"Salah satu responden bahkan mengatakan bahwa pada awal tinggal di tempat baru, ia merasa buruk dalam mengerjakan berbagai tugas rumah tangga," tulis Bochaver dkk. dalam jurnal “Leaving the Parental Home by Emerging Adults: A Choice or a Challenge?” yang dipublikasikan YOUNG.
5 Skill Hidup yang Baru Terasah saat Kamu Merantau

Merantau membuat urusan domestik seperti membersihkan rumah, mencuci piring, dan merapikan kamar menjadi tanggung jawab rutin pribadi.
Tinggal mandiri menuntut pengelolaan anggaran untuk kos, makan, transportasi, tagihan, serta persediaan kebutuhan rumah agar tidak habis mendadak.
Perantau perlu mengatur waktu dan prioritas di tengah kuliah, kerja, serta kehidupan sosial, sekaligus mengambil keputusan dan mencari bantuan yang tepat saat menghadapi masalah.
Merantau sering kali membuat seseorang baru sadar kalau banyak urusan yang dulu terlihat sepele, ternyata cukup merepotkan. Saat masih tinggal bersama keluarga, mungkin ada urusan yang sebelumnya mungkin dikerjakan bersama keluarga, mulai dari mengatur uang sampai mengurus tempat tinggal.
Begitu tinggal sendiri, semua urusan tersebut otomatis berpindah ke tangan sendiri. Dari sinilah, berbagai skill kehidupan mulai dipelajari. Berikut beberapa di antaranya!
1. Membersihkan dan merawat rumah

ilustrasi menyapu (pexels.com/cottonbro studio) Saat masih tinggal bersama orangtua, urusan seperti menyapu, mencuci piring, membereskan kamar, atau menjaga rumah tetap rapi, mungkin gak selalu menjadi tanggung jawab utama. Setelah tinggal sendiri, berbagai pekerjaan tersebut perlu masuk ke rutinitas sehari-hari.
Bochaver dkk. melakukan penelitian terhadap 24 orang dewasa muda berusia 18–25 tahun untuk melihat pengalaman mereka ketika meninggalkan rumah orangtua. Hasilnya, sebagian responden mengalami kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah ketika pertama kali pindah.
2. Mengatur anggaran untuk kebutuhan sehari-hari

ilustrasi menghitung dengan kalkulator, budgeting, anggaran (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya) Merantau juga membuat seseorang perlu lebih sadar ke mana uangnya pergi. Mulai dari biaya tempat tinggal, makan, transportasi, tagihan, sampai pengeluaran kecil yang sebelumnya mungkin gak terlalu dipikirkan sebelumnya. Hidup mandiri atau keluar dari rumah orangtua memaksa seseorang mengaktifkan Financial Mindfulness (kesadaran finansial).
"Orangtua perlu bersikap transparan dan asertif terhadap batasan biaya hidup mandiri (kos, makan, tagihan) agar anak tidak mengalami kecemasan finansial akibat tekanan sosial lingkungan baru," tulis terapis Loriann Oberlin, MS, LCPC dalam artikel berjudul 'What’s It Take for Young Adults to Be Grown Up?' dari psychologytoday.com.
3. Mengurus kebutuhan rumah sendiri

Ilustrasi memasukkan sayuran ke kulkas (pexels.com/Kevin MalikKevin Malik) Ketika tinggal sendiri, hal-hal yang sebelumnya mungkin dilakukan atau disiapkan oleh orang lain, menjadi tanggung jawab pribadi. Memastikan air minum tersedia, membeli perlengkapan mandi, menyediakan bahan makanan, hingga mengganti barang yang sudah habis merupakan bagian dari tanggung jawab domestik sehari-hari.
"Tinggal sendiri memaksa seseorang mengalami proses pendewasaan kognitif," tulis Clinical Professor Frank J. Ninivaggi, M.D. dalam Psychology Today.
Kemampuan ini berkaitan dengan executive functions, yaitu kemampuan mental untuk mengatur perilaku demi mencapai tujuan. Alhasil, kita belajar mengantisipasi kebutuhan, mengecek persediaan, dan mempersiapkannya sebelum menjadi mendesak.
4. Mengatur waktu dan prioritas

ilustrasi menikmati waktu membaca buku (pexels.com/Toàn Văn) Ketika tinggal sendiri, urusan rumah harus berjalan bersamaan dengan kuliah, pekerjaan, istirahat, dan kehidupan sosial. Karena itu, seseorang perlu mulai menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dulu dan kapan waktunya.
Penelitian Bochaver dkk. juga menunjukkan bahwa setelah pindah, orang dewasa muda bisa menghadapi banyak tanggung jawab yang sebelumnya belum pernah mereka temui. Salah satu responden bahkan menggambarkan perpindahan ke kota baru dan masuk kuliah sebagai kondisi ketika dirinya sekaligus dibebani banyak tanggung jawab baru.
5. Menyelesaikan masalah tanpa selalu bergantung pada orang lain

ilustrasi konseling masalah kejiwaan (pexels.com/MART PRODUCTION) Tinggal jauh dari keluarga berarti ada lebih banyak keputusan yang perlu dibuat sendiri. Ketika masalah sehari-hari muncul, seseorang perlu menentukan langkah yang harus diambil, mencari solusi, hingga mengetahui kapan harus meminta bantuan dari sumber yang tepat.
Menurut Professor Sylvie Naar, Ph.D., dari Behavioral Sciences and Social Medicine, Florida State University, kemampuan tersebut merupakan bagian dari proses belajar mengelola kehidupan secara mandiri.
“Ketika masalah sehari-hari muncul, proses menentukan tindakan, mengeksplorasi solusi, hingga secara bijak mencari bantuan yang tepat (resource utilization) merupakan latihan kognitif nyata yang mengubah seseorang menjadi pribadi yang adaptif dan mandiri," ungkapnya dalam Psychology Today.
Itu tadi 5 skill kehidupan yang baru terasah saat merantau. Kira-kira, mana yang sudah kamu kuasai?





















