Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Overthinking Mengganggu? 5 Cara Sederhana Ini Bantu Redakan
ilustrasi sedang melamun (pexels.com/Liza Summer)
  • Overthinking dapat dipicu kenangan masa lalu dan kekhawatiran masa depan, lalu mengganggu aktivitas hingga menyebabkan kelelahan batin bila berlangsung terus-menerus.
  • Teknik grounding dengan pancaindra dan aktivitas fisik ringan seperti merapikan kamar atau olahraga dapat mengalihkan fokus ke masa kini serta membantu tubuh lebih rileks.
  • Menuliskan keresahan, curhat kepada orang tepercaya, dan melakukan dialog diri yang positif dapat membantu mengeluarkan pikiran yang menumpuk serta menjeda overthinking.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Overthinking atau berpikir berlebihan pasti pernah dialami oleh semua orang, terutama saat dihadapkan pada suatu masalah. Namun, ada sebagian orang yang mengalaminya lebih sering sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Masalah sepele pun bisa menjadi pemicunya.

Jika terjadi secara terus-menerus, overthinking dapat membuat seseorang mengalami kelelahan batin. Puncaknya bisa berujung depresi. Saat kamu mulai berpikir berlebihan dan terasa sangat mengganggu, coba redam untuk sementara dengan lima cara berikut ini.

Sumber:

https://www.healthline.com/health/grounding-techniques

https://www.mentalhealth.org.uk/explore-mental-health/publications/how-improve-your-mental-health-using-physical-activity

https://www.google.com/amp/s/www.psychologytoday.com/us/blog/emotional-fitness/202205/the-benefits-of-positive-self-talk/amp

1. Lakukan teknik fokus pada momen saat ini

ilustrasi seorang pria sedang merenung (pexels.com/Pixabay)

Overthinking sering kali dipicu oleh dua hal, yakni masa lalu dan masa depan. Mengingat kejadian-kejadian buruk di masa lalu membuat perasaan tidak nyaman. Begitu juga memikirkan masa depan, sering kali membuat kita khawatir dan takut berlebihan. Padahal keduanya jelas tidak bisa kita kendalikan.

Pikiran yang sedang sibuk di masa lalu atau masa depan perlu ditarik ke masa kini. Fokuskan diri ke momen saat ini untuk menjeda overthinking dengan melakukan teknik grounding. Gunakan pancaindra, yakni melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan apa saja yang ada saat ini di dunia nyata, bukan di pikiran.

2. Melakukan aktivitas fisik ringan

ilustrasi merapikan kamar (pexels.com/cottonbro studio)

Ketika tubuh tidak bergerak, pikiran akan semakin liar atau sulit dikendalikan. Awalnya hanya satu masalah yang muncul di pikiran, tetapi lama-kelamaan masalah lainnya ikut terpikirkan juga. Bengong membuat kamu hanyut dalam tumpukan pikiran yang tidak berkesudahan.

Nah, melakukan aktivitas fisik bisa jadi solusi untuk meredam overthinking. Alihkan fokus pada aktivitas seperti membereskan kamar, menyikat kamar mandi, merapikan pakaian, atau olahraga ringan. Sebab, menurut informasi dari laman Mental Health Foundation, aktivitas fisik dapat melepaskan hormon endorfin dalam tubuh yang membantu kita merasa lebih rileks.

3. Menulis semua keresahan di kertas

ilustrasi seorang wanita sedang menulis (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Menulis bisa menjadi cara paling sederhana tapi cukup ampuh meredam pikiran yang berisik di kepala. Daripada cuma jadi overthinking, lebih baik semua keresahan dituangkan dalam bentuk tulisan. Tulis langsung di kertas menggunakan tangan supaya lebih efektif.

Menulis di kertas membuat pikiran yang selama ini terasa mengambang di kepala menjadi terlihat bentuknya. Semua keresahan seolah dikuras, kemudian dituangkan di atas kertas, sehingga overthinking dapat terjeda. Tidak perlu menulis dengan sempurna, culup tulis keresahan apa adanya.

4. Curhat ke orang terdekat

ilustrasi bicara dengan teman (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Jangan memendam terlalu banyak beban di kepala sendirian. Jika overthinking terasa sudah sangat mengganggu, segeralah cari bantuan. Curahkan semua isi kepalamu kepada orang-orang terdekat, mungkin bisa pasangan, teman, atau keluarga yang dapat kamu percaya.

Curhat kepada orang terdekat dapat membuat overthinking yang mengendap lama menjadi keluar dari kepala. Pikiran-pikiran itu juga bisa tervalidasi, sehingga tidak perlu dipikirkan lagi di kemudian hari. Lebih dari itu, kamu bisa sekalian meminta saran dan solusi.

5. Berdialog positif dengan diri sendiri

ilustrasi seorang wanita bercermin (pexels.com/RDNE Stock project)

Ketika pikiran sedang penuh dan tidak punya teman curhat, kamu cukup berdialog dengan diri sendiri. Pastikan dialog berisi hal-hal positif seolah kamu sedang menyemangati diri sendiri. Misalnya, memvalidasi semua hal yang kamu pikirkan dengan berbicara secara lantang di depan cermin.

Daripada pikiran hanya gaduh di kepala, akan jauh lebih baik jika disuarakan keluar. Kamu bisa mendiskusikan semua hal yang membuatmu overthinking dengan dirimu sendiri. Lakukan tanya jawab seperti sedang diwawancarai orang lain. Cara ini sangat membantu jika self-talk dilakukan dengan positif.

Jangan biarkan overthinking mengendap terlalu lama di kepala. Jika sudah terasa mengganggu, kamu bisa melakukan cara-cara tadi untuk meredamnya. Overthinking memang tidak dapat diusir secara permanen, tetapi setidaknya dapat dijeda untuk sementara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article