Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sholat Lailatul Qadar Jam Berapa? Ini Waktu Terbaiknya

Sholat Lailatul Qadar Jam Berapa? Ini Waktu Terbaiknya
Illustrasi orang yang sedang sholat (pexels.com/Thirdman)
Intinya Sih
  • Sholat Lailatul Qadar dapat dilakukan setelah salat Isya hingga menjelang Subuh karena termasuk qiyamul lail.

  • Waktu yang paling dianjurkan adalah sepertiga malam terakhir.

  • Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil seperti 21, 23, 25, 27, atau 29.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mencari tahu sholat Lailatul Qadar jam berapa adalah hal yang sering dilakukan seorang muslim saat memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Banyak orang ingin tahu apakah sholat malam tersebut harus dilakukan tepat tengah malam atau bisa setelah tarawih.

Secara umum, sholat pada malam Lailatul Qadar bisa dilakukan setelah salat Isya hingga menjelang Subuh. Namun, waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir.

Jika ingin memaksimalkan ibadah istimewa ini, pahami waktu sholat, amalan yang dianjurkan, serta cara menghidupkan malam Lailatul Qadar. Simak penjelasannya di bawah ini, ya.

Table of Content

Sholat Lailatul Qadar jam berapa?

Sholat Lailatul Qadar jam berapa?

Sholat Lailatul Qadar bisa dilakukan mulai setelah salat Isya sampai sebelum Subuh, karena termasuk dalam kategori qiyamul lail atau sholat malam. Qiyamul lail adalah ibadah sholat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah Isya, seperti tarawih, tahajud, witir, dan salat sunnah lainnya.

Dalam praktiknya, ada beberapa waktu yang umum dilakukan umat Islam ketika menghidupkan malam Lailatul Qadar. Berikut rincian waktunya.

1. Setelah salat Isya dan tarawih

Banyak muslim memulai ibadah malam sejak setelah sholat Isya dan tarawih di masjid atau di rumah. Waktu ini termasuk awal malam yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

Beberapa amalan yang sering dilakukan setelah tarawih antara lain:

  • Salat sunah dua rakaat atau lebih
  • Membaca Al-Qur’an
  • Berdzikir dan berdoa
  • Mendengarkan kajian atau tadarus.

Waktu ini cocok bagi kamu yang ingin memulai ibadah lebih awal, terutama jika khawatir sulit bangun tengah malam.

2. Tengah malam

Sebagian orang memilih melakukan salat pada tengah malam, sekitar pukul 23.00 sampai 01.00. Waktu ini sering dianggap lebih tenang karena aktivitas sudah berkurang dan tubuh lebih bugar setelah bangun tidur.

Pada fase ini, kamu bisa mulai melakukan:

  • Salat tahajud
  • Membaca Al-Qur’an lebih lama
  • Berdoa dengan khusyuk

Meski bukan waktu paling utama, ibadah pada tengah malam tetap termasuk dalam qiyamul lail.

3. Sepertiga malam terakhir

Sepertiga malam terakhir adalah waktu paling dianjurkan untuk shlat malam, termasuk saat menghidupkan malam Lailatul Qadar. Rentangnya biasanya sekitar pukul 01.00 hingga 03.30 atau menjelang sahur.

Waktu ini dianggap paling utama karena dalam banyak hadis disebutkan bahwa:

  • Allah membuka pintu doa pada sepertiga malam terakhir
  • Doa dan istighfar lebih mudah dikabulkan
  • Suasana lebih tenang sehingga ibadah lebih khusyuk.

Inilah sebabnya banyak orang memilih bangun sahur lebih awal untuk melakukan tahajud dan doa di malam Lailatul Qadar.

Tata cara sholat malam saat Lailatul Qadar

Sudah tahu sholat Lailatul Qadar jam berapa, kan? Lantas, bagaimana cara melaksaankannya? Melansir NU Online, sholat Lailatul Qadar dikerjakan dua rakaat dengan tata cara sebagai berikut:

Rakaat pertama

  1. Membaca niat shalat sunnah Lailatul Qadar.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah.
  4. Setelah itu membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali.
  5. Melanjutkan gerakan shalat seperti biasa (rukuk, i’tidal, sujud).

Rakaat kedua

  1. Membaca Surat Al-Fatihah.
  2. Dilanjutkan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali.
  3. Menyelesaikan shalat hingga tasyahud akhir dan salam.

Kapan malam Lailatul Qadar terjadi?

Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam ganjil. Artinya, malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan memiliki peluang lebih besar.

Alasannya karena dalam beberapa hadis Nabi Muhammad disebutkan bahwa:

  • Lailatul Qadar terjadi di sepuluh malam terakhir
  • Malam ganjil lebih diutamakan untuk mencarinya

Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan konsisten beribadah setiap malam, bukan hanya menunggu satu malam tertentu. Beberapa tanda yang sering disebut terkait malam Lailatul Qadar antara lain:

  • Suasana malam terasa lebih tenang
  • Udara tidak terlalu panas atau dingin
  • Matahari pagi tampak lembut tanpa sinar menyilaukan

Namun, tanda-tanda tersebut sering kali baru diketahui setelah malam berlalu. Jadi, cara terbaik adalah tetap memperbanyak ibadah di setiap malam terakhir Ramadan.

Amalan yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar

Selain sholat malam, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar. Amalan ini bertujuan memperbanyak ibadah karena pahala pada malam tersebut sangat besar.

Beberapa amalan yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Memperbanyak istighfar untuk memohon ampunan
  • Berdoa karena malam ini dikenal sebagai waktu mustajab
  • Berdzikir untuk mengingat Allah secara terus-menerus
  • I’tikaf di masjid jika memungkinkan.

Selain itu, baca doa pada malam Lailatul Qadar. Berikut doanya:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya, “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”

Doa ini berarti memohon ampunan kepada Allah karena Dia Maha Pemaaf dan mencintai orang yang memohon ampun.

Tips memaksimalkan ibadah di malam Lailatul Qadar

ilustrasi sholat Lailatul Qadar (pexels.com/Michael Burrows)
ilustrasi sholat Lailatul Qadar (pexels.com/Michael Burrows)

Menghidupkan malam Lailatul Qadar tidak hanya tentang mengetahui sholat Lailatul Qadar jam berapa. Inji juga tentang bagaimana kamu mempersiapkan diri agar ibadah berlangsung lebih maksimal. Persiapan yang baik membantu kamu lebih fokus dan konsisten dalam beribadah.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk memaksimalkan ibadah pada malam Lailatul Qadar:

  1. Buat jadwal ibadah malam dari setelah Isya hingga sebelum Subuh
  2. Tidur lebih awal agar mudah bangun tahajud
  3. Kurangi distraksi dari ponsel atau hiburan
  4. Fokus pada kualitas ibadah, bukan jumlah rakaat
  5. Perbanyak doa dan dzikir
  6. Sering membaca Al-Qur’an.

Dengan menerapkan beberapa langkah sederhana tersebut, kamu bisa memanfaatkan waktu malam Ramadan dengan lebih baik. Persiapan yang teratur membantu ibadah terasa lebih khusyuk, sehingga peluang mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar juga semakin besar.

Kesimpulan

Jadi, sholat Lailatul Qadar jam berapa sebenarnya tidak memiliki satu waktu pasti. Salat malam bisa dilakukan sejak setelah Isya hingga menjelang Subuh, tetapi waktu yang paling dianjurkan adalah sepertiga malam terakhir sekitar pukul 02.00 sampai menjelang Subuh.

Karena malam Lailatul Qadar dirahasiakan, cara terbaik adalah menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan. Misalnya, dengan sholat malam, memanjatkan doa, melafalkan dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

Sekarang, kamu sudah jadi tahu kapan waktu terbaik sholat malam Lailatul Qadar dan bagaimana cara memaksimalkan ibadahnya. Jika kamu ingin menambah wawasan seputar ibadah Ramadan, jangan lewatkan artikel informatif lainnya di IDN Times.

FAQ seputar sholat Lailatul Qadar jam berapa

Sholat Lailatul Qadar jam berapa waktu terbaik?

Waktu terbaik sholat malam saat Lailatul Qadar adalah pada sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 01.00 hingga menjelang Subuh.

Apakah sholat Lailatul Qadar harus tengah malam?

Tidak harus. Sholat malam bisa dilakukan kapan saja setelah Isya sampai Subuh. Jadi, bisa tengah malam atau sepertiga malam terakhir.

Sholat Lailatul Qadar berapa rakaat?

Dua rakaat dengan membaca  Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali.

Kapan malam Lailatul Qadar biasanya terjadi?

Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melalui proses editing oleh tim content IDN Times untuk memastikan kualitas serta ketepatan informasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati
Follow Us