Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Surealis yang Mengingatkan pada Karya Franz Kafka

4 min read
5 Novel Surealis yang Mengingatkan pada Karya Franz Kafka
The Master and Margarita (goodreads.com) | The Palace of Dreams (waterstones.com)
  • Lima novel surealis direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai atmosfer ganjil, aturan tak masuk akal, dan tokoh yang kehilangan kendali seperti dalam karya Franz Kafka.
  • The Vegetarian dan The Unconsoled menampilkan Yeong-hye serta Ryder yang menghadapi tekanan sosial dan rangkaian situasi membingungkan hingga batas realitas terasa kabur.
  • The Master and Margarita, Invitation to a Beheading, dan The Palace of Dreams menyoroti birokrasi, sensor, hukuman, serta pengawasan yang menjerat karakter dalam sistem absurd.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karya Franz Kafka dikenal lewat cerita yang terasa aneh dan sering kali membuat pembacanya seperti terjebak dalam mimpi buruk. Tokoh-tokohnya biasanya berhadapan dengan situasi yang sulit dipahami, aturan yang tidak masuk akal, atau sistem yang membuat mereka kehilangan kendali atas hidup mereka sendiri. Nuansa seperti ini kemudian banyak ditemukan dalam karya penulis lain, meski masing-masing membawa gaya dan tema yang berbeda.

Kalau menyukai novel dengan cerita surealis, atmosfer tidak nyaman, serta karakter yang harus berhadapan dengan dunia yang logikanya terasa kacau, ada beberapa judul yang menarik untuk dibaca. Kelima novel surealis yang mengingatkan pada karya Franz Kafka berikut ini layak untuk kamu jadikan rekomendasi bacaan selanjutnya.

  1. 1. The Vegetarian — Han Kang

    The Vegetarian.
    The Vegetarian (penguinrandomhouse.com)

    Keputusan Yeong-hye untuk berhenti makan daging sebenarnya terdengar sederhana. Namun, dalam The Vegetarian, Han Kang mengubah keputusan tersebut menjadi awal dari perubahan besar yang semakin lama semakin mengganggu. Setelah mengalami mimpi buruk yang mengerikan, Yeong-hye menolak makanan berbahan daging dan mulai menjauh dari kehidupan yang sebelumnya ia jalani.

    Sikapnya membuat keluarga dan orang-orang di sekitarnya merasa terganggu karena mereka tidak memahami alasan di balik perubahan tersebut. Salah satu hal yang membuat novel ini mengingatkan pada Kafka adalah bagaimana Yeong-hye perlahan kehilangan kendali atas kehidupannya sendiri. Keinginannya untuk menentukan tubuh dan pilihannya sendiri justru membuat orang-orang di sekitarnya berusaha mengontrolnya.

  2. 2. The Unconsoled — Kazuo Ishiguro

    The Unconsoled.
    The Unconsoled (publicbooks.org)

    Kazuo Ishiguro membawa pembaca mengikuti Ryder, pianis terkenal yang tiba di sebuah kota di Eropa Tengah untuk tampil dalam sebuah pertunjukan penting. Seharusnya kedatangannya hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi semuanya segera berubah menjadi rangkaian kejadian membingungkan. Ryder terus-menerus diminta melakukan berbagai hal yang terasa mendesak, meskipun ia sendiri tidak selalu tahu apa sebenarnya yang harus dilakukan.

    Anehnya lagi, orang-orang di sekitarnya bertingkah seolah mereka sudah mengenalnya dengan sangat baik. Batas antara waktu, tempat, dan kenyataan dalam novel ini juga terasa semakin kabur. Ryder bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa perjalanan yang masuk akal, sementara tugas-tugas kecil berubah menjadi persoalan besar yang menguras pikirannya.

  3. 3. The Master and Margarita — Mikhail Bulgakov

    The Master and Margarita.
    The Master and Margarita (goodreads.com)

    Bagaimana jika Iblis tiba-tiba muncul di Moskow pada era Uni Soviet? Premis tersebut menjadi awal dari kekacauan dalam The Master and Margarita. Novel ini mengikuti beberapa alur cerita yang saling terhubung, termasuk kedatangan Woland dan kelompoknya yang aneh ke ibu kota Soviet. Di saat yang sama, ada pula kisah seorang penulis yang dikenal sebagai sang Master dan mengalami tekanan akibat karya serta pandangannya.

    Novel ini memang jauh lebih penuh humor gelap, fantasi, dan satir dibandingkan dengan karya Kafka. Namun, gambaran tentang birokrasi, sensor, ketakutan, dan kekuasaan yang tidak masuk akal membuatnya terasa dekat dengan dunia Kafka. Para karakter harus berhadapan dengan institusi dan aturan yang bisa berubah sewaktu-waktu tanpa penjelasan yang masuk akal.

  4. 4. Invitation to a Beheading — Vladimir Nabokov

    Invitation to a Beheading.
    Invitation to a Beheading (penguinrandomhouse.com)

    Invitation to a Beheading mengikuti Cincinnatus C., seorang pria yang dipenjara dan dijatuhi hukuman mati. Masalahnya, alasan sebenarnya mengapa ia dianggap bersalah tidak pernah benar-benar terasa masuk akal. Ia disebut melakukan gnostical turpitude, sebuah tuduhan yang berkaitan dengan sifatnya yang terlalu introspektif dan berbeda dari masyarakat di sekitarnya.

    Selama menunggu eksekusi, Cincinnatus harus menghadapi lingkungan penjara yang dipenuhi orang-orang dengan perilaku aneh yang seperti mengikuti naskah yang hanya mereka pahami sendiri. Situasi tersebut membuat novel Nabokov memiliki kemiripan kuat dengan The Trial karya Kafka. Cincinnatus bukan hanya terkurung secara fisik, tetapi juga berada di tengah masyarakat yang tidak memahami cara berpikir dan keberadaannya.

  5. 5. The Palace of Dreams — Ismail Kadare

    The Palace of Dreams.
    The Palace of Dreams (waterstones.com)

    Ismail Kadare membayangkan sebuah kekaisaran yang menganggap mimpi sebagai sesuatu yang harus diawasi negara. Pemerintah memiliki sebuah institusi raksasa bernama Palace of Dreams yang bertugas mengumpulkan, mencatat, dan menafsirkan mimpi seluruh penduduk. Mark-Alem, seorang birokrat muda, perlahan naik dalam hierarki lembaga tersebut dan mulai memahami betapa mengerikannya sistem yang sedang ia jalani.

    Bahkan sesuatu yang paling pribadi dan tidak bisa dikendalikan manusia, yaitu mimpi, ternyata tidak luput dari pengawasan. Konsep tersebut membuat novel ini terasa seperti mimpi buruk birokrasi yang sangat khas Kafka. Mark-Alem berada di dalam sistem yang ia bantu jalankan, tetapi pada saat yang sama tidak pernah benar-benar memahami bagaimana aturan di dalamnya bekerja.

    Kelima novel surealis yang mengingatkan pada karya Franz Kafka menawarkan bentuk cerita yang berbeda, tetapi sama-sama menghadirkan karakter yang berhadapan dengan dunia yang sulit dipahami dan tidak selalu tunduk pada logika. Dari kelima novel tersebut, mana yang paling menarik untuk masuk ke reading list?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More