pexels.com/kaboompics.com
Berbeda orientasi maka berbeda pula cara memimpinnya, bagi ambisius yang lebih condong mengejar kata sempurna maka melibatkan emosi berlebihan dalam kelompok hanya akan berujung petaka pada hasil akhirnya.
Dibandingkan repot marah-marah, mereka lebih suka memainkan kata atau menggunakan sindiran yang membuat seseorang merasa bahwa mereka tidak seremeh yang dikatakan pemimpin ambisius, sehingga para anggota akan mengeluarkan yang terbaik agar mereka dapat pujian dari pemimpin ambisius.
Tentu hal tersebut menjadi tujuan utama dari pemimpin ambisius, sebab mereka ingin dikenal sebagai seorang pemimpin yang dapat diandalkan dengan cara mengangkat keberhasilan melalui hasil yang dikerjakan kelompok, sehingga orang-orang memiliki pandangan bahwa pemimpin ambisius ini merupakan orang yang berhasil membangun kelompoknya dengan sempurna.
Pemimpin dengan watak egois mengejar kata selesai tanpa ingin dilibatkan dengan berbagai kendala yang dialami anggotanya, ia cenderung tidak mau tahu dan biasanya hanya mau membantu orang-orang yang dirasa dapat diandalkan. Meski cenderung mudah emosi, namun sebenarnya ia melakukan semua itu demi kebaikan kelompok dan keamanan dirinya sendiri.
Bahkan di beberapa tipe, pemimpin egois cenderung ingin mengambil alih semua karena mereka ingin tampil menonjol dan dianggap lebih unggul dibandingkan anggota lainnya, sehingga orang-orang berpandangan bahwa dirinya adalah orang yang patut disegani.
Itu dia beberapa perbedaan orang egois dan ambisius dalam menempatkan dirinya dalam sebuah kelompok, tidak semua pihak egois serta ambisius berpikiran seperti di atas, namun beberapa pemikiran dan perlakuan cenderung dilakukan oleh keduanya. Jika kamu sendiri, lebih suka mendapat orang yang ambisius atau egois dalam kelompok?