Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Salat Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah, Pahalanya Besar!

4 Salat Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah, Pahalanya Besar!
ilustrasi orang sedang salat di masjid (unsplash.com/Rumman Amin)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan empat salat sunnah utama yang dianjurkan Rasulullah SAW, yaitu tahajud, dhuha, rawatib sebelum subuh, dan witir dengan keutamaan pahala besar.
  • Salat tahajud dilakukan pada sepertiga malam terakhir untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sedangkan salat dhuha dikerjakan pagi hari dengan pahala setara haji dan umrah.
  • Salat rawatib dua rakaat sebelum subuh bernilai lebih baik dari dunia dan seisinya, sementara salat witir menjadi penutup malam dengan jumlah rakaat ganjil yang disukai Allah SWT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam satu hari, seorang muslim harus menjalankan salat lima waktu. Mulai dari salat subuh sebelum matahari terbit, salat zuhur, salat asar, salat magrib yang dilakukan sesaat setelah matahari terbenam, dan salat isya. Nah, karena hukumnya wajib, ibadah salat lima waktu gak boleh ditinggalkan.

Selain salat lima waktu, ada juga beberapa ibadah salat yang hukumnya sunnah, seperti salat dhuha, tahajud, hingga salat tarawih yang dilakukan selama bulan Ramadan. Meski gak wajib dilakukan, beberapa ibadah salat ini memiliki pahala yang gak main-main besarnya. Berikut ibadah salat sunnah dengan pahala terbesar yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

1. Salat tahajud

ilustrasi seorang pria sedang melakukan salat tahajud
ilustrasi seorang pria sedang melakukan salat tahajud (unsplash.com/Imad Alassiry)

Bisa dibilang, salat tahajud merupakan ibadah salat sunnah yang paling dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim. Berbeda dengan salat lain yang dilakukan siang atau sore hari, salat tahajud dilakukan pada sepertiga malam atau dini hari. Untuk melakukannya, kita disarankan untuk tidur terlebih dahulu.

Dikenal juga dengan nama qiyam-ul-lail, ibadah salat ini dicintai Allah SWT. Di sisi lain, banyak umat muslim melakukan salat tahajud untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, sekaligus juga memanjatkan banyak doa. Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ، يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَهُ

"Rabb kami Tabaaraka wa Ta’aalaa turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’anya, barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi permintaannya, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’" (HR. Bukhari, Muslim)

2. Salat dhuha

ilustrasi seorang kakek sedang melakukan salat dhuha
ilustrasi seorang kakek sedang melakukan salat dhuha (unsplash.com/Imad Alassiry)

Jika tahajud dilakukan pada dini hari, maka salat dhuha merupakan ibadah salat yang dilakukan di pagi hari. Waktu salat dhuha sendiri sebetulnya cukup panjang. Di mulai dari setelah matahari telah terbit sepenuhnya, dan berakhir kira-kira 15 menit sebelum salat dzuhur. Meski begitu, kebanyakan orang melakukan ibadah salat ini di pagi hari saat sinar matahari masih hangat.

Rasulullah SAW sendiri gak pernah meninggalkan salat ini, menunjukkan betapa istimewa ibadah salat dhuha. Dalam beberapa hadist disebutkan bahwa pahala salat dhuha setara dengan pahala melakukan ibadah umrah dan haji. Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

مَنْ صَلَّى الغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

“Barangsiapa mengerjakan shalat subuh dengan berjamaah lalu duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit dan kemudian mengerjakan shalat dua raka’at, maka pahala shalat itu baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (Hadits Riwayat Tirmidzi)

3. Salat rawatib (Dua rakaat sebelum subuh)

ilustrasi jamaah di masjid sedang melakukan salat rawatib
ilustrasi jamaah di masjid sedang melakukan salat rawatib (unsplash.com/Nils Huenerfu)

Salat tahajud bukan satu-satunya salat sunnah yang bisa kamu kerjakan pada dini hari. Selain tahajud, kamu juga bisa mengerjakan salat rawatib, salat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum salat subuh. Sama seperti dhuha, salat rawatib juga merupakan ibadah salat sunnah yang gak pernah tinggalkan oleh Rasulullah SAW, bahkan ketika beliau sedang dalam perjalanan sekalipun.

Gak ketinggalan, salat sunnah rawatib memiliki pahala yang besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengatakan bahwa pahala salat ini lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dari Aisyah Radhiyallahu anhuma yang berbunyi:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا. أخرجه مسلم.

”Dua raka’at fajar (Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

4. Salat witir

ilustrasi seorang jamaah sedang salat witir
ilustrasi seorang jamaah sedang salat witir (unsplash.com/Aldin Nasrun)

Witir secara bahasa memiliki arti “jumlah ganjil”. Berbeda dengan ibadah salat sunnah lainnya, salat witir memiliki jumlah rakaat yang ganjil. Kenapa harus ganjil? Karena Allah SWT itu Maha Esa (Tunggal) dan menyukai bilangan ganjil termasuk dalam rakaat salat witir. Kebanyakan orang melaksanakannya sebanyak 3 rakaat yang dibagi menjadi dua rakaat pertama dan satu rakaat terakhir, tetapi kamu juga bisa mengerjakan salat witir sebanyak 5, 7, 9, dan jumlah bilangan ganjil lainnya.

Salat witir biasanya dikerjakan setelah salat isya dan menjadi salat penutup malam. Namun, waktu salat witir yang paling utama justru di sepertiga malam terakhir, karena di waktu paling mustajab untuk berdoa. Dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ.

“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.” (HR. at-Tirmidzi)

Salat sunnah memang gak wajib untuk dikerjakan. Namun, jangan salah, pahala yang didapat dari salat sunnah gak main-main lho besarnya. Apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang, menjadi kesempatan buat kita semua untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us