Gak Cuma Healing, Shinrin-yoku Jadi Cara Jepang Redakan Burnout

- Shinrin-yoku, atau mandi hutan, diperkenalkan Badan Kehutanan Jepang pada 1982 sebagai praktik menikmati alam melalui pancaindra untuk mendukung gaya hidup sehat.
- Praktiknya tidak memerlukan pendakian: berjalan santai atau duduk 20–30 menit di ruang hijau sambil menjauhkan gadget dan memperhatikan suara, aroma, serta tekstur alam.
- Sejumlah penelitian mengaitkan waktu di alam dengan penurunan stres, tekanan darah, dan detak jantung; praktik sederhana ini kembali diminati Gen Z di tengah rutinitas digital.
Kalau biasanya healing identik dengan staycation, jalan-jalan, atau pergi jauh untuk menjauh sejenak dari rutinitas, Jepang punya cara yang jauh lebih sederhana. Namanya shinrin-yoku atau yang populer disebut forest bathing, yaitu meluangkan waktu di tengah alam sambil benar-benar menikmati suasana hutan dengan seluruh indra.
Praktik yang sudah dikenal di Jepang ini, bukan sekadar jalan-jalan di antara pepohonan. Shinrin-yoku dapat membantu tubuh lebih rileks, menurunkan respons stres, dan memberi ruang bagi pikiran yang sudah terlalu penuh akibat pekerjaan maupun rutinitas harian. Lantas, seperti apa cara melakukannya?
1. Apa itu shinrin-yoku?

Ilustrasi ke hutan (magnific.com/pvproductions) Shinrin-yoku berasal dari Jepang dan secara harfiah berarti “mandi hutan”. Istilah ini diperkenalkan oleh Badan Kehutanan Jepang pada 1982 untuk mengajak masyarakat meluangkan waktu di alam sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Bukan benar-benar mandi di hutan, praktik ini mengajak kamu menikmati suasana alam lewat panca indra.
Kamu gak harus mendaki atau masuk hutan jauh untuk mencobanya. Berjalan pelan, duduk di bawah pepohonan, mendengarkan suara alam, memperhatikan daun, atau menghirup aroma hutan sudah bisa menjadi bagian dari shinrin-yoku, tanpa target jarak maupun kecepatan.
Sejumlah penelitian menemukan bahwa menghabiskan waktu di alam dapat membantu menurunkan stres, tekanan darah, dan detak jantung serta membuat tubuh lebih rileks. Jadi, shinrin-yoku bisa menjadi jeda sederhana ketika kepala terasa penuh akibat pekerjaan dan rutinitas sehari-hari.
2. Cara healing dengan shinrin-yoku

Ilustrasi ke hutan (magnific.com/ededchechine) Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menjauhkan gadget untuk sementara. Setelah itu, berjalanlah dengan santai atau cari tempat nyaman untuk duduk, lalu mulai memperhatikan apa yang ada di sekitar lewat panca indra, mulai dari warna daun, suara burung, aroma tanah hingga tekstur pepohonan.
Gak perlu lama-lama atau menjadikannya olahraga berat. Meluangkan sekitar 20 hingga 30 menit untuk berjalan pelan, duduk diam, dan menikmati alam tanpa distraksi sudah bisa menjadi jeda kecil dari rutinitas yang bikin kepala penuh.
3. Kenapa shinrin-yoku kembali disukai Gen Z?

Ilustrasi ke hutan (magnific.com/nikitabuida) Di tengah rutinitas yang serba cepat dan hidup yang hampir selalu terhubung dengan layar, shinrin-yoku menawarkan cara sederhana untuk benar-benar berhenti sejenak. Gak heran kalau praktik asal Jepang ini kembali menarik perhatian Gen Z yang mulai mencari cara untuk mengurangi distraksi dan menikmati waktu tanpa harus terus terhubung dengan gadget.
Menariknya, shinrin-yoku juga gak membutuhkan persiapan rumit atau biaya besar. Cukup datang ke ruang hijau, berjalan perlahan atau duduk sambil menikmati suara, aroma, dan pemandangan alam. Justru karena sederhana, praktik ini terasa relevan dengan kebutuhan untuk memperlambat ritme di tengah rutinitas yang padat.
Kalau akhir-akhir ini kamu merasa kepala terlalu penuh, mungkin gak selalu butuh liburan panjang untuk mengambil napas. Bisa jadi, sedikit waktu di tengah pepohonan sudah cukup untuk memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk kembali melambat!
Julie Sczerbinski, pendiri The Forest Therapy School, mengatakan dalam Vogue bahwa kegiatan ini adalah tentang beralih dari pikiran menuju tubuh kita. "Kita tidak perlu berpikir saat menjalani terapi hutan. Fokus kita adalah merasakan hutan melalui pancaindra. Pikiran menjadi tenang, kita hadir sepenuhnya di saat ini, dan tubuh kita terhubung dengan pengalaman akan hidup yang sesungguhnya."
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
![[QUIZ] Pilih Adegan di Upin Ipin, Ini Cara Kamu Healing dari Circle Toxic](https://image.idntimes.com/post/20251009/pexels-yankrukov-7640791_d059a579-bc2c-4df0-9b01-79a8008deb5e.jpg)

![[QUIZ] Dari Tempat Healing yang Paling Tenang, Temukan Hal yang Menguras Energi](https://image.idntimes.com/post/20241218/1000059754-99a83272f9010317982b89aac9ec1a00-848d78dae0884cb66761a8a80e9d288d.jpg)



















