Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Novel Thriller Time Loop yang Bikin Terjebak dalam Waktu

6 Novel Thriller Time Loop yang Bikin Terjebak dalam Waktu
cuplikan film Edge of Tomorrow (dok. Warner Bros/Edge of Tomorrow)
  • Enam novel thriller mengangkat time loop sebagai perangkat misteri, membuat tokoh mengulang kejadian untuk mengungkap kejahatan, mengubah pilihan hidup, atau mencari jalan keluar.
  • All This & More, All You Need Is Kill, dan Midnight Strikes mengikuti tokoh yang memanfaatkan pengulangan untuk menelusuri pilihan hidup, menghadapi perang, serta mencegah ledakan mematikan.
  • Out of the Loop, The Man Who Died Seven Times, dan Who Killed One the Gun? menempatkan time loop dalam penyelidikan pembunuhan dengan petunjuk yang bertambah di setiap pengulangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cerita time loop selalu punya daya tarik tersendiri karena membuat karakter terjebak dalam kejadian yang sama berulang kali. Bayangkan harus menjalani hari yang sama berkali-kali, tetapi setiap pengulangan justru membuka petunjuk baru tentang sebuah kejahatan atau misteri. Situasi seperti ini membuat pembaca ikut menebak apa yang sebenarnya terjadi dan mencari tahu bagaimana sang tokoh bisa keluar dari lingkaran waktu tersebut.

Menariknya, novel thriller dengan konsep time loop tidak selalu menawarkan cerita yang sama. Beberapa menggunakan time loop untuk membahas pilihan hidup dan konsekuensi dari keputusan yang pernah dibuat. Kalau sedang mencari bacaan yang penuh teka-teki sekaligus memiliki konsep waktu yang unik, enam novel thriller time loop berikut bisa masuk wishlist.

  1. 1. All This & More — Peng Shepherd

    All This and More.
    All This and More (pengshepherd.com)

    Jika kebanyakan karakter berusaha mati-matian untuk keluar dari lingkaran waktu, Marsh justru memasuki sebuah program televisi yang memungkinkan dirinya kembali ke masa lalu dan mencoba berbagai pilihan hidup. Ia bisa melihat seperti apa kehidupannya jika mengambil keputusan yang berbeda. Dari memperbaiki pernikahan hingga memilih jalur karier lain, semua kemungkinan seolah tersedia di hadapannya.

    Namun, eksperimen tersebut perlahan menunjukkan sisi yang jauh lebih aneh. Ketika Marsh mulai mencoba berbagai versi kehidupannya, ia menemukan pola-pola tertentu yang terus muncul kembali. Hal itu membuatnya mempertanyakan apakah masa lalu benar-benar bisa diubah semudah yang dijanjikan acara tersebut.

  2. 2. All You Need Is Kill — Hiroshi Sakurazaka

    All You Need Is Kill.
    All You Need Is Kill (simonandschuster.com)

    Penggemar film Edge of Tomorrow mungkin sudah tidak asing dengan premis ini. Film yang dibintangi Tom Cruise dan Emily Blunt tersebut diadaptasi dari novel Jepang All You Need Is Kill. Ceritanya mengikuti Keiji Kiriya, seorang prajurit yang dikirim ke medan perang untuk menghadapi Mimics, makhluk asing yang mengancam kelangsungan hidup manusia.

    Dalam salah satu pertempuran, Keiji tewas seperti yang sudah diperkirakan, tetapi kemudian ia terbangun dan mendapati dirinya kembali ke hari sebelum pertempuran. Keiji pun dipaksa mengulangi hari yang sama berkali-kali. Alih-alih hanya menjadi kutukan, pengulangan tersebut perlahan menjadi kesempatan untuk mempelajari medan perang, mengenali musuh, dan meningkatkan kemampuannya.

  3. 3. Midnight Strikes — Zeba Shahnaz

    Midnight Strikes.
    Midnight Strikes (zebashahnaz.com)

    Anaïs awalnya hanya mengira pesta ulang tahun di istana akan menjadi acara yang membosankan. Namun, malam tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika sebuah ledakan dahsyat menewaskan dirinya bersama banyak orang lainnya. Yang lebih mengejutkan, Anaïs kemudian terbangun kembali pada pagi hari sebelum pesta berlangsung. Ia segera menyadari bahwa dirinya sedang diberi kesempatan untuk mengulang kejadian yang sama.

    Masalahnya, tidak ada seorang pun yang mau mempercayai peringatannya. Setiap kali Anaïs mencoba mencegah tragedi, ledakan itu tetap terjadi dan ia kembali ke titik awal. Dengan sentuhan fantasi kuat, Midnight Strikes tidak hanya menjadikan time loop sebagai teka-teki, tetapi juga sebagai perlombaan melawan waktu. Anaïs harus menemukan penyebab ledakan dan mencari cara menyelamatkan semua orang sebelum tengah malam kembali tiba.

  4. 4. Out of the Loop — Katie Siegel

    Out of the Loop.
    Out of the Loop (katiefliesaway.com)

    Amie Teller mungkin sudah berhasil melakukan sesuatu yang diimpikan banyak karakter time loop,  ia akhirnya berhasil keluar dari lingkaran waktu. Selama dua tahun, ia terjebak pada tanggal 17 September dan harus mengalami hari tersebut berulang kali. Setelah akhirnya bisa melanjutkan hidup, Amie seharusnya dapat menikmati kebebasan dan meninggalkan masa lalu.

    Namun, sebuah pembunuhan yang terjadi sehari sebelumnya justru membuatnya kembali berhadapan dengan tanggal yang selama ini menghantuinya. Karena pernah menjalani hari itu selama bertahun-tahun, Amie memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki orang lain. Ia tahu berbagai detail kecil tentang lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, sehingga ia merasa mungkin menjadi satu-satunya orang yang mampu memecahkan kasus tersebut.

  5. 5. The Man Who Died Seven Times — Yasuhiko Nishizawa

    The Man Who Died Seven Times.
    The Man Who Died Seven Times (penguinrandomhouse.com)

    Bagaimana jika seseorang tidak terus-menerus terjebak dalam time loop, tetapi hanya mengalaminya pada waktu-waktu tertentu? Itulah premis menarik yang ditawarkan oleh The Man Who Died Seven Times. Hisataro sudah terbiasa dengan fenomena aneh tersebut karena ia tahu bahwa hidupnya dapat kembali ke masa lalu dalam periode tertentu. Masalahnya, ia tidak bisa memilih kapan time loop itu akan terjadi.

    Keadaan berubah ketika sang kakek ditemukan tewas pada awal salah satu loop. Seluruh anggota keluarga kemudian berkumpul, tetapi hampir semuanya memiliki alasan untuk membencinya. Hisataro pun harus mencari tahu siapa yang sebenarnya memiliki motif untuk melakukan pembunuhan tersebut. Setiap pengulangan memberikan kesempatan baru untuk mengumpulkan petunjuk, tetapi juga membuat misterinya semakin rumit.

  6. 6. Who Killed One the Gun? — Gigi Little

    Who Killed One the Gun?.
    Who Killed One the Gun? (publishersweekly.com)

    Novel karya Gigi Little ini cocok untuk pembaca yang menyukai cerita detektif klasik dengan bumbu absurd. Tokoh utamanya, Detective One the Gun, sedang menyelidiki kematian Five the No Longer Alive sambil menjalani rutinitas sebagai detektif yang cukup khas cerita noir. Ia juga memiliki perasaan terhadap sekretarisnya, Two the True Blue, sehingga penyelidikan ini tidak hanya dipenuhi tersangka dan saksi.

    Namun, semakin jauh One menyelidiki kasus tersebut, semakin aneh pula hari yang sedang ia jalani. One akhirnya menyadari bahwa dirinya terjebak dalam sebuah time loop. Hari yang sama terus berulang dan pada akhirnya ia selalu berujung pada kematiannya sendiri. Ia harus memecahkan misteri pembunuhan Five sekaligus mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas kematiannya sebelum semuanya kembali ke awal.

    Novel time loop menarik karena konsep pengulangan waktu memungkinkan sebuah misteri dilihat dari begitu banyak sudut. Dari keenam novel thriller time loop ini, mana yang paling ingin kamu baca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More