Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Amalan Bulan Mei 2026, Momen Persiapan Idul Adha yang Penuh Berkah

Amalan Bulan Mei 2026, Momen Persiapan Idul Adha yang Penuh Berkah
Ilustrasi tahun baru Islam (pexels.com/ Ahmed Aqtai)
Intinya Sih
  • Bulan Mei 2026 menjadi masa persiapan spiritual menuju Idul Adha, dengan fokus pada peningkatan ibadah dan amalan sunah di bulan haram Zulkaidah.
  • Umat Muslim dianjurkan memperbanyak puasa sunah seperti Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, serta menghidupkan 10 hari pertama Zulhijah dengan salat, zikir, dan sedekah.
  • Menjelang Idul Adha pada 27 Mei 2026, puasa Tarwiyah dan Arafah disarankan sebagai puncak ibadah sebelum perayaan kurban dan hari Tasyrik yang penuh takbir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Mei 2026 menjadi salah satu momen penting dalam kalender ibadah umat Muslim. Di bulan ini, suasana sudah mulai terasa menuju Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026. Tidak hanya soal perayaan, tapi juga tentang bagaimana mempersiapkan diri secara spiritual melalui berbagai amalan sunah dan peningkatan ibadah harian.

Selain itu, sebagian waktu di bulan ini masih berada dalam bulan haram, yaitu Zulkaidah, yang dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak amal baik. Ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kebiasaan ibadah sebelum memasuki hari-hari utama di bulan Zulhijah. Berikut amalan yang bisa dilakukan!

1. Puasa sunah sebagai fondasi ibadah

Ilustrasi puasa
Ilustrasi puasa (pexels.com/ Alena Darmel)

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Di tahun 2026, jadwalnya jatuh pada Kamis, 30 April 2026; Jumat, 1 Mei 2026; dan Sabtu, 2 Mei 2026. Meski dimulai di akhir April, rangkaiannya tetap berlanjut di awal Mei, jadi penting untuk diperhatikan agar tidak terlewat.

Selain itu, puasa Senin-Kamis bisa terus dijaga setiap pekan sebagai amalan rutin. Kombinasi keduanya membantu membangun kebiasaan ibadah yang konsisten. Dari sini, tubuh dan mental juga lebih siap untuk menjalani ibadah yang lebih intens di pertengahan hingga akhir bulan.

2. Menghidupkan 10 hari pertama Zulhijah

ilustrasi berdoa bersama
ilustrasi berdoa bersama (pexels.com/RDNE Stock project)

Mulai 18 Mei 2026, umat Muslim memasuki 10 hari pertama bulan Zulhijah. Ini adalah salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, baik yang wajib maupun sunah. Amalan seperti salat sunah, membaca Al-Qur’an, zikir, dan sedekah sangat dianjurkan di periode ini.

Nilai ibadah di hari-hari ini sangat besar, bahkan disebut lebih utama dibanding hari-hari lainnya. Karena itu, banyak yang memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan hanya sekadar menambah jumlahnya. Ini juga jadi momen memperbaiki diri sebelum hari raya.

3. Puasa Tarwiyah dan Arafah

Ilustrasi Bulan Puasa
Ilustrasi Bulan Puasa (pexels.com/Gül Işık)

Menjelang Idul Adha, ada dua puasa sunah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026 dan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026. Puasa Arafah memiliki keutamaan besar karena dipercaya dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Dua hari ini sering jadi puncak ibadah sebelum Idul Adha. Selain berpuasa, dianjurkan juga untuk memperbanyak doa dan zikir. Suasananya lebih tenang dan reflektif, sehingga cocok untuk mendekatkan diri secara lebih dalam.

4. Idul Adha, Takbir, dan Hari Tasyrik

Ilustrasi ibadah
Ilustrasi ibadah (pexels.com/Alena Darmel)

Puncaknya adalah Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026. Selain melaksanakan salat Id, umat Muslim yang mampu dianjurkan untuk berkurban. Ibadah ini bukan hanya tentang ritual, tapi juga bentuk kepedulian sosial dan keikhlasan.

Setelah itu, masuk ke hari Tasyrik pada 28, 29, dan 30 Mei 2026. Di hari-hari ini, umat Muslim dilarang berpuasa, namun dianjurkan untuk memperbanyak takbir dan menikmati rezeki yang ada. Takbir sendiri sudah bisa mulai dikumandangkan sejak awal Zulhijah, menambah suasana syukur dan kebersamaan.

Bulan Mei 2026 adalah momen yang tepat untuk memperkuat kebiasaan ibadah. Dengan jadwal yang jelas, setiap amalan bisa dijalankan lebih maksimal dan penuh makna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Related Articles

See More