Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelajaran dari Upin-Ipin untuk Pertemanan Gen Z Ketika Berkonflik

Pelajaran dari Upin-Ipin untuk Pertemanan Gen Z Ketika Berkonflik
Upin dan Ipin sedang pel lantai (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
  • Artikel menyoroti pelajaran dari Upin-Ipin untuk menghadapi konflik pertemanan, terutama lewat komunikasi yang lebih sadar dan strategi sesuai situasi.
  • Sikap terlalu pasif dapat membuat seseorang terkesan tidak nyaman; latihan menyapa, membangun percakapan sederhana, serta memberi apresiasi dapat membantu interaksi sosial.
  • Saat konflik memanas, penting memahami gestur lawan bicara, meminta maaf bila berlebihan, dan mengambil jeda agar emosi mereda sebelum menentukan respons.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Serial Upin dan Ipin ternyata memberi banyak pelajaran berharga yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara berkomunikasi, menghadapi konflik, hingga menyelesaikan masalah bisa ditiru dari series tersebut. Dengan memiliki strategi yang baik, keputusan dibuat lebih terarah dan sesuai dengan situasinya.

Jika kamu mengalami konflik dengan teman, coba lakukan beberapa tips dari Upin dan Ipin di bawah ini. Kamu tentu bisa belajar banyak hal dari karakter animasi asal Malaysia tersebut dan menerapkan pelajaran positif pada kehidupanmu.

  1. 1. Jangan bersikap terlalu pasif

    Ijat di serial kartun Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
    Ijat di serial kartun Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Dalam pertemanan Upin dan Ipin, beberapa anak cenderung banyak diam karena merasa malu, misalnya Ijat. Di antara beberapa anak lainnya, Ijat termasuk anak yang cenderung pasif dalam situasi sosial, lebih suka memperhatikan anak lain dan cenderung menarik diri dari kegiatan sosial.

    Situasi ini biasanya dialami oleh generasi muda saat berada di lingkungan baru. Mengutip Psychology Today, anak-anak yang suka menarik diri dalam situasi sosial kerap dianggap tengah mengirim pesan kepada teman-teman mereka bahwa ia tidak nyaman. Situasi ini bisa diatasi dengan berlatih menyapa orang, mempelajari hal sederhana untuk membangun percakapan, serta membiasakan untuk memuji atau mengapresiasi tindakan kecil yang dilakukan orang lain.

  2. 2. Memahami lawan bicara

    Upin dan Ipin menjenguk Ehsan (youtube.com/Les' Copaque Production)
    Upin dan Ipin menjenguk Ehsan (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Konflik biasanya terjadi pada anak muda karena melakukan sesuatu terlalu banyak, misalnya bicara terlalu banyak atau membuat jokes yang berlebihan hingga dianggap menghina. Masalah seperti ini juga sering kali dihadapi anak-anak dalam serial Upin dan Ipin.

    Anak yang terlalu pasif cenderung diabaikan oleh teman-temannya. Jika terlalu banyak mengambil ruang atau berlebihan dalam interaksi, justru lebih mungkin alami penolakan. Penjelasan ini dipaparkan oleh Psikolog Klinis Eileen Kennedy-Moore Ph.D., dalam Psychology Today.

    Solusinya adalah belajar memahami gestur atau mimik wajah lawan bicara, pahami momen saat sudah bicara terlalu banyak Jika bersikap terlalu berlebihan, jangan ragu untuk mengatakan maaf.

  3. 3. Memberi jeda saat terlibat konflik

    cuplikan episode Upin dan Ipin Dah Besar (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan episode Upin dan Ipin Dah Besar (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Menghadapi konflik dengan teman membutuhkan pola pikir dan strategi yang baik sebelum menghadapi tekanan. Ketika konflik sedang berlangsung, emosi sering kali membuat seseorang kesulitan untuk berpikir jernih dan menentukan respons.

    Hal semacam ini sering tercermin dalam hubungan pertemanan si kembar Upin-Ipin dan teman-teman lainnya. Ketika salah seorang membuat Upin dan Ipin kesal, bocah kembar itu memilih untuk memberi jeda daripada langsung menyelesaikan masalah dengan perkelahian. Langkah ini bisa dicontoh karena menjadi strategi positif untuk menangani konflik.

    “Kamu tidak bisa menentukan pola pikirmu di tengah situasi yang penuh ketegangan. Untuk alasan yang sama, kamu tidak bisa menemukan strategi untuk mengatasi suatu masalah ketika sedang berada di tengah-tengah masalah tersebut. Jadi, sebaiknya kamu memikirkannya terlebih dahulu sebelum menghadapi situasi itu," ujar penulis buku "Start With Why", Simon Sinek dalam laman YouTube miliknya.

    Demikian beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk menangani masalah dengan teman. Serial Upin dan Ipin ternyata memberi banyak inspirasi bagi kita semua.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More