ilustrasi persahabatan (pexels.com/Chu Chup Hinh)
Kalau kamu punya kebiasaan membuka kembali kotak berisi kartu lama, mungkin kamu juga menikmati rasa nostalgia yang muncul dari benda-benda tersebut. Satu kartu bisa membawamu kembali ke ulang tahun tertentu, masa sekolah, pertemanan lama, atau fase kehidupan yang sudah berlalu. Rasanya seperti membuka kapsul waktu kecil yang menyimpan cerita dari periode berbeda dalam hidupmu. Gak heran kalau aktivitas sederhana tersebut bisa terasa menyenangkan meskipun gak memberikan manfaat praktis.
Dalam pembahasan American Psychological Association, profesor psikologi Krystine Batcho, PhD, menjelaskan nostalgia sebagai pengalaman emosional yang dapat membantu seseorang melihat keterkaitan berbagai bagian dalam identitas dan perjalanan hidupnya. Kartu-kartu lama bisa menjadi pemicu nostalgia karena di dalamnya terdapat nama, tulisan, tanggal, serta pesan yang berkaitan dengan pengalaman tertentu. Ketika kamu melihatnya kembali, berbagai potongan masa lalu tersebut dapat terasa seperti terhubung dengan siapa dirimu sekarang.
Kebiasaan menyimpan kartu ucapan gak selalu berarti kamu sulit membuang barang lama. Bisa jadi, kamu adalah salah satu dari para pemilik sifat seseorang yang menyimpan kartu ucapan dari orang lain, yakni suka menghargai kenangan, perhatian, dan usaha orang lain. Selembar kartu yang terlihat biasa bagi orang lain dapat memiliki cerita yang sangat personal ketika berada di tanganmu. Selama benda tersebut masih memberikan rasa hangat dan mengingatkanmu pada momen berharga, gak ada salahnya mempertahankannya sebagai bagian kecil dari perjalanan hidup.