Comscore Tracker

5 Cara Mengendalikan Amarah ala Nabi Muhammad SAW, Wajib Dicoba Nih!

Penting untuk selalu bisa mengendalikan diri

Memiliki emosi atau rasa marah adalah hal yang lumrah dan manusiawi. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita dituntut untuk selalu bisa mengendalikan amarah. Amarah tidak akan pernah membawa kebaikan bagi siapapun, oleh karenanya kita perlu mengetahui cara untuk mengendalikannya.

Nabi Muhammad SAW telah banyak memberikan tauladan dan tuntunan hidup bagi umat Islam. Termasuk di antaranya cara mengendalikan amarah yang sesuai dengan tuntunan sebagai berikut!

1. Tenang dan diam

5 Cara Mengendalikan Amarah ala Nabi Muhammad SAW, Wajib Dicoba Nih!unsplash.com/Kristina Flour

Cara pertama yang diajarkan oleh Rasulullah dalam mengendalikan emosi atau amarah adalah dengan diam. Secara tidak langsung diam adalah solusi terbaik untuk menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi jika kamu memilih untuk melampiaskan emosi berupa amarah. Marah hanya akan mengeluarkan perasaan yang dibalut dalam kata-kata kasar, melaknat, banyak mengandung kekufuran dan keburukan lainnya.

'Kalau salah seorang di antara kamu marah, maka diamlah'. (HR. Imam Ahmad dalam Al-Musnad, 1/329)

2. Ubah posisimu saat marah

5 Cara Mengendalikan Amarah ala Nabi Muhammad SAW, Wajib Dicoba Nih!unsplash.com/Noah Silliman

Meredakan amarah juga bisa dilakukan dengan berganti posisi. Seperti kebanyakan orang ketika sedang marah biasanya dalam keadaan berdiri, bertolak pinggang atau menunjuk orang lain. Maka untuk menenangkan diri dan meredakan amarah, Rasulullah menganjurkan orang yang sedang marah untuk duduk hingga berbaring.

'Ketika salah satu dari kamu marah saat berdiri, maka duduklah. Jika kemarahan telah hilang darinya (maka itu sudah cukup). Tetapi jika masih belum reda marahnya, maka berbaringlah'. (HR. Abu Daud, 4782)

Baca Juga: 5 Cara Menghadapi Teman yang Marah-marah Gak Jelas sama Kamu

3. Meminta ampunan Allah SWT atau beristighfar

5 Cara Mengendalikan Amarah ala Nabi Muhammad SAW, Wajib Dicoba Nih!pexels.com/Abdullah G

Beristighfar memiliki banyak sekali faedah dan kebaikan. Selain memperoleh ampunan, beristighfar juga bisa menjaga diri dari godaan dan amarah. Rasulullah bersabda bahwa ada satu kata yang jika kita ucapkan maka apa yang sedang dirasakan akan hilang, salah satunya adalah amarah, yakni istighfar.

'Katakanlah Aku berlindung pada Allah dari godaan setan yang terkutuk (istighfar)', maka yang sedang ia rasakan seperti misalnya amarah akan hilang'. (HR. Al-Bukhari, Al-Fath 6/337)

4. Mengambil air wudu

5 Cara Mengendalikan Amarah ala Nabi Muhammad SAW, Wajib Dicoba Nih!prayerinislam.com

Cara selanjutnya yang dianjurkan oleh Rasulullah dalam mengendalikan amarah adalah dengan berwudu. Tak hanya ketika akan salat seseorang harus berwudu, menjaga wudu itu sangat dianjurkan. Selain karena alasan kebersihan, juga untuk menjaga diri kita dari berbagai macam keburukan jiwa.

'Amarah datangnya dari setan dan setan diciptakan dari api sehingga api akan padam karena air. Oleh karenanya, ketika salah satu di antara kamu marah, hendaklah ia berwudhu'. (HR. Abu Daud, 4784)

5. Ingat akibat yang ditimbulkan dari amarah

5 Cara Mengendalikan Amarah ala Nabi Muhammad SAW, Wajib Dicoba Nih!pexels.com/Nathan

Kemarahan itu seperti halnya racun. Dalam hitungan menit, ia dapat menghancurkan segala hal yang dimiliki manusia. Seperti misalnya pernikahan, persaudaraan, dan pertemanan.

Oleh karenanya, kita harus menyadari akibat buruk yang akan ditimbulkan dari amarah, sehingga lebih berhati-hati ketika mulai merasa marah. Menahan amarah disaat kamu mampu meluapkannya itu adalah hal yang sangat mulia.

'Janganlah engkau marah, maka bagimu surga' (HR. At-Thabrani)

Mengendalikan amarah memang sulit, tetapi kita harus tetap bisa mencoba semaksimal mungkin untuk bersikap sabar, ya!

Baca Juga: 5 Alasan Dirimu Mampu Kendalikan Amarah, Tanda Orang Dewasa!

It's Me, Sire Photo Verified Writer It's Me, Sire

A dusk chaser who loves to shout in silence..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya