6 Genre Buku yang Cocok Dibaca Ibu untuk Mengurangi Stres, Sudah Punya?

Menjadi ibu kadang terasa seperti punya daftar tugas yang gak pernah benar-benar habis. Baru selesai menyiapkan sarapan, sudah ada cucian yang menunggu. Belum lagi urusan anak, rumah, pekerjaan, sampai hal-hal kecil yang tiba-tiba muncul dan harus segera dibereskan. Di tengah rutinitas seperti ini, membaca buku bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk memberi jeda kepada diri sendiri.
Gak harus menunggu punya waktu berjam-jam untuk menikmati sebuah buku. Membaca beberapa halaman sambil menunggu anak tidur, saat suasana rumah mulai tenang, atau ketika sedang menikmati secangkir teh pun bisa menjadi momen yang menyenangkan. Pilihan bukunya juga gak harus selalu serius, karena tujuan utamanya adalah membuat pikiran sedikit lebih rileks dan memberi ruang untuk bernapas.
1. Novel dengan cerita ringan

ilustrasi buku-buku (freepik.com/freepik) Novel dengan alur yang ringan bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin sejenak keluar dari rutinitas sehari-hari. Cerita tentang persahabatan, keluarga, perjalanan, atau kehidupan tokoh yang relatable bisa membuat pikiranmu teralihkan dari pekerjaan rumah yang belum selesai. Kamu cukup duduk, membuka halaman, lalu membiarkan dirimu mengikuti kehidupan tokoh di dalam cerita.
Buat ibu yang sudah seharian memikirkan banyak hal, membaca novel juga bisa terasa seperti liburan kecil tanpa perlu pergi ke mana-mana. Kamu bisa tertawa karena tingkah tokohnya, penasaran dengan kelanjutan ceritanya, atau bahkan ikut terbawa suasana. Pilih cerita yang memang membuatmu nyaman, bukan buku yang justru membuat kepala semakin penuh.
2. Buku humor yang bikin ketawa

ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Artem Podrez) Kalau kamu sedang lelah, mungkin gak ada salahnya memilih buku yang bisa membuatmu tertawa. Buku humor berisi cerita pendek, pengalaman sehari-hari, atau kejadian absurd bisa menjadi teman yang menyenangkan ketika kamu butuh hiburan. Bahkan beberapa halaman saja bisa cukup untuk membuat suasana hati terasa sedikit lebih ringan.
Humor juga punya cara unik untuk membuat masalah sehari-hari terasa lebih sederhana. Kamu mungkin membaca cerita tentang kekacauan di rumah dan tiba-tiba berpikir, 'Oh, ternyata aku gak sendirian.' Momen kecil seperti ini bisa membuat kamu merasa lebih terhibur tanpa harus melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi.
3. Buku kumpulan cerita pendek

ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Monstera Production) Kalau kamu merasa sulit menyediakan waktu panjang untuk membaca, kumpulan cerita pendek bisa menjadi pilihan yang pas. Satu cerita biasanya bisa selesai dalam waktu yang relatif singkat sehingga kamu gak perlu merasa harus menyelesaikan banyak halaman sekaligus. Kamu bisa membaca satu cerita hari ini, lalu melanjutkannya kapan saja ketika punya waktu.
Format seperti ini cocok untuk ibu yang kesehariannya penuh kejutan. Baru membaca beberapa halaman, tiba-tiba anak memanggil? Gak masalah, bukunya bisa ditutup dan dilanjutkan lagi nanti. Kebiasaan membaca pun tetap bisa berjalan tanpa membuatmu merasa punya satu tugas tambahan yang harus diselesaikan.
4. Buku pengembangan diri yang ringan

ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Yaroslav Shuraev) Buku pengembangan diri juga bisa menjadi teman ketika kamu sedang ingin memahami diri sendiri. Pilih buku yang bahasanya ringan dan pembahasannya dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya tentang menetapkan batasan, mengelola waktu, menerima diri, atau membangun kebiasaan yang lebih sehat.
Kamu gak perlu membaca buku seperti ini sambil mencari jawaban untuk semua masalah hidup. Ambil satu atau dua gagasan yang terasa relevan, lalu pikirkan bagaimana penerapannya dalam keseharian. Kadang, satu kalimat yang terasa 'kena banget' sudah cukup untuk membuat kita melihat sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda.
5. Buku puisi dan tulisan reflektif

ilustrasi membaca buku (Pexels.com/Christina Morillo) Ada kalanya kepala terlalu penuh untuk mengikuti cerita yang panjang. Saat seperti itu, buku puisi atau kumpulan tulisan reflektif bisa menjadi pilihan yang lebih ringan. Kamu bisa membuka halaman secara acak, membaca beberapa bait atau paragraf, lalu berhenti sejenak untuk menikmati kata-katanya.
Bacaan seperti ini juga bisa memberi ruang untuk mengenali perasaan sendiri. Ada tulisan yang mungkin membuatmu tersenyum, merasa dipahami, atau tiba-tiba teringat pada pengalaman tertentu. Kamu gak perlu buru-buru mencari makna besar dari setiap halaman karena membaca juga boleh dilakukan hanya untuk menikmati suasana.
6. Buku parenting yang gak menggurui

ilustrasi membaca buku (pexels.com/Min An) Buku parenting bisa membantu ketika kamu memang sedang ingin mendapatkan perspektif baru tentang kehidupan bersama anak. Namun, pilih bacaan yang terasa menemani dan memberikan wawasan, bukan yang membuatmu merasa semakin bersalah karena belum menjadi orang tua yang sempurna. Ibu juga manusia yang bisa lelah, bingung, salah mengambil keputusan, dan membutuhkan waktu untuk belajar.
Bacaan parenting yang baik bisa membuatmu merasa lebih tenang ketika menghadapi situasi tertentu bersama anak. Kamu bisa mendapatkan ide baru, memahami sudut pandang anak, atau menemukan cara yang lebih sesuai untuk menghadapi rutinitas keluarga. Setelah selesai membaca, harapannya kamu merasa lebih siap menjalani hari, bukan malah membawa daftar kesalahan baru yang harus dipikirkan.
Membaca untuk mengurangi stres gak harus mengikuti tren buku tertentu. Buku yang sedang populer belum tentu menjadi bacaan yang tepat untukmu saat sedang lelah. Kalau kamu lebih menikmati novel romantis, cerita lucu, komik, puisi, atau cerita pendek, silakan pilih yang membuatmu ingin membuka halaman berikutnya.
Yang paling penting adalah memberikan izin kepada diri sendiri untuk menikmati waktu membaca tanpa merasa bersalah. Beberapa halaman yang dibaca dengan tenang bisa menjadi bentuk kecil dari merawat diri di tengah kesibukan sebagai ibu. Jadi, kalau hari ini kamu punya waktu sepuluh menit untuk membaca, manfaatkan saja momen itu karena kamu juga berhak punya waktu untuk menikmati cerita yang kamu sukai.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















