- Tampil percaya diri adalah bagian dari pekerjaanku, dan aku cukup pandai melakukannya.
- “I’m worth it.” Kata-katanya mudah diingat. Memercayainya jauh lebih sulit.
- Aku takut pada pikiranku sendiri.
- Aku pernah merasa sedih. Pernah merasa kosong, lelah, patah hati, dan kehilangan arah. Selama bertahun-tahun, aku sering bangun tanpa merasa bersemangat menjalani hidupku sendiri.
- Kenapa aku tidak bahagia?
- Begitu aku mulai percaya bahwa akulah masalahnya, apa pun yang terjadi terasa seperti bukti bahwa aku memang benar-benar bermasalah.
- Selebihnya, aku tidak punya tempat untuk lari selain ke dalam pikiranku sendiri.
- Pikiranku melompat dari satu hal ke hal lain seperti monyet berpindah dari dahan ke dahan. Sebuah kenangan muncul, disusul ketakutan.
- Pikiranku melompat ke masa depan, lalu kembali ke masa lalu, menghakimi diriku karena terlalu banyak berpikir, kemudian menghakimi diri lagi karena sudah menghakimi diri sendiri.
- Perasaan datang dan pergi. Rasa sakit datang dan pergi. Tak ada yang akan tetap sama selamanya.
- Doa memberiku penghiburan, tapi tidak menjawab kenapa aku tak lagi bisa merasa bahagia.
- Aku tidak suka mengecewakan mamaku.
- Aku tidak nyaman melakukan sesuatu yang tidak ia mengerti.
- Aku sudah sangat terlatih untuk tersenyum.
- Aku tahu cara membuat orang lain merasa nyaman, cara memasang ekspresi yang tepat, dan cara terlihat baik-baik saja sebelum siapa pun sempat bertanya apakah aku memang baik-baik saja.
- Entah sejak kapan, aku menjadi begitu pandai menyembunyikan apa yang terjadi di dalam diriku.
- Bagaimana caranya menjelaskan bahwa aku masih mampu menjalani hidup, tapi sudah tidak merasa hidup di dalamnya?
- Pikiran itu membuatku takut, tapi mungkin justru itulah yang membuatku sadar bahwa aku tidak bisa terus hidup seperti ini.
- Aku tidak pernah menyadari bahwa seseorang bisa terus bergerak tanpa henti sambil perlahan-lahan menghilang dari dalam dirinya sendiri.
- Depresi terdengar serius, tapi juga seperti sesuatu yang bisa dialami siapa saja, dan orang bisa pulih darinya.
Quotes Buku Back to Me karya Aurélie Moeremans, Pulihkan Luka Terdalam

Intinya Sih
- Aktris Aurélie Moeremans merilis memoir keduanya, Back to Me, secara daring pada 8 Agustus 2026. Buku gratis ini mengisahkan proses pulih dari luka, kehilangan, dan patah hati.
- Memoir tersebut menggambarkan pergulatan Aurélie dengan kesedihan, kekosongan, pikiran berlebih, kebiasaan menyenangkan orang lain, serta upayanya memahami kondisi depresi dan mencari bantuan.
- Melalui pengalaman hubungan yang berakhir, Aurélie menekankan proses memaafkan tanpa meremehkan luka, berhenti berharap masa lalu berubah, memilih diri sendiri, dan merasakan kelegaan setelah melepaskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aktris Aurélie Moeremans merilis memoir kedua pada Sabtu (8/8/2026) secara daring setelah beberapa waktu lalu sempat merilis e-book berjudul Broken Strings. Memoir yang ditulis oleh Aurélie ini, menceritakan perjalanannya untuk pulih dari berbagai luka, kehilangan, dan melewati proses healing.
Back to Me tersedia gratis sehingga dapat dibaca oleh publik. Beberapa kutipan yang dapat memberikan kekuatan, keberanian, dan rasa percaya diri telah dirangkum dalam poin di bawah ini.
1. Perjalanan cinta yang penuh luka

2. Aurelie menghadirkan kisah yang pilu sebagai perjalanan healing

- Aku bilang kepadanya bahwa aku merasa tersesat. Aku seperti tidak lagi bisa merasakan apa pun sebagaimana mestinya.
- Masalahnya tidak sesederhana satu perpisahan, satu kekecewaan, atau satu masa sulit.
- Orangnya berbeda, wajahnya berbeda, ceritanya berbeda, tapi entah bagaimana aku terus berakhir dalam situasi yang membuat kedamaian terasa mustahil.
- Aku tidak menginginkan drama.
- Memaafkannya tidak berarti aku harus meremehkan apa yang telah ia lakukan.
- Kebiasaan menyenangkan orang lain itu bahkan ikut terbawa ke satu-satunya ruangan tempat aku seharusnya membicarakannya.
- Aku tidak ingin memulai semuanya dari awal dengan orang baru.
- Bahkan ketika menolak sebuah metode terapi, aku tetap menemukan cara untuk melindungi perasaannya.
- Masih menyimpan harapan diam-diam bahwa mungkin cerita kami suatu hari akan berubah arah.
- Aku malu karena rasa sakitnya begitu besar.
- Rasanya seolah aku sudah kehilangan hak untuk berduka sedalam itu.
- Menghadapi seseorang yang pernah menyakitiku adalah satu hal. Membayangkan berbicara dengan laki-laki yang masih kucintai, sementara orang lain mendengarkan setiap kata, adalah hal yang sama sekali berbeda.
- Apa yang pernah kami miliki memang nyata. Tapi semuanya juga sudah berakhir.
- Aku hanya merasa tenang. Rasanya melegakan. Tenang dan sederhana. Setelah itu, aku bisa melepaskannya. Dan aku benar-benar bisa melepaskannya.
- Rasanya seperti melihat seorang teman lama. Seseorang yang dulu memenuhi begitu banyak ruang dalam hidupku, tapi sekarang bisa berdiri di seberang ruangan yang ramai tanpa menarikku kembali ke arahnya.
- Closure bukan berarti melupakan. Closure adalah saat kita berhenti berharap ceritanya berakhir berbeda.
- Tentu saja ini hidupku. Tapi hidup ini tidak pernah terasa hanya milikku.
- Memilih diriku sendiri selalu terasa seperti meninggalkan seseorang.
- Aku tidak menyadari bahwa terus-menerus meninggalkan diriku sendiri pada akhirnya akan membuatku benar-benar kosong.
- Selama ini, kupikir berkorban membuatku menjadi orang baik.
3. Mengungkap kisah yang tak terduga, perjalanan yang penuh liku

- Bertahan mulai terasa lebih mudah daripada harus terus berjuang untuk pergi.
- Aku hanya tidak menginginkan masa depan yang sedang ia bayangkan untuk kami.
- Aku merasa bersalah karena seseorang bisa membuat seluruh presentasi tentang betapa ia mencintaiku, sementara aku tetap tidak bisa mencintainya seperti yang pantas ia dapatkan.
- Dalam keadaan itulah, suatu pagi di Jakarta aku terbangun dan mulai takut pada pikiranku sendiri.
- Sesekali kamu boleh egois.
- Aku bisa mengakhiri hubunganku dengan jujur.
- Aku bisa melihat seperti apa hidupku jika aku tidak langsung mencari alasan kenapa setiap keinginanku sendiri mustahil diwujudkan.
- Aku gugup, tapi di balik kegugupan itu ada semangat yang sudah lama tidak kurasakan.
- Hidup yang sedang ku bayangkan penuh ketidakpastian. Tapi untuk pertama kalinya, ketidakpastian tidak terasa menakutkan.
- Hubungan itu berakhir. Setelahnya, aku tidak merasa menang. Aku merasa lebih ringan. Rasa lega itu datang begitu cepat sampai membuatku takut.
Itulah quotes buku Back to Me karya Aurelie Moeremans. Semoga kutipan-kutipan di atas bisa menginspirasimu untuk bangkit dari patah hati dan memulihkan luka terdalammu, ya!




![[QUIZ] Dari Pengalaman Pacaran, Ayo Bongkar Sisi Gelap yang Selama Ini Disembunyikan](https://image.idntimes.com/post/20260807/capture-20260807-155335_3d7e9c24-1ea0-4972-bde4-0670835c4979.png)



![[QUIZ] Kalau Tinggal di Upin Ipin Universe, Kamu Seorang yang Logis atau Kreatif?](https://image.idntimes.com/post/20251223/upload_f4f1df8e3817abc303ecdd901de1d6c9_94dacbd7-dba1-4234-89f1-4739513d52bd.png)

![[QUIZ] Kamu Lebih Takut Dikhianati atau Ditinggalkan oleh Orang Lain?](https://image.idntimes.com/post/20260422/pexels-polina-zimmerman-3958424_3d91c67d-1051-4165-abed-b2f642262e12.jpg)







![[QUIZ] Kuis Gambar Senja Ini Pancarkan Aura Kamu Positive Vibes atau Tidak](https://image.idntimes.com/post/20241126/smiling-young-female-enjoying-vacation-23-2148137912-77c72d5a51c824c06c3bc8ce39bc6412-4f9c802c8742a9be43b7aa6a2d8f6427.jpg)



