Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Horor dengan Nuansa Dongeng yang Gelap dan Mengerikan

4 min read
5 Novel Horor dengan Nuansa Dongeng yang Gelap dan Mengerikan
We Kept Her In the Cellar (penguinrandomhouse.com) | When the Wolf Comes Home (waterstones.com)
  • Lima novel horor mengolah dongeng dan folklore klasik menjadi kisah gelap berisi trauma, monster, kutukan, serta rahasia mengerikan.
  • It Came From Neverland, When the Wolf Comes Home, dan We Kept Her in the Cellar menghadirkan reinterpretasi Peter Pan, elemen dongeng modern, serta Cinderella.
  • Sour Cherry dan The Butcher of the Forest menampilkan teror bergaya Bluebeard dan Hansel-Gretel, dengan arwah, hutan terlarang, monster, serta aturan supernatural.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dongeng masa kecil biasanya identik dengan kerajaan, peri, keajaiban, dan akhir cerita yang bahagia. Namun, jika melihat versi-versi lamanya, banyak dongeng sebenarnya memiliki sisi yang cukup menyeramkan. Tidak heran jika kisah seperti Peter Pan, Cinderella, atau Bluebeard sering diolah kembali menjadi cerita horor yang jauh lebih gelap.

Beberapa penulis bahkan menggunakan elemen dongeng sebagai fondasi untuk membangun kisah penuh monster, kutukan, dan rahasia mengerikan. Hasilnya bukan sekadar retelling biasa, melainkan cerita baru yang membuat kisah yang sudah familier terasa asing dan menakutkan. Jika menyukai novel horor dengan sentuhan folklore dan fairytale, lima buku berikut bisa masuk daftar bacaan.

  1. 1. It Came From Neverland — Cynthia Pelayo

    It Came From Neverland.
    It Came From Neverland (penguinrandomhouse.com)

    Ceritanya berlatar Perang Dunia I dan mengikuti Wendy Darling yang bekerja sebagai guru sekaligus membantu para tentara yang baru pulang dari medan perang. Kehidupannya mulai terguncang ketika seorang tentara mengingatkannya pada Peter Pan, sosok gelap yang diyakini Wendy bertanggung jawab atas kematian anak-anak di London bertahun-tahun sebelumnya.

    Ketika anak-anak mulai menghilang lagi, Wendy terpaksa menghadapi kembali kenangan yang selama ini berusaha ia kubur. Kisah ini menarik karena cara Cynthia Pelayo mengubah karakter Peter Pan menjadi sumber ketakutan. Sosok yang dalam cerita klasik dikenal sebagai anak laki-laki yang tidak pernah tumbuh justru hadir sebagai entitas mengerikan yang berkaitan dengan trauma dan hilangnya anak-anak.

  2. 2. When the Wolf Comes Home — Nat Cassidy

    When the Wolf Comes Home.
    When the Wolf Comes Home (waterstones.com)

    Jess adalah seorang aktris yang sedang kesulitan mendapatkan pekerjaan ketika ia menemukan seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang melarikan diri. Keputusan untuk menolong anak tersebut kemudian membawa Jess ke dalam perjalanan panjang yang penuh bahaya. Mereka harus melarikan diri dari ayah sang anak yang kejam, tetapi ancaman yang dihadapi ternyata tidak hanya berasal dari manusia.

    Perjalanan tersebut perlahan berubah menjadi pengalaman brutal yang membuat Jess harus menghadapi ketakutan yang jauh lebih besar. Nat Cassidy memanfaatkan berbagai elemen dongeng klasik, tapi semuanya dikemas dalam latar modern serta atmosfer horor yang intens. Semakin jauh Jess dan anak tersebut berjalan, semakin terasa bahwa mereka sedang memasuki dunia yang aturan dan bahayanya berbeda dari kehidupan normal.

  3. 3. We Kept Her in the Cellar — W. R. Gorman

    We Kept Her In the Cellar.
    We Kept Her In the Cellar (penguinrandomhouse.com)

    Cinderella mendapatkan versi yang sangat berbeda dalam novel ini. Eunice, sang saudari tiri, memiliki tugas untuk merawat Cinderella sekaligus menyimpan rahasia keluarga mengenai kekuatan eldritch yang berbahaya di dalam diri saudarinya. Selama ini Eunice menjalankan perannya sambil berharap suatu hari bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya sendiri.

    Kesempatan tersebut muncul ketika ia merasa mungkin bisa mendapatkan akhir bahagia versinya sendiri. Masalahnya, Cinderella bukanlah sosok lemah yang hanya menunggu pangeran datang menyelamatkannya. Ketika berhasil melarikan diri dari ruang bawah tanah dan muncul di pesta dansa, ia justru membawa kekacauan serta kekuatan yang sulit dikendalikan.

  4. 4. Sour Cherry — Natalia Theodoridou

    Sour Cherry.
    Sour Cherry (goodreads.com)

    Sour Cherry menggunakan kembali salah satu dongeng paling gelap yang pernah dikenal, yaitu kisah Bluebeard. Agnes datang ke sebuah rumah bangsawan untuk merawat bayi laki-laki milik penguasa setempat setelah kehilangan bayinya sendiri. Namun, sejak awal ada sesuatu yang terasa tidak beres dengan anak tersebut.

    Ketika sang bayi tumbuh dewasa, ia mulai memiliki pola kehidupan yang mengerikan: menikahi perempuan, kemudian meninggalkan kematian di belakangnya. Alih-alih hanya menceritakan kisah dari sudut pandang korban berikutnya, novel ini memberi perhatian besar pada para perempuan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sang pria.

    Kehadiran arwah para perempuan tersebut menciptakan lapisan horor sekaligus menjadikan cerita ini seperti folklore yang diceritakan kembali dari perspektif berbeda. Agnes pun harus berhadapan dengan rahasia dan teror yang semakin lama semakin sulit diabaikan.

  5. 5. The Butcher of the Forest — Premee Mohamed

    The Butcher of the Forest.
    The Butcher of the Forest (premeemohamed.com)

    Veris Thorn adalah satu-satunya orang yang pernah masuk ke sebuah hutan terlarang yang penuh keajaiban dan berhasil keluar hidup-hidup. Karena pengalamannya tersebut, ia kemudian dipaksa kembali memasuki hutan untuk mencari anak-anak milik seorang penguasa tiran yang hilang. Tugas tersebut tidak mudah karena Veris hanya memiliki waktu terbatas untuk menemukan mereka dan kembali.

    Di dalam hutan, ia harus menghadapi jebakan mematikan, tipu daya, serta monster yang siap menerkam kapan saja. Novel ini terasa seperti versi jauh lebih menyeramkan dari Hansel and Gretel. Hutan yang biasanya menjadi tempat petualangan dalam dongeng berubah menjadi wilayah berbahaya yang dipenuhi aturan aneh dan ancaman supernatural.

    Dongeng ternyata bisa menjadi bahan yang sangat menarik untuk cerita horor, terutama ketika sisi gelap yang selama ini tersembunyi kembali diangkat ke permukaan. Dari kelima novel horor bernuansa dongeng tersebut, mana yang paling menarik untuk dibaca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More