kepada orang yang sedang membutuhkan, tentu bagus sekali. Itulah fungsinya: kalian membangun relasi yang sehat. Agar satu sama lain punya kebutuhan, dapat saling membantu.

Kalian memang tidak perlu memaksakan diri untuk menolong kalau sudah di luar kemampuan. Namun, minimal dirimu dapat dengan tegas dan cepat memberi kepastian. Sebab sikapmu yang tak jelas akan diterima orang lain sebagai meremehkan.

Baik kamu dianggap menyepelekan persoalannya maupun pribadinya. Dirimu bersikap tak jelas cuma sekali saja sudah membuat orang gak nyaman serta malas berhadapan denganmu. Apalagi kalau hal yang sama terulang.

Tidak menjadi people pleaser bukan berarti kamu berubah menjadi sangat cuek terhadap permintaan tolong orang lain. Bedakan antara orang yang benar-benar membutuhkan bantuanmu dan yang sekadar manja dan ingin terus merepotkanmu. Jika dirimu gagal memisahkan keduanya, sikapmu bisa dinilai oleh orang sebagai sangat tidak berperasaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article