Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Memilih Outfit Berdasarkan Feng Shui, Bisa Bikin Kita Lebih Pede?
ilustrasi berpakaian (pexels.com/Liza Summer)
  • Memilih outfit berdasarkan feng shui dapat menjadi ritual persiapan yang membantu membangun rasa percaya diri sebelum wawancara, presentasi, atau aktivitas penting.
  • Warna dan makna simbolis pakaian dapat menjadi sugesti positif serta pengingat personal untuk bersikap lebih berani saat menghadapi situasi baru.
  • Pilihan outfit memberi rasa kendali di tengah ketidakpastian, tetapi kepercayaan diri juga dibentuk oleh persiapan, pengalaman, kenyamanan, dan keyakinan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pagi itu, kamu sudah berdiri di depan lemari selama hampir lima belas menit. Ada kemeja putih yang biasa dipakai untuk bekerja, blus warna kuning yang membuat penampilan terlihat lebih mencolok, sampai atasan berwarna hijau yang sudah lama tidak kamu kenakan. Hari ini ada presentasi penting yang membuatmu sedikit gugup.

Kamu ingin tampil meyakinkan, tetapi setiap pakaian yang dicoba justru terasa kurang pas. Sampai akhirnya, kamu teringat sebuah tips yang sempat lewat di media sosial tadi malam tentang rekomendasi outfit berdasarkan feng shui. Katanya, warna pakaian bisa melambangkan energi tertentu yang ingin kamu hadirkan dalam kehidupan.

Merah untuk keberanian, biru untuk ketenangan, hingga hijau untuk pertumbuhan. Kedengarannya menarik, apalagi kalau pilihan pakaian bisa menjadi ritual kecil untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi hari yang menantang. “Benarkah memilih outfit berdasarkan feng shui ini bisa membuat aku lebih percaya diri?”, gumammu sembari mengambil atasan dengan warna rekomendasi feng shui hari itu.

1. Mencari rasa percaya diri lewat ritual sebelum beraktivitas

ilustrasi berpakaian (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Sebelum berangkat untuk wawancara kerja, kamu memeriksa CV berkali-kali, menghafalkan jawaban, kemudian mencoba beberapa pakaian untuk menemukan yang paling cocok dipakai wawancara pagi itu. Lalu, kamu mulai mempertimbangkan rekomendasi feng shui yang kamu lihat tadi malam untuk menentukan outfit. Ritual mempersiapkan outfit ini terasa sedikit membantu untuk membangun kepercayaan dirimu sebelum menghadapi situasi penting itu.

Dalam artikel Psychology Today, Wendy L. Patrick, J.D., Ph.D., seorang penulis dan jaksa penuntut umum, menjelaskan bahwa ketika kita sengaja berpakaian untuk meraih keberhasilan, kepercayaan diri dapat tumbuh melalui cara orang lain memperlakukan kita maupun cara kita memandang diri sendiri. 

Kamu berangkat menuju wawancara itu dengan pilihan atasan berwarna maroon yang disebutkan bisa memancarkan rasa kepercayaan diri. Kamu merasa sudah mempersiapkan diri sehingga langkah menuju ruang wawancara terasa sedikit lebih ringan. Meski begitu, kamu paham bahwa perasaan percaya diri itu datang bukan hanya karena bantuan dari rekomendasi outfit berdasarkan fengshui saja. Namun ada persiapan, pengalaman, dan kenyamanan dalam berpakaian yang juga berperan membangun kepercayaan diri kamu di hari itu.

2. Mengandalkan simbolisme pakaian untuk membangun sugesti positif

ilustrasi berpakaian rapi (unsplash.com/Laura Chouette)

Besok adalah hari pertama kamu bekerja dan malam sebelumnya kamu sudah menyiapkan outfit yang akan dikenakan. Bukan cuma untuk terlihat rapi, kamu juga memilih pakaian dengan warna tertentu yang punya makna tersendiri untuk mengingatkanmu supaya lebih berani menghadapi hal baru.

Dalam Psychology Today, Rebekka Grun von Jolk, Ph.D., Seorang ahli yang mendalami hubungan asmara, data, dan ekonomi, menjelaskan bahwa pakaian yang memiliki makna simbolis dapat memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Kepercayaan terhadap makna tertentu pada pakaian ini bisa menjadi sugesti positif sebelum menghadapi momen penting.

Kamu melihat outfit ini bukan serta merta sebagai pembawa keberuntungan saja. Makna yang kamu ketahui dari pilihan warna bajumu ini menjadi pengingat personal untuk melangkah lebih yakin.

3. Mencari rasa kendali melalui pilihan outfit

ilustrasi memilih outfit yang cocok (Pexels.com/Liza Summer)

Hari itu ada jadwal presentasi yang harus kamu lakukan. Kamu sudah mempelajari segala materi dan berlatih menjawab pertanyaan yang mungkin muncul. Namun, rasa gugup tetap ada karena kamu tidak tahu bagaimana presentasimu akan berjalan. Di tengah ketidakpastian itu, menyiapkan outfit dengan pilihan yang sudah direkomendasikan menjadi salah satu hal yang bisa kamu kendalikan.

Menurut Carolyn Mair, Ph.D., seorang psikolog perilaku, “Ketika kita menciptakan struktur dalam keseharian, kita memperoleh rasa kendali atas setidaknya beberapa bagian kehidupan kita,” dikutip dari ELLE Canada. 

Kamu memang gak bisa mengatur bagaimana presentasi akan berjalan atau bagaimana orang lain akan meresponsmu. Namun, kamu merasa sudah memilih pakaian yang terasa tepat sehingga memberimu satu hal kecil yang bisa dikendalikan sebelum hari dimulai. Kamu pun beranjak dari depan cermin, membawa sedikit keyakinan bahwa setidaknya ada satu hal yang sudah kamu persiapkan dengan baik. 

Pagi itu kamu akhirnya memilih pakaian, merapikan kerah, lalu bergegas mengambil tas. Segala jadwal yang menunggu di hari itu mungkin masih membuatmu gugup, tetapi kamu tidak lagi menghabiskan waktu terlalu lama di depan cermin. Hari itu, feng shui menjadi inspirasimu saat memilih outfit, tetapi rasa percaya diri hadir karena keyakinan dari dirimu sendiri. Terkadang, langkah pertama untuk merasa lebih yakin dimulai ketika kamu berhenti meragukan dirimu sendiri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article