Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Quiet Luxury? Gaya Berpakaian Pria yang Makin Populer

Apa Itu Quiet Luxury? Gaya Berpakaian Pria yang Makin Populer
ilustrasi pria berjalan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
  • Gaya quiet luxury menonjolkan kualitas, kesederhanaan, dan elegansi tanpa logo mencolok, dengan fokus pada bahan berkualitas serta potongan rapi yang mudah dipadukan.
  • Warna netral seperti hitam, abu-abu, navy, dan krem menjadi ciri khas quiet luxury karena memberi tampilan bersih, elegan, serta cocok untuk berbagai suasana.
  • Quiet luxury menekankan kepercayaan diri melalui pakaian timeless dan detail rapi, menunjukkan bahwa gaya elegan bisa dicapai tanpa kemewahan berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak tren fashion pria datang dan pergi setiap tahunnya. Namun, belakangan ini muncul sebuah gaya yang justru menghindari kesan mencolok, yaitu quiet luxury. Gaya ini semakin populer karena menonjolkan kualitas, kesederhanaan, dan kesan elegan tanpa harus menggunakan logo besar atau desain yang berlebihan.

Meski sering dikaitkan dengan barang-barang premium, quiet luxury sebenarnya lebih menekankan pada cara berpakaian daripada harga pakaian itu sendiri. Fokus utamanya adalah memilih busana yang rapi, berkualitas, dan mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan. Berikut penjelasannya.

Table of Content

1. Mengutamakan kualitas daripada logo

1. Mengutamakan kualitas daripada logo

ilustrasi pria berkacamata
ilustrasi pria (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Salah satu ciri utama quiet luxury adalah memilih pakaian berdasarkan kualitas bahan dan pengerjaan, bukan karena logo yang mencolok. Busana dengan desain sederhana justru lebih diutamakan karena mampu memberikan kesan elegan tanpa terlihat berusaha menarik perhatian. Pendekatan ini membuat penampilan terasa lebih dewasa dan berkelas.

Bukan berarti semua pakaian harus berasal dari merek mewah. Yang lebih penting adalah memilih produk dengan bahan yang nyaman, jahitan yang rapi, dan potongan yang baik. Dengan cara tersebut, penampilan tetap terlihat menarik meski tanpa ornamen berlebihan.

2. Didominasi warna-warna netral

ilustrasi pria memakai kaus hitam
ilustrasi pria memakai kaus hitam (pexels.com/Beyzaa Yurtkuran)

Gaya quiet luxury identik dengan palet warna yang cenderung tenang, seperti hitam, putih, abu-abu, navy, cokelat, atau krem. Warna-warna tersebut mudah dipadukan sehingga mempermudah menyusun berbagai kombinasi outfit. Selain itu, tampilannya juga cenderung tidak mudah ketinggalan zaman.

Penggunaan warna netral membuat keseluruhan penampilan terlihat lebih bersih dan elegan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa gaya ini cocok digunakan dalam berbagai suasana, baik untuk bekerja maupun aktivitas santai. Kesederhanaan justru menjadi daya tarik utamanya.

3. Memilih potongan pakaian yang timeless

ilustrasi pria memakai dasi
ilustrasi pria memakai dasi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Quiet luxury lebih mengutamakan pakaian dengan desain klasik dibanding mengikuti tren yang cepat berubah. Misalnya, kemeja polos, polo shirt, celana chino, atau blazer dengan potongan yang pas di badan. Model seperti ini umumnya tetap relevan meski digunakan selama bertahun-tahun.

Pendekatan tersebut membuat isi lemari menjadi lebih fungsional. Satu pakaian dapat dipadukan dengan berbagai item lain tanpa terlihat membosankan. Selain lebih praktis, cara ini juga membantu mengurangi pembelian pakaian yang hanya mengikuti tren sesaat.

4. Memperhatikan detail dan kerapian

ilustrasi pria main hp
ilustrasi pria main hp (pexels.com/cottonbro studio)

Dalam gaya quiet luxury, detail kecil memiliki peran yang sangat penting. Mulai dari ukuran pakaian yang pas, kondisi pakaian yang selalu rapi, hingga pemilihan aksesori yang sederhana dapat memengaruhi keseluruhan penampilan. Kesan elegan justru muncul dari perhatian terhadap hal-hal kecil tersebut.

Karena itu, perawatan pakaian menjadi bagian yang tidak kalah penting. Pakaian yang bersih, disetrika dengan baik, dan tetap dalam kondisi prima akan terlihat lebih menarik. Penampilan yang rapi sering kali memberikan kesan lebih kuat dibanding busana yang penuh detail mencolok.

5. Fokus pada kepercayaan diri, bukan kemewahan

ilustrasi pria
ilustrasi membuka acara dengan percaya diri (pexels.com/Lê Đức)

Quiet luxury bukan tentang menunjukkan status sosial melalui pakaian yang dikenakan. Gaya ini lebih menekankan rasa percaya diri yang muncul dari penampilan yang sederhana, rapi, dan sesuai dengan karakter pribadi. Tujuannya bukan untuk menarik perhatian, melainkan menciptakan kesan yang elegan secara alami.

Karena itu, siapa pun dapat menerapkan konsep quiet luxury tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Selama memilih pakaian berkualitas, mudah dipadukan, dan sesuai kebutuhan, gaya ini tetap bisa diwujudkan. Intinya adalah mengutamakan kualitas dan kesederhanaan daripada kesan berlebihan.

Quiet luxury merupakan gaya berpakaian yang mengedepankan kualitas, potongan klasik, warna netral, dan penampilan yang rapi tanpa bergantung pada logo besar atau tren sesaat. Konsep ini membuat banyak pria mulai lebih selektif dalam memilih pakaian yang benar-benar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, quiet luxury bukan sekadar soal merek atau harga pakaian. Gaya ini lebih mencerminkan cara berpakaian yang sederhana, elegan, dan penuh perhatian terhadap detail sehingga tetap relevan di berbagai kesempatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Wahyu Kurniawan
EditorWahyu Kurniawan

Related Articles