Comscore Tracker

5 Hal Ini Sering Tak Kamu Sadari saat Jadi Pendengar Curhat  

Kamu sudah jadi pendengar yang baik, belum? 

Sebenarnya, bukan orang yang sedang memiliki masalah saja yang diberi kesempatan untuk tumbuh oleh Tuhan. Orang yang diberi kesempatan sebagai pendengar curhat pun diberi kesempatan yang sama. 

Ketika mendengar curhatan, kamu bisa belajar dari permasalahan orang lain dan belajar banyak pengalaman spiritual ataupun rasional. Namun, ada 5 hal yang sering tak disadari sebagai pendengar curhat. Semoga kamu bisa belajar dari kelima hal ini ya!

1. Semua orang butuh solusi, tapi tiap orang perlu sembuh dan tumbuh dengan cara masing-masing 

5 Hal Ini Sering Tak Kamu Sadari saat Jadi Pendengar Curhat  Pexels.com/Polina Zimmerman

Penting ketika mendengar curhat orang lain, kamu juga menanyakan apa yang dibutuhkan orang tersebut. Jangan terburu-buru memberikan solusi ketika tidak diminta karena hal tersebut bisa jadi toksik dan terkesan menggurui.

Bisa jadi temanmu sebenarnya sudah tahu harus apa, tapi hanya butuh pendengar curhat. Lagipula, kita semua harus ingat, meskipun seseorang butuh solusi sekalipun, setiap orang perlu sembuh dan tumbuh dengan caranya sendiri.

2. Menjadi pendengar curhat yang baik dan berempati itu harus, tapi merasa relate tak bisa dipaksakan 

5 Hal Ini Sering Tak Kamu Sadari saat Jadi Pendengar Curhat  Pexels.com/Matthias Zomer

Saat ini, memang banyak media pengetahuan psikologis/kesehatan mental yang memberi tips-tips atau kalimat-kalimat untuk diucapkan ketika orang lain dalam situasi yang buruk. Tetapi, tidak sepenuhnya tips dari mereka dapat diterapkan karena bagaimanapun kamu lebih mengenal watak temanmu yang sedang curhat dibanding media-media tersebut. 

Lebih baik sesuaikan kata penenang dengan watak temanmu dan jangan memaksakan menggunakan kalimat 'puk puk' manis, tapi terasa hambar. Dan tak apa jika kamu tidak relate karena barangkali tidak pernah mengalami situasi serupa dengan temanmu, itu wajar.

Yang lebih penting adalah berusaha berempati, memahami posisi temanmu dan berusaha menempatkan perspektif jika kamu ada di situasinya. Ketika mendengarkan curhatan, fokuskan segalanya pada temanmu, dengan begitu ia tidak merasa disederhanakan.

3. Mengatakan healthy negativity tetap perlu dengan cara yang senyaman mungkin

5 Hal Ini Sering Tak Kamu Sadari saat Jadi Pendengar Curhat  Pexels.com/Christina Morillo

Terkadang, pikiran yang realistis bisa membuat seseorang ingin bersikap sok rasional di depan orang lain juga, alias ingin terlihat benar. Berpikiran dan bersikap realistis memang bagus, tapi harus melihat situasi ketika ingin menyampaikannya.

Jika kamu ada di posisi mendengar curhat, tentu jangan menyampaikan realita pahit atau healthy negativity dengan perasaan ingin terlihat benar. Sebagai pendengar curhat, kamu harus berhati-hati dalam berkata dan bertindak karena orang di depanmu sedang ada di kondisi yang sensitif. 

Baca Juga: Bukan Lega, Kamu Bakal Alami 6 Hal Ini jika Salah Pilih Teman Curhat

4. Cenderung merefleksikan pengalaman orang lain dengan ide atau pengalaman yang kamu alami  

5 Hal Ini Sering Tak Kamu Sadari saat Jadi Pendengar Curhat  Pexels.com/Polina Zimmerman

Mendengarkan curhatan orang lain dengan seksama saja sebenarnya belum cukup. Kamu perlu melepaskan bias-bias yang melekat seperti prinsip atau ide yang kamu miliki atas sebuah kondisi.

Kamu juga perlu bersikap adil untuk tidak merefleksikan pengalaman yang dimiliki orang lain dengan pengalaman serupa yang kamu alami. Karena bagaimanapun kamu perlu ingat, bahwa setiap pengalaman adalah otentik, disebabkan oleh lingkungannya, bagaimana caranya berpikir, kondisi psikologis yang dimiliki, dan sebagainya. 

5. Lupa mengatakan bahwa semuanya butuh waktu  

5 Hal Ini Sering Tak Kamu Sadari saat Jadi Pendengar Curhat  Unsplah.com/Ludomił Sawicki

Tentu semua orang yang sedang memiliki masalah ingin agar masalahnya segera selesai. Begitu pula bisa jadi temanmu yang sedang curhat pun demikian. Tetapi, terkadang rasa ingin segera selesai ini bisa menjadi racun bagi diri mereka sendiri.

Sebagai seorang pendengar curhatan, kamu bisa memberi lebih pada mereka dengan mencoba menghindarkan mereka dari kecemasan. Caranya? Katakan bahwa masalah mereka pun butuh waktu untuk mereda, tidak bisa dipaksakan segera selesai. 

Yang bisa dilakukan adalah mengusahakan solusinya. Dan pastikan untuk mengatakan pada temanmu bahwa kamu ada untuk mereka. 

Baca Juga: Suka Curhat? Yuk Cek 5 Ciri Curhat yang Sehat Berikut!

Novia Aisyah Photo Verified Writer Novia Aisyah

Some Scandinavian thoughts addict

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya