Apa kamu pernah berdebat sama pasangan atau teman karena mereka melakukan kesalahan, tapi ujung-ujungnya malah kamu yang minta maaf? Kamu sudah menyiapkan bukti dan ngomong baik-baik, tapi dia malah memutarbalikkan fakta sampai kamu merasa bersalah. Hati-hati, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan taktik manipulasi yang sering disebut dengan DARVO (Deny, Attack, and Reverse Victim and Offender).
Kalau kondisi toksik ini terus kamu biarkan, pelan-pelan rasa percaya dirimu bakal hancur tak bersisa. Kamu akan selalu merasa menjadi pihak yang paling bersalah dalam setiap konflik yang muncul. Biar mentalmu tetap aman dan gak terus-terusan jadi korban, kamu perlu bongkar tuntas taktik manipulasi ini sampai ke akar-akarnya!
