ilustrasi stres (unsplash.com/Elisa Ventur)
Kalau to-do list yang awalnya membantu sekarang malah membuatmu ingin menghindarinya, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri. Bisa jadi masalahnya terletak pada sistem yang sudah terlalu rumit, terlalu panjang, atau gak sesuai dengan kebutuhanmu saat ini. Daftar tugas seharusnya memberikan gambaran mengenai apa yang perlu dilakukan, bukan membuat semua pekerjaan terasa mendesak secara bersamaan.
Kamu bisa mulai dengan memisahkan daftar besar dari daftar harian. Simpan berbagai kewajiban dan ide di satu tempat, kemudian pilih beberapa pekerjaan yang benar-benar perlu dikerjakan dan masukkan ke jadwal. Setelah itu, gunakan pengingat untuk tugas penting sehingga kamu gak perlu terus mengandalkan ingatan untuk mengingat semuanya.
Sistem tersebut juga gak harus selalu sama. Kalau setelah beberapa hari kamu merasa jumlah tugas masih terlalu banyak, kurangi lagi dan lihat perubahan yang terjadi. Tujuannya bukan membuat daftar yang terlihat sempurna, melainkan menemukan cara mengatur pekerjaan yang membuatmu lebih mudah memulai dan menyelesaikannya.
To-do list sebenarnya hanyalah alat untuk membantumu mengelola berbagai tanggung jawab. Kalau daftar tersebut malah membuatmu stres, mungkin masalahnya bukan karena kamu kurang disiplin, tapi karena terlalu banyak hal yang harus dipikirkan dalam satu waktu. Penelitian dalam Scientific Reports menunjukkan bahwa proses perencanaan dapat meningkatkan beban mental karena kamu perlu memikirkan dan mengatur berbagai langkah untuk mencapai tujuan. Sementara itu, penelitian dalam Attention, Perception, & Psychophysics menunjukkan bahwa beban kognitif juga dapat memengaruhi cara seseorang menentukan urutan tugas.
Jadi, gak masalah kalau kamu perlu memperpendek daftar, memindahkan sebagian tugas ke kalender, atau membuat sistem yang lebih sederhana. Mulailah dengan menentukan apa yang benar-benar perlu dikerjakan hari ini, berikan waktu yang realistis, lalu biarkan tugas lainnya menunggu di tempat yang sudah kamu siapkan. Dengan sistem yang lebih sesuai, to-do list bisa kembali menjadi alat bantu yang membuat aktivitas harian terasa lebih terkendali, bukan daftar panjang yang bikin kamu ingin kabur.