Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Strategi Mengatasi Prokrastinasi agar Awali Tahun Baru Lebih Fokus

ilustrasi pria burnout
ilustrasi pria burnout (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
Intinya sih...
  • Pecah tugas besar menjadi bagian lebih kecil
  • Terapkan teknik pomodoro untuk jaga konsentrasi
  • Buat daftar prioritas yang realistis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki tahun baru sering jadi momen refleksi, tetapi banyak orang masih kesulitan memulai langkah dengan fokus. Prokrastinasi kerap menjadi penghalang utama, membuat rencana besar terasa tertunda dan target sulit tercapai. Sadar atau tidak, kebiasaan menunda pekerjaan bisa menguras energi mental dan membuat motivasi menurun tanpa terasa.

Untuk memulai tahun baru dengan produktivitas yang maksimal, diperlukan strategi konkret agar prokrastinasi bisa dikendalikan. Cara ini bukan sekadar soal disiplin, tetapi juga soal membangun kebiasaan cerdas dan konsisten. Jadi, kalau mau memulai tahun baru dengan fokus dan lebih tenang, yuk simak lima strategi berikut satu per satu!

1. Pecah tugas besar menjadi bagian lebih kecil

ilustrasi fokus kerja
ilustrasi fokus kerja (unsplash.com/Alvaro Reyes)

Salah satu penyebab utama prokrastinasi adalah tugas besar yang terasa berat dan menakutkan. Saat tugas dibagi menjadi bagian lebih kecil, setiap langkah terasa lebih ringan dan lebih mudah diatasi. Strategi ini membantu mengurangi rasa cemas sekaligus meningkatkan motivasi untuk menyelesaikan satu per satu.

Setiap bagian kecil bisa dijadikan target harian sehingga kemajuan lebih terasa nyata. Dengan cara ini, fokus lebih terjaga karena energi tidak habis untuk membayangkan keseluruhan tugas. Selain itu, pencapaian kecil akan memberikan rasa puas yang memacu semangat untuk melanjutkan bagian berikutnya.

2. Terapkan teknik pomodoro untuk jaga konsentrasi

ilustrasi peregangan kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi peregangan kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Teknik pomodoro memungkinkan seseorang bekerja dalam interval waktu yang pendek tetapi intens, biasanya 25 menit kerja dan 5 menit istirahat. Metode ini efektif untuk menjaga fokus sekaligus mencegah kelelahan mental. Ketika konsentrasi terjaga, kebiasaan menunda pekerjaan bisa diminimalkan.

Selain itu, pomodoro memberikan struktur yang jelas untuk waktu produktif. Setiap sesi terasa lebih terkontrol dan target lebih mudah dipenuhi. Dengan ritme yang konsisten, fokus menjadi lebih kuat dan prokrastinasi perlahan berkurang.

3. Buat daftar prioritas yang realistis

ilustrasi mengatur prioritas
ilustrasi mengatur prioritas (pexels.com/Ahmed)

Membuat daftar prioritas bukan sekadar menulis tugas yang harus diselesaikan, tetapi juga menata urutan berdasarkan urgensi dan dampak. Daftar yang realistis membantu seseorang memilih langkah yang paling penting dan menahan diri dari pekerjaan yang kurang relevan. Strategi ini mempermudah pengelolaan waktu dan energi.

Dengan prioritas yang jelas, fokus bisa diarahkan pada hal-hal yang benar-benar mendukung pencapaian tujuan. Setiap item yang dicentang akan menimbulkan rasa kemajuan yang nyata. Kebiasaan ini membentuk pola pikir produktif yang mencegah timbulnya rasa malas.

4. Atur lingkungan agar mendukung produktivitas

ilustrasi meja kerja (pexels.com/Pew Nguyen)
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Pew Nguyen)

Lingkungan sekitar sangat memengaruhi kemampuan fokus dan kebiasaan menunda. Ruang kerja yang rapi, pencahayaan yang cukup, serta minim gangguan digital membantu seseorang tetap konsentrasi. Kondisi yang mendukung secara fisik dan mental mencegah godaan menunda pekerjaan.

Selain itu, menempatkan tools atau materi kerja dalam jangkauan memudahkan proses eksekusi. Lingkungan yang mendukung juga meningkatkan kenyamanan sehingga produktivitas lebih stabil. Dengan strategi ini, fokus bisa lebih terjaga tanpa perlu memaksa diri terus-menerus.

5. Berikan reward untuk diri sendiri setelah tugas selesai

ilustrasi pria minum kopi
ilustrasi pria minum kopi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Memberikan penghargaan untuk setiap tugas yang diselesaikan dapat meningkatkan motivasi intrinsik. Reward tidak harus besar, cukup aktivitas sederhana yang menyenangkan seperti menikmati secangkir kopi favorit atau berjalan santai sejenak. Strategi ini memperkuat asosiasi positif antara produktivitas dan kesenangan.

Dengan memberikan reward, otak belajar mengaitkan penyelesaian tugas dengan pengalaman menyenangkan. Kebiasaan ini membantu membentuk siklus positif yang meminimalisir prokrastinasi. Seiring waktu, motivasi internal akan semakin kuat dan fokus menjadi lebih alami.

Mengatasi prokrastinasi membutuhkan strategi yang konkret, konsisten, dan realistis. Mulai dari membagi tugas, memanfaatkan teknik Pomodoro, hingga menciptakan lingkungan yang mendukung, setiap langkah membantu menjaga fokus sepanjang hari. Dengan menerapkan lima strategi ini, tahun baru bisa dimulai dengan produktivitas tinggi dan energi mental yang lebih seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

8 Ide OOTD Ibu dan Anak ala Acha Sinaga, Fashionable Abis!

02 Jan 2026, 02:03 WIBLife