ilustrasi menonton video pendek (pexels.com/stayhereforu)
Konten yang menarik dan beragam dengan durasi singkat, membuat orang kadang tidak sadar telah menatap gawai cukup lama. Hal ini dapat memicu terjadinya kecanduan dan sulit berhenti untuk terus menonton video-video lainnya. Kecanduan video pendek, menurut Goldfield, akan berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih lambat dan membutuhkan usaha lebih.
" Menonton video pendek secara berlebihan, memberi beban kognitif yang kuat pada otak yang bisa berdampak buruk pada kognisi, sebuah mekanisme yang disebut Digital Stress Hypothesis," terang Goldfield.
Penggunaan video pendek berlebihan bisa mengurangi waktu tidur, yang sangat penting untuk menjaga fungsi kognitif dan kesehatan mental yang kuat selama masa remaja ketika otak masih berkembang. Dampak buruk lainnya adalah mengurangi perilaku lain yang mendukung kesehatan mental dan kognitif, seperti aktivitas fisik, menghabiskan waktu berkualitas bersama teman dan keluarga, menekuni hobi, mengembangkan bakat, dan menata masa depan.
Mengutip dari Independent, Dr. Nidhi Gupta seorang ahli endokrinologi anak yang mempelajari waktu penggunaan layar, mengatakan pada NBC News bahwa orang dewasa yang lebih tua mungkin juga berisiko. Dengan banyaknya waktu luang dan kurangnya keakraban dengan teknologi, mereka bisa rentan terhadap efek konten berdurasi pendek.
"Mungkin terlalu dini untuk mengklaim malapetaka universal," kata Gupta. "Penelitian tentang rokok, alkohol, dan narkoba memerlukan waktu 75 tahun atau lebih untuk berkembang. Tapi, saya akan terkejut jika dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, kita tidak melihat tanda-tanda serupa yang memvalidasi kepanikan terkait video pendek ini," lanjutnya.
Meskipun belum bisa dipastikan seratus persen berdampak sangat buruk, tapi menonton video pendek tetap harus dibatasi, terutama bagi anak-anak dan remaja yang masih berkembang. Kesehatan mental dan fisik mereka harus tetap terjaga, salah satunya dengan memberikan kegiatan yang lebih mengasah otak dan kemampuan fisiknya.