Punya rak buku yang penuh bagi sebagian orang memang membanggakan. Apalagi kalau koleksinya terdiri dari buku filsafat, psikologi, sejarah, atau karya sastra yang dianggap berbobot. Melihat deretan buku di kamar bisa membuat kamu merasa sedang membangun diri menjadi pribadi yang lebih berwawasan.
Namun, apakah semua buku itu benar-benar membuatmu lebih pintar atau sekadar memberikan perasaan bahwa kamu lebih pintar? Tanpa disadari, kamu bisa terjebak dalam ilusi intelektual, yaitu merasa memiliki kemampuan atau pemahaman lebih tinggi daripada kenyataannya. Lantas, bagaimana cara membedakan kecintaan terhadap pengetahuan dengan keinginan untuk terlihat pintar?
