Comscore Tracker

6 Peran Nabi Muhammad dalam Kehidupan yang Wajib Jadi Panutan

Mengenal peran Nabi Muhammad selain sebagai utusan Allah

Di antara miliaran manusia yang hidup di dunia, sudah sepatutnya umat muslim menjadikan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai panutan dan idola. Dalam Al-Qur'an, dijelaskan bahwa

"Sesungguhnya, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab, [33]:21).

Bukan hanya mengemban tugas sebagai utusan Allah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam nyatanya juga merupakan seorang ayah, suami, hingga panglima perang. Kesemua peran tersebut ia jalankan dengan baik sehingga sangat perlu kita contoh.

Berikut ini IDN Times sajikan informasi tentang peran Nabi Muhammad dalam kehidupan yang wajib kita jadikan sebagain panutan. Baca sampai habis, ya!

1. Anak yang mandiri

6 Peran Nabi Muhammad dalam Kehidupan yang Wajib Jadi Panutanilustrasi anak laki-laki mencuci piring (pexels.com/Gustavo Fring)

Lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, Nabi Muhammad mungkin bukanlah anak yang memiliki masa kecil paling menyenangkan. Di usianya yang masih muda, anggota keluarga terdekatnya sudah lebih dahulu pulang kepada Allah.

Sebelum lahir ke dunia, sang ayahanda, Abdullah, sudah terlebih dahulu meninggal dunia. Setelah lahir, Nabi Muhammad diasuh oleh Halimah, ibu susunya. Di saat menginjak usia enam tahun, ia baru dikembalikan kepada ibunya, Aminah.

Waktu bersama ibundanya pun juga tak terlalu lama. Dalam perjalanan pulang ke Makkah dari ziarah ke makam ayahnya, ibunya menderita sakit keras. Sayang, Aminah tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia di al-Abwa', daerah antara Makkah dan Madinah.

Dua tahun berselang, yakni di usia 8 tahun, Nabi Muhammad ditinggal oleh kakek tercintanya, Abdul Muthalib, sehingga pengasuhan beralih ke pamannya, Abu Thalib. Bersama pamannya, Muhammad kecil kerap diajak berniaga bahkan berdagang hingga ke Negeri Syam.

Sekalipun menghabiskan masa kecilnya tanpa kehadiran kedua orangtua kandungnya, atas izin Allah, Nabi Muhammad tumbuh menjadi anak dengan perilaku terpuji. Dirinya cerdas, patuh, serta membantu keluarganya.

Bukan hanya itu, Muhammad kecil juga tergolong anak yang mandiri. Bahkan, sewaktu muda, dirinya pernah bekerja sebagai penggembala kambing di Kampung Bani Sa'ad dan memperoleh upah darinya.

2. Ayah yang penyayang sekaligus bijaksana

6 Peran Nabi Muhammad dalam Kehidupan yang Wajib Jadi Panutanilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Monstera)

Suri teladan Rasulullah juga dapat dilihat dari perannya sebagai seorang ayah. Luput dari kasih sayang orangtua, tak lantas membuat Nabi Muhammad menjadi bapak yang kasar. Malah sebaliknya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Hal ini tercermin ketika Nabi memilihkan pasangan yang terbaik untuk putri-putrinya, seperti Fathimah dengan Ali bin Abi Thalib.

Di samping penyayang, Nabi Muhammad juga bukanlah ayah yang otoriter. Alih-alih mendikte, setiap keputusan yang menyangkut kemaslahatan anaknya akan selalu ia diskusikan kepada mereka.

Saat putrinya sudah menikah pun, Rasulullah tidak mencampuri urusan rumah tangga mereka. Dirinya memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk mengatasi masalah sendiri selagi masih mampu.

Tak lupa pula, tentu Nabi membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama supaya mereka hidup dalam jalan kebenaran. Wajib dicontoh, nih!

3. Suami yang baik kepada keluarga dan istri

6 Peran Nabi Muhammad dalam Kehidupan yang Wajib Jadi Panutanilustrasi suami istri (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Selain ayah yang penyayang, Rasulullah juga merupakan sosok kepala keluarga yang baik. Kepada istri-istrinya, ia bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Hal ini seperti yang disebutkan Anas bin Malik, pelayan Nabi selama 10 tahun, bahwa

"Aku tidak pernah melihat seorang pria yang lebih sayang kepada anggota keluarganya, selain Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."

Tak suka main tangan, Nabi adalah laki-laki yang romantis. Setiap pagi, ia senantiasa mengunjungi para istrinya untuk memberi wejangan dan ajaran agama. Dirinya juga menemani mereka apabila ada yang mengadu ataupun sakit.

Belum sampai situ saja sikap gentle Rasulullah. Meski merupakan suami, ia sama sekali tak pernah menyusahkan istri-istrinya. Malahan, Nabi kerap menolong mereka dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Bahkan, di saat sandalnya rusak dan bajunya koyak, Rasulullah memperbaiki semuanya sendiri.

Sayangnya, sejumlah laki-laki muslim malah sekadar mencontoh praktik poligami yang dilakukan Rasulullah. Padahal, beristri lebih dari satu, tapi tak mampu berlaku adil, hanya akan menimbulkan masalah alih-alih menghidupkan sunah.

Jadi, buat para pemuda yang masih melajang, yuk, perbaiki diri supaya kelak mampu menjadi kepala keluarga yang baik dan bertanggung jawab seperti yang dicontohkan Rasulullah.

Baca Juga: Shallallahu Alaihi Wassallam Sebagai Gelar dan Selawat Nabi Muhammad

4. Pedagang dan pengusaha yang jujur

6 Peran Nabi Muhammad dalam Kehidupan yang Wajib Jadi PanutanSeorang pedagang Erwin saat melayani pembeli. (IDN Times/Ricky Lodar)

Bisa dikatakan, jiwa kewirausahaan sudah mendarah daging dalam diri Rasulullah. Ini tentu tak mengherankan karena sejak kecil, ia sudah terlibat dalam perdagangan lintas negara di bawah asuhan pamannya. Nenek moyang Nabi, suku Quraish, pun juga dikenal sebagai pedagang yang ulung.

Ketika berdagang, Nabi selalu menjunjung tinggi kejujuran. Dirinya transparan, adil, dan tidak ada yang ia sembunyikan. Terbukti, dagangan yang dibawa Rasulullah selalu mendatangkan keuntungan.

Bahkan, prinsip yang ia junjung tinggi ini membuatnya dijuluki sebagai Al-Amin—orang yang terpercaya—dan menarik perhatian seorang pengusaha kaya Makkah, yakni Khadijah.

Sayyidatina Khadijah terpikat dengan pribadi Nabi yang jujur, amanah, dan jenius. Kemudian, keduanya menikah dan Nabi pun tetap membantu istri pertamanya itu berdagang. Bahkan, di tangannya, bisnis Khadijah semakin sukses dan berkah.

5. Pemimpin negara yang adil

6 Peran Nabi Muhammad dalam Kehidupan yang Wajib Jadi PanutanIlustrasi pemimpin (Pexels.com/RODNAE Productions)

Peran Nabi Muhammad dalam kehidupan berikutnya juga mencakup wilayah yang lebih luas, yakni negara. Sebagai seorang kepala negara, Nabi dikenal sangat amanah.

Dirinya tidak pernah berbuat zalim dan bertindak sewenang-wenang. Ia juga selalu memprioritaskan Islam ketimbang kepentingan pribadinya.

Di bawah kepemimpinannya, ada empat hal yang Rasulullah pernah lakukan dalam membentuk masyarakat Islam, di antaranya

  • mendirikan masjid;
  • menyelesaikan konflik antara kelompok Muhajirin dan Anshar serta mempersatukan keduanya;
  • membuat perjanjian saling membantu antara umat muslim dan nonmuslim; serta
  • menjadikan Al-Qur'an sebagai rujukan kebijakan politik, sosial, dan ekonomi.

Jadi, sebagai seorang pemimpin, Rasulullah bukan hanya mengajak orang untuk mentauhidkan Allah, tetapi juga menegakkan keadilan, menjaga persatuan, dan mewujudkan kemaslahatan umat.

6. Panglima perang yang berani dan berwibawa

6 Peran Nabi Muhammad dalam Kehidupan yang Wajib Jadi Panutanilustrasi ksatria (pixabay.com/ha11ok)

Di samping sikap lembut dan penyayang, Rasulullah juga merupakan seorang yang gagah dan berani, terlebih berperang. Kehadirannya di medan perang mampu membuat pasukan musuh ciut.

Sebagai panglima perang, bukan hanya strategi yang dipikirkan. Rasulullah juga senantiasa memotivasi dan membakar semangat pasukannya untuk tetap maju melakukan perlawanan. Kepada tawanan perang sekalipun, Nabi tidak berbuat zalim.

Tercatat, kurang lebih ada 26 perang yang dipimpin langsung oleh Rasulullah selama 10 tahun di Madinah. Beberapa di antaranya adalah:

  • Perang Badar
  • Perang Uhud
  • Perang Khaibar
  • Perang Khandaq
  • Perang Bani Quraizah
  • Fathu Makkah
  • Perang Hunain
  • Perang Mut'ah
  • Perang Tabuk

Tentu, peperangan tersebut bukan atas dasar nafsu Rasulullah, melainkan atas perintah Allah SWT untuk membela Islam dan melawan orang-orang yang memerangi agama Allah.

Itulah tadi ulasan tentang peran Nabi Muhammad dalam kehidupan. Semoga menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, ya!

Baca Juga: Makna Tahun Baru Islam dan Hijrah Nabi Muhammad

Topic:

  • Bella Manoban
  • Febriyanti Revitasari
  • Retno Rahayu

Berita Terkini Lainnya