ilustrasi menonton video pendek (pexels.com/Lekhnath Phuyel)
Maraknya video pendek yang tersedia di beberapa platform media sosial, menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama jika bicara soal kesehatan mental. Goldfield, melalui laman Psychology Today mengungkapkan, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti telah menyelidiki bagaimana penggunaan jenis konten ini terkait kesehatan mental, kognisi, dan kesejahteraan. Mereka juga meneliti, siapa yang paling berisiko dengan adanya kebiasaan menonton short video.
Hasilnya, tingkat penggunaan video pendek yang lebih tinggi secara konsisten dikaitkan dengan hasil kesehatan mental yang lebih buruk, terutama di kalangan remaja dan mereka yang beranjak dewasa. Beberapa gejala yang kerap ditemui di antaranya :
Suasana hati negatif, kecemasan, dan stres
Tingkat kesepian yang tinggi dan kesejahteraan emosional yang rendah
Risiko lebih besar terhadap penggunaan yang bermasalah atau kompulsif
Durasi tidur lebih pendek dan tidak berkualitas
"Pola yang mencerminkan bagaimana dan mengapa kaum muda terhubung dengan platform ini, bukan hanya berapa lama mereka menggunakannya, adalah poin penting dari timbulnya gejala-gejala tersebut," ungkap Goldfield.
Tak hanya kesehatan mental, menurut Goldfield, ada banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bagaimana penggunaan video pendek berhubungan dengan fungsi kognitif, termasuk kemampuan fungsi eksekutif yang sangat penting untuk keberhasilan di sekolah dan pekerjaan.
Penggunaan video pendek yang berlebihan sering dikaitkan dengan dampak perhatian yang lebih buruk, pengaturan dan pengendalian diri yang kurang, kemampuan berbahasa yang lebih rendah, kemampuan penalaran kognitif yang menurun drastis, dan memori kerja yang lebih buruk. Sifat video pendek yang cepat merangsang dan berulang dapat mempersulit fokus pada tugas-tugas yang lebih lambat dan membutuhkan usaha.