Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Paket Bundling Lebih Murah, Apa Penjual Tidak Rugi? Ini 5 Alasannya

4 min read
Paket Bundling Lebih Murah, Apa Penjual Tidak Rugi? Ini 5 Alasannya
ilustrasi membaca komposisi produk (pexels.com/rdne)
  • Harga bundling dirancang mendorong konsumen membeli lebih banyak produk, sehingga penjual meningkatkan volume penjualan meski harga paket lebih rendah dibanding pembelian satuan.
  • Penjual memakai bundling untuk menghabiskan stok yang kurang laku, mempercepat perputaran barang, serta menekan biaya penyimpanan, pemasaran, pengemasan, pemrosesan pesanan, dan pengiriman.
  • Strategi ini memanfaatkan persepsi nilai dan penghematan konsumen, sekaligus memperkenalkan produk baru dengan menggabungkannya bersama produk populer yang sudah dikenal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah melihat paket bundling yang menawarkan beberapa produk dengan harga lebih murah dibandingkan membelinya satu per satu? Misalnya, satu produk skincare dijual seharga Rp30 ribu, tapi paket berisi tiga produk hanya dibanderol seharga Rp80 ribu. Sekilas, penawaran ini terlihat menguntungkan karena kamu bisa mendapatkan lebih banyak barang dengan harga yang hemat.

Strategi harga seperti ini sering ditemukan di supermarket, restoran, toko online, hingga layanan berlangganan. Namun, kenapa sih penjual justru memberikan harga lebih rendah ketika kamu membeli beberapa produk sekaligus? Apa gak rugi? Ternyata, ada lima alasan bisnis dan psikologis yang membuat paket bundling bisa lebih murah daripada membeli satu produk saja.

  1. 1. Mendorong konsumen membeli lebih banyak produk

    Berbelanja
    ilustrasi belanja (pexels.com/Angela Roma)

    Salah satu alasan paket bundling ditawarkan dengan harga lebih murah adalah untuk meningkatkan jumlah pembelian. Penjual tentu ingin konsumen tak hanya membeli satu produk, tapi juga tertarik membawa pulang beberapa produk sekaligus. Misalnya, kamu awalnya hanya ingin membeli satu botol sampo seharga Rp25 ribu.

    Namun, ketika melihat paket bundling berisi dua botol sampo seharga Rp40 ribu, kamu mungkin tergoda untuk memilih paket tersebut karena merasa bisa menghemat Rp10 ribu. Dari sisi konsumen, penawaran ini terlihat menguntungkan. Sementara itu, dari sisi penjual, strategi tersebut berhasil meningkatkan jumlah produk yang terjual. Strategi ini juga membuat konsumen merasa mendapatkan nilai lebih dari uang yang dikeluarkan.

  2. 2. Menghabiskan stok produk yang kurang laku

    Belanja online
    ilustrasi belanja online (unsplash.com/vhtm)

    Paket bundling juga bisa menjadi cara bagi penjual untuk menghabiskan stok produk yang penjualannya kurang bagus. Tidak semua barang memiliki tingkat permintaan yang sama. Ada produk yang cepat habis karena populer, tapi ada pula yang lebih lama terjual. Daripada membiarkan stok menumpuk di gudang, penjual bisa menggabungkan produk yang kurang diminati dengan produk yang lebih laris.

    Contohnya, sebuah toko kosmetik menawarkan paket berisi lipstik populer dan satu produk riasan lain yang penjualannya lebih lambat. Konsumen mungkin awalnya hanya tertarik pada lipstik tersebut. Namun, karena harga paket lebih murah dibandingkan membeli kedua produk secara terpisah, mereka bisa terdorong untuk mengambil penawaran itu. Bagi penjual, cara ini bisa mempercepat perputaran stok dan mengurangi biaya penyimpanan.

  3. 3. Mengurangi biaya penjualan dan pemasaran

    Membeli barang
    ilustrasi membeli barang (pexels.com/ Antoni Shkraba)

    Menjual beberapa produk dalam satu paket dapat membantu bisnis menghemat biaya operasional tertentu. Bayangkan jika sebuah toko harus memasarkan setiap produk secara terpisah. Mereka perlu membuat promosi berbeda, menyiapkan materi iklan tambahan, atau mengeluarkan biaya untuk menarik pembeli pada setiap barang. Dengan bundling, beberapa produk bisa dipromosikan sekaligus melalui satu penawaran.

    Penjual juga berpotensi menghemat biaya pengemasan, pemrosesan pesanan, dan pengiriman, terutama jika produk dikirim bersama dalam satu paket. Misalnya, sebuah toko online menjual sabun, sampo, dan pasta gigi. Jika kamu membeli ketiganya secara terpisah, biaya pengemasan atau pengiriman mungkin dihitung berdasarkan beberapa pesanan. Namun, jika semuanya dibeli sekaligus, prosesnya lebih sederhana dan efisien.

  4. 4. Memanfaatkan psikologi konsumen

    membeli barang
    ilustrasi membeli barang (pexels.com/Gustavo Fring)

    Harga bundling juga berkaitan dengan cara manusia menilai keuntungan saat berbelanja. Konsumen cenderung tertarik pada penawaran yang terlihat memberikan nilai lebih besar dibandingkan uang yang harus dibayarkan. Misalnya, kamu melihat dua pilihan, satu produk seharga Rp50 ribu atau paket berisi tiga produk seharga Rp100 ribu.

    Walaupun harga paketnya lebih tinggi daripada harga satu produk, kamu mungkin merasa pilihan kedua jauh lebih menguntungkan karena mendapatkan tiga barang dengan tambahan Rp50 ribu saja. Perasaan tersebut membuat harga bundling terlihat lebih menarik. Apalagi jika penjual mencantumkan harga normal setiap produk dan menunjukkan jumlah penghematan yang bisa kamu dapatkan.

  5. 5. Memperkenalkan produk baru kepada konsumen

    produk skincare
    ilustrasi produk skincare (pexels.com/Polina Tankilevitch)

    Alasan lainnya adalah membantu memperkenalkan produk baru. Ketika sebuah bisnis meluncurkan barang yang belum banyak dikenal, konsumen mungkin masih ragu untuk membelinya. Mereka belum mengetahui kualitas, manfaat, atau apakah produk tersebut apakah cocok dengan kebutuhan mereka atau tidak.

    Untuk mengatasi hal itu, penjual menggabungkan produk baru dengan barang yang sudah populer. Misalnya, sebuah brand menawarkan paket berisi pembersih wajah yang sudah dikenal konsumen dan pelembap yang baru diluncurkan. Karena harga paket lebih terjangkau daripada membeli keduanya secara terpisah, konsumen tertarik mencoba produk baru tersebut. Jika ternyata cocok, mereka berpotensi membelinya di kemudian hari.

    Paket bundling bisa lebih murah daripada membeli satu produk saja karena penjual memiliki berbagai tujuan. Meski terlihat menguntungkan, kamu tetap perlu memperhatikan isi paket sebelum membeli. Belilah sesuatu yang benar-benar kamu butuhkan tanpa membuat pengeluaran membengkak, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More