Tren slow reading (membaca lambat) hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya digital yang serba cepat, instan, dan penuh distraksi. Tren ini memfokuskan kembali pada pengalaman membaca yang sebenarnya, bukan pada jumlah buku yang selesai dibaca.
Hal ini sejalan dengan popularitas buku fisik yang mengalami kebangkitan, di mana sebagian besar pembaca tertarik kembali oleh sensasi sentuhan kertas. Tren ini mengarah pada sesuatu yang telah lama dinanti dalam budaya membaca, yaitu keinginan mendalam untuk benar-benar fokus pada satu bacaan, alih-alih hanya membaca sekilas, seperti yang ditawarkan bacaan digital.
Jika kamu mulai kembali membaca buku fisik, ketahui lebih banyak tentang slow reading, tren membaca pelan untuk menikmati buku dengan lebih sadar di sini!
