Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Folk Horror dengan Kisah Kelam yang Bikin Merinding

4 min read
5 Novel Folk Horror dengan Kisah Kelam yang Bikin Merinding
film adaptasi novel Rawhead Rex (dok. Alpine Pictures/Rawhead Rex)
  • Folk horror membangun teror melalui cerita rakyat, ritual kuno, kepercayaan lokal, alam, dan komunitas terpencil yang menyimpan rahasia kelam.
  • Cunning Folk, Devil’s Day, dan The Creeper menampilkan pendatang atau peneliti yang menghadapi tetangga mencurigakan, tradisi keluarga menekan, serta ancaman supranatural di desa terpencil.
  • Slewfoot dan Rawhead Rex mengangkat konflik prasangka, perebutan tanah, serta kebangkitan makhluk kuno yang meneror masyarakat pedesaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Horor tidak selalu harus menghadirkan rumah berhantu, pembunuh berantai, atau makhluk supranatural yang muncul secara tiba-tiba. Ada pula folk horror yang memanfaatkan cerita rakyat, ritual kuno, kepercayaan lokal, dan kehidupan masyarakat terpencil untuk membangun suasana mencekam. Dalam cerita seperti ini, desa yang terlihat tenang atau tradisi yang diwariskan turun-temurun justru bisa menyimpan rahasia mengerikan.

Salah satu hal yang membuat folk horror terasa berbeda adalah bahwa ancamannya sering kali berasal dari hubungan manusia dengan alam, kepercayaan, dan komunitas tempat mereka tinggal. Suasananya bisa terasa sunyi dan lambat, tetapi ketegangan perlahan meningkat hingga berubah menjadi teror yang sulit dilupakan. Kalau kamu suka cerita tentang ritual menyeramkan serta sisi gelap manusia, lima novel folk horror dengan kisah kelam berikut ini bisa masuk ke wishlist berikutnya.

  1. 1. Cunning Folk — Adam Nevill

    Cunning Folk.
    Cunning Folk (adamlgnevill.com)

    Tom dan Fiona memutuskan untuk pindah bersama keluarga mereka ke sebuah rumah pertanian di pedesaan. Mereka berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih sederhana, jauh dari hiruk-pikuk kota dan berbagai masalah yang menyertainya. Namun, ketenangan yang mereka bayangkan justru terusik oleh tetangga yang mencurigakan dan tampaknya tidak menyukai kehadiran orang luar.

    Perselisihan kecil yang awalnya terasa sepele perlahan berubah menjadi konflik berbahaya, bahkan sampai melibatkan kematian hewan peliharaan dan percobaan pembunuhan. Adam Nevill memadukan teror okultisme dengan konflik rumah tangga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketegangan tidak hanya muncul dari perilaku para tetangga yang menyeramkan, tetapi juga dari hubungan Tom dan Fiona yang semakin memburuk ketika keadaan di luar kendali.

  2. 2. Devil’s Day — Andrew Michael Hurley

    Devil's Day.
    Devil's Day (waterstones.com)

    Dalam Devil’s Day, John membawa istrinya, Kat, pulang ke sebuah daerah terpencil di Lancashire, Inggris, untuk menghadapi kehidupan dan tradisi keluarganya. Salah satu tradisi yang mereka temui adalah Devil’s Day, perayaan yang berkaitan dengan legenda tentang kehadiran iblis yang konon pernah membawa kelaparan ke daerah tersebut.

    Bagi Kat, tradisi itu mungkin hanya kebiasaan lokal yang aneh, tetapi bagi masyarakat setempat, perayaan tersebut memiliki arti yang jauh lebih dalam. Setelah kakek John meninggal, ia pun menghadapi tekanan untuk tetap tinggal dan meneruskan warisan keluarganya. Andrew Michael Hurley dikenal lewat pendekatan horor yang perlahan, sehingga rasa takut dalam novel ini tidak selalu muncul melalui kejadian mengejutkan.

  3. 3. The Creeper — A. M. Shine

    The Creeper.
    The Creeper (bloomsbury.com)

    The Creeper menghadirkan kisah tentang sebuah desa terpencil bernama Tír Mallacht di tengah hutan Irlandia. Desa tersebut konon telah terputus dari dunia luar selama ratusan tahun, sehingga keberadaannya menarik perhatian seorang akademisi yang kemudian meminta dua mahasiswa menyelidikinya. Namun, semakin jauh mereka masuk ke wilayah tersebut, semakin jelas bahwa desa itu menyimpan sesuatu yang tidak beres.

    Penduduknya memiliki sikap mencurigakan, sementara ancaman paling mengerikan datang dari makhluk supranatural yang dikenal sebagai the Creeper. Makhluk tersebut memiliki kebiasaan yang sederhana tetapi mengganggu: ia berdiri di luar rumah pada malam hari dan menunggu seseorang melihatnya. Konon, siapa pun yang melihatnya sebanyak tiga kali akan menghadapi nasib mengerikan.

  4. 4. Slewfoot — Brom

    Slewfoot.
    Slewfoot (macmillan.com)

    Berlatar di kawasan koloni Puritan di Amerika pada abad ke-17, Slewfoot mengikuti Abitha, seorang perempuan Inggris yang menikah dan memulai kehidupan baru di tempat yang jauh dari kampung halamannya. Namun, setelah suaminya meninggal secara misterius, hidup Abitha menjadi sulit karena ia harus menghadapi saudara iparnya yang ingin menguasai tanah keluarga.

    Di tengah tekanan masyarakat yang penuh prasangka, Abitha menemukan sosok tak biasa di hutan, makhluk misterius bernama Slewfoot yang dianggap sebagai perwujudan iblis oleh penduduk setempat. Hubungan Abitha dengan makhluk tersebut berkembang menjadi bagian penting dari perjuangannya untuk bertahan hidup. Keunikan novel karya Brom ini terletak pada caranya membalik anggapan tentang siapa yang sebenarnya menjadi monster.

  5. 5. Rawhead Rex — Clive Barker

    Rawhead Rex.
    Rawhead Rex (goodreads.com)

    Berbeda dari horor perkotaan yang lebih sering dikaitkan dengan Clive Barker, Rawhead Rex membawa pembaca ke pedesaan Kent, Inggris. Ceritanya bermula ketika seorang petani tanpa sengaja membebaskan makhluk kuno yang selama ini terkubur dan terasing dari dunia manusia. Makhluk tersebut merupakan sosok dewa pagan yang dahulu kehilangan pengikut ketika agama Kristen mulai menggantikan kepercayaan lamanya.

    Setelah kembali ke dunia modern, Rawhead Rex menyadari bahwa manusia yang tinggal di sana tidak lagi memiliki kekuatan atau keyakinan seperti yang pernah ia kenal. Ia pun memulai teror berdarah yang menghancurkan kehidupan masyarakat setempat. Novel ini menyajikan horor yang jauh lebih eksplisit dibandingkan dengan cerita folk horror yang mengandalkan suasana sunyi dan misteri.

    Novel folk horror dengan kisah kelam menawarkan pengalaman membaca yang berbeda karena ketakutannya tidak hanya bersumber dari makhluk menyeramkan, tetapi juga dari tradisi, kepercayaan, dan komunitas yang menyimpan rahasia kelam. Dari kelima rekomendasi novel folk horror tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk dibaca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More