Comscore Tracker

#GreenBeauty 6 Gaya Hidup Ini Bisa Selamatkan Lingkungan di Masa Depan

Yuk ikut terapkan demi masa depan yang lebih hijau!

Di tengah berkembangnya teknologi yang membuat peradaban dan gaya hidup kita yang semakin maju, ternyata kita masih harus berkutat dengan permasalahan lingkungan hidup. Salah satu persoalan yang sering dianggap remeh tapi sebenarnya sangat genting, yaitu sampah plastik yang sangat mencemari lingkungan, bukan cuma di daratan melainkan juga lautan. Apabila dibiarkan, tentu permasalahan ini dapat mengancam kehidupan anak-cucu kita kelak.

Menurut artikel yang dimuat di National Geographic, diperkirakan ada 150 Ton metrik sampah plastik yang mencemari lautan di dunia. Jumlah tersebut diakumulasikan meningkat menjadi 600 juta Ton metrik pada tahun 2040 apabila tidak ada penanggulangan yang serius.

Bisa dibayangkan apa jadinya kalau sampah plastik menumpuk di mana-mana, seperti di taman, jalanan, sungai, hingga lautan yang sangat mengganggu ekosistem alam. Tanah-tanah tak lagi subur dan hijau karena endapan sampah yang sulit terurai, tak ada lagi pantai atau pulau yang bisa jadi pilihan liburan keluarga karena sampah mengapung di lautnya, sulitnya menyantap seafood karena populasinya yang semakin sedikit akibat sampah, dan banyak lagi kemungkinan terburuk yang membuat kehidupan di masa depan tak lagi indah.

Kita bisa memulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga untuk menyelamatkan masa depan lingkungan dengan menjalani kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Enggak perlu melakukan kebiasaan yang sulit, cukup dimulai dari yang termudah. Dan pastinya, kebiasaan ini tetap dapat mendukung lifestyle kita yang bisa menginspirasi orang lain.

1. Bawa tumbler dan alat makan sendiri jika memungkinkan

#GreenBeauty 6 Gaya Hidup Ini Bisa Selamatkan Lingkungan di Masa DepanPexels.com/bach hanzo

Mulai sekarang biasakan membawa tumbler dan alat makan sendiri saat berpergian. Entah saat kita ke mall, kafe, atau restoran sekalipun. Karena saat ini masih banyak kafe maupun restoran yang menggunakan alat makan seperti sedotan, sendok dan garpu berbahan dasar plastik, hingga piring atau bungkus makanan yang terbuat dari styrofoam.

Plastik dan styrofoam merupakan dua dari beberapa jenis sampah lainnya yang sangat sulit terurai sehingga sangat mengancam keberlangsungan ekosistem lingkungan hidup. Jenis sampah lainnya yang susah terurai yaitu sampah botol, kaca, popok atau pembalut, kaleng alumunium dan banyak lagi.

Di sisi lain, membawa tumbler dan alat makan sendiri ke mana pun enggak membuat kita terlihat seperti anak-anak. Justru membuat kita tampak lebih elegan karena sudah sangat aware pada lingkungan. Kita juga bisa lebih percaya diri untuk menunjukkan kebiasaan hidup ramah lingkungan ini di media sosial. Lebih lagi, sekarang sudah banyak tumbler dan alat makan yang punya desain dan warna lucu yang bisa jadi konten di media sosial. Dan yang tak kalah penting, kebiasaan ini dapat membuat kita lebih aman karena menjauhkan diri dari paparan virus seperti COVID-19 yang mewabah saat ini.

2. Pilih kafe atau restoran yang sudah menggunakan produk ramah lingkungan 

#GreenBeauty 6 Gaya Hidup Ini Bisa Selamatkan Lingkungan di Masa DepanPexels.com/Roman Odintsov

Kalau masih sering kelupaan membawa tumbler dan alat makan sendiri, setidaknya cobalah lebih selektif saat akan makan di kafe atau restoran. Kita bisa mengutamakan untuk memilih yang sudah menggunakan peralatan yang ramah lingkungan. Meski masih belum banyak, tapi setidaknya sudah ada kafe dan restoran yang menerapkan kebijakan tersebut. Kita bisa mencari tahu informasi tersebut lebih detail di internet.

Langkah ini mungkin berisiko bisa menurunkan jumlah pengunjung ke kafe atau restoran yang masih belum menggunakan produk ramah lingkungan kalau disuarakan lebih masif. Tapi percayalah, itu sifatnya hanya sementara karena pada akhirnya akan mendorong kafe dan restoran lainnya untuk menggunakan peralatan yang ramah lingkungan sebagaimana keinginan konsumen.

Pastinya ada rasa bangga sekaligus haru apabila kita benar-benar mampu bukan hanya menyuarakan, tapi juga menjalani hingga dapat menginspirasi orang banyak untuk dapat mengikutinya. Jadi enggak ada salahnya mulai memilih kafe atau restoran yang ramah lingkungan dan mengunggahnya di media sosial.

Pada akhirnya, langkah ini akan membawa kebiasaan baru bagi pengelola kafe dan restoran di Indonesia. Dan bayangkan, di masa mendatang, setiap orang akan berlomba-lomba makan di kafe atau restoran yang lebih ramah lingkungan dan tak malu menunjukkannya kepada dunia melalui media sosial.

Baca Juga: #GreenBeauty Dari Rumah, Kamu Layak jadi Superhero Kehidupan

3. Mulai selektif belanja produk yang ramah lingkungan  

#GreenBeauty 6 Gaya Hidup Ini Bisa Selamatkan Lingkungan di Masa DepanPexels.com/Mehrad Vosoughi

Saat ini ada banyak produsen yang sudah berkomitmen untuk lebih ramah lingkungan. Komitmen ini perlu kita dukung dengan lebih memilih membeli produk-produk tersebut. Tapi produsen apa saja sih yang sudah mulai menerapkan produk ramah lingkungan? Setidaknya ada produsen pakaian, makanan kemasan, keperluan rumah tangga, hingga produk kecantikan yang sudah menunjukkan komitmennya.

Jadi, mulai sekarang usahakan mencari tahu lebih dulu apakah merek tertentu sudah menggunakan bahan yang ramah lingkungan atau belum apabila hendak membeli pakaian. Sementara kalau untuk produsen makanan kemasan, keperluan rumah tangga, maupun produk kecantikan, kita bisa melihat dari kode pada kemasannya. Biasanya kode tersebut ada di bagian bawah kemasan.

Beberapa bentuk kodenya seperti “Green DOT” yang mengartikan produsen kemasan sudah mendukung daur ulang pada kemasannya. Ada juga simbol panah recycle yang menandakan kemasan bisa didaur ulang. Kode lain yang biasanya digunakan oleh kemasan produk kecantikan, seperti “PET” (Polyethylene Terephthalate), “PP” (Polypropylene), dan “PE” (Polyethylene). Kode-kode tersebut menandakan kalau kemasan dapat di-recycle sampai beberapa kali.

Salah satu produsen produk kecantikan yang sudah memiliki kode-kode tersebut pada kemasannya ialah Garnier. Hal tersebut merupakan bukti komitmen Garnier yang turut andil dalam menjaga lingkungan yang merupakan bagian dari kampanye Garnier Green Beauty.

Melalui kampanye tersebut, Garnier menghadirkan produk-produk dengan kemasan yang ramah lingkungan, di antaranya Garnier Light Complete, Sakura White, Micellar Water, Face Mask, dan Pure Active. Enggak cuma itu, Garnier juga sudah memastikan produk-produknya tidak mengorbankan hewan pada tahap pengujian atau cruelty free, baik untuk bahan maupun produk akhir. Jadi, tidak ada salahnya kalau mulai sekarang kita lebih mengutamakan membeli produk Garnier untuk memenuhi kebutuhan perawatan kulit sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan.

Selain menghadirkan kemasan yang ramah lingkungan, ada banyak informasi lain mengenai upaya Garnier untuk berkontribusi terhadap lingkungan dalam kampanye #GarnierGreenBeauty yang bisa diakses di sini: https://www.garnier.co.id/green-beauty. 

Setelah tahu kampanyenya dan memutuskan untuk ikut berkomitmen bersama Garnier dengan membeli produknya, maka jangan ragu untuk menunjukkan pada dunia melalui media sosial kalau kita sudah menjadi bagian dari kalangan yang lebih peduli pada lingkungan.

4. Membiasakan diri memungut sampah yang ditemukan

#GreenBeauty 6 Gaya Hidup Ini Bisa Selamatkan Lingkungan di Masa DepanPexels.com/Marta Ortigosa

Ada satu kegiatan sederhana yang kalau dilakukan dengan sukarela dan rutin dapat memberikan dampak besar pada lingkungan serta kebiasaan masyarakat, yakni memungut sampah yang ditemukan lalu membuangnya ke tempat sampah. Terdengar sederhana, tapi butuh effort dan komitmen agar bisa menjalaninya. Karena saat akan memulainya pasti akan terasa sangat berat mengingat sampah tersebut sebenarnya milik orang lain.

Tapi kita bisa mulai membiasakan hal itu dari lingkungan sekitar rumah. Seperti yang sudah penulis biasa lakukan, yakni selalu memungut sampah setiap kali menemukan di lingkungan rumah lalu membuangnya ke tempat sampah.

Hal itu juga penulis lakukan setiap kali berkunjung di suatu tempat, entah di pantai, kebun binatang, hutan pinus, maupun tempat lainnya. Enggak perlu menelusuri seluruh area, cukup pungut sampah yang tak sengaja ditemukan di sepanjang jalan yang kita lalui, di dekat tempat kita makan, duduk, atau di sekitar tempat kita bermain. Percayalah, tindakan sederhana seperti itu cepat atau lambat akan dihargai dan bisa membuka mata orang lain untuk dapat mengikuti.

5. Mulai kelola sampah rumah tangga untuk jadi investasi masa depan melalui aplikasi eRecycle 

#GreenBeauty 6 Gaya Hidup Ini Bisa Selamatkan Lingkungan di Masa DepanDokumen pribadi/Rahardian Shandy

Saat mulai peduli pada lingkungan, biasanya akan muncul banyak kekhawatiran di dalam diri kita. Salah satunya, bagaimana caranya untuk tidak menjadi kontributor sebagai pembuang sampah plastik atau jenis sampah lain yang sulit terurai. Karena di sisi lain, tidak mudah untuk bisa mendaur ulang sampah sendirian, apalagi menyimpannya.

Tapi, sekarang kekhawatiran semacam itu bisa disingkirkan dengan memanfaatkan aplikasi eRecycle seperti yang sudah penulis lakukan. Di dalam aplikasi juga terdapat informasi mengenai jenis sampah apa saja yang dapat dipilah untuk diberikan. Dari informasi tersebutlah, penulis mulai mengumpulkan sampah-sampah yang ada di rumah, seperti kantong plastik, botol bekas air mineral, kemasan produk kecantikan bekas, kardus dan koran bekas, pipa, botol kaca, hingga kaleng.

Mudahnya lagi, setelah input data di aplikasi, kita cukup menunggu sampah untuk dijemput. Setelah sampah diambil oleh pihak e-Recycle, kita akan mendapatkan poin sesuai dengan berat sampah yang diberikan. Dan yang membanggakan lagi, setiap poin yang kita dapat itu akan didonasikan untuk pendidikan anak-anak pemulung yang akan disalurkan oleh Garnier Indonesia.

Keberadaan aplikasi eRecycle ini merupakan #onegreenstep bagi penulis untuk bisa berkontribusi lebih pada lingkungan sekaligus pada pemerataan pendidikan masa depan bagi anak-anak Indonesia yang kurang mampu. Jadi, rasanya akan sia-sia banget kalau enggak memanfaatkan aplikasi ini. 

6. Menghijaukan lingkungan tempat tinggal  

#GreenBeauty 6 Gaya Hidup Ini Bisa Selamatkan Lingkungan di Masa DepanPexels.com/Cottonbro

Kebiasaan hidup lainnya yang sangat sederhana untuk masa depan yang lebih baik, yaitu dengan aktif menanam tumbuhan apa pun di sekitar rumah. Menghijaukan lingkungan tempat tinggal ini sudah membudaya di tempat tinggal penulis, di mana setiap rumah pasti memiliki tanaman yang tumbuh untuk penghijauan. Mulai dari bunga, pohon mangga, cincau, sampai tanaman hias seperti lidah mertua hingga janda bolong.

Meski tidak berdampak besar jika dibandingkan dengan menghijaukan hutan yang semakin gundul, setidaknya dengan begitu kita sudah berusaha memperbaiki kualitas udara di sekitar tempat tinggal.

Percayalah, tidak ada perbuatan sia-sia atas apa pun yang kita kerjakan dengan konsisten dan komitmen agar dapat berkontribusi untuk kondisi bumi yang lebih baik dengan tak menyerah menjalani kebiasaan-kebiasaan ramah lingkungan ini.

Abaikan ucapan miring orang lain yang ragu pada tindakan kita. Lakukan saja secara terus menerus dan jangan berkecil hati menyebarkan kebiasaan-kebiasaan tersebut melalui media sosial. Sampai suatu saat nanti kebiasaan hidup ramah lingkungan ini akan diikuti dan menjadi tren masyarakat ke depan.

Memang tidak mudah untuk bisa memperbaiki kondisi lingkungan saat ini karena diperlukan kolaborasi dan gerakan bersama, seperti antara #GarnierxIDNTimes yang berkolaborasi untuk dapat menginspirasi dan mendorong masyarakat, khususnya generasi milenial agar mulai peduli pada kondisi lingkungan hidup di masa depan.

Baca Juga: #GreenBeauty 5 Gaya Hidup Ini Bisa Diterapkan untuk Selamatkan Bumi

Rahardian Shandy Photo Verified Writer Rahardian Shandy

Rutin menulis sejak 2011. Beberapa cerpennya telah dibukukan dan dimuat di media online. Ia juga sudah menulis 4 buah buku non-fiksi bertema bisnis. Sementara buku fiksi pertamanya terbit pada 2016 lalu berjudul Mariana (Indie Book Corner).

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya