ilustrasi makan bergizi (vecteezy.com/Patlivia Nuswantito)
Terakhir, tanda biaya hidup naik akibat putusan politik adalah kebutuhan yang makin mahal, namun tidak sebanding dengan kenaikan penghasilan. Kamu sudah mengganti lauk daging ayam dengan tempe lebih sering beberapa kali dalam sebulan, mengurangi jajan, dan menunda membeli hal-hal yang sifatnya kebutuhan tersier. Meski begitu, uang bulanan tetap terasa kurang karena kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Misalnya, penghasilan Rp2,5 juta harus dibagi untuk biaya kos Rp800 ribu, makan Rp900 ribu, transportasi Rp300 ribu, serta listrik, paket internet, dan kebutuhan lain Rp300 ribu. Totalnya sudah Rp2,3 juta, sehingga hanya tersisa Rp200 ribu untuk kebutuhan mendadak atau tabungan. Jika pengeluaran makan dan transportasi naik Rp150 ribu, sisa uangmu tinggal Rp50 ribu. Dalam kondisi seperti ini, sedikit saja kenaikan harga membuat kamu tak bisa menabung meski hanya sedikit, apalagi jika ada kebutuhan mendadak seperti harus berobat karena sakit atau memperbaiki kendaraan.
Kebijakan upah minimum ikut menentukan seberapa besar penghasilan minimum yang diterima sebagian pekerja, sedangkan kebijakan ekonomi dan pengendalian inflasi berpengaruh terhadap daya beli. Ketika kenaikan upah tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan, pekerja bisa menerima nominal gaji yang lebih besar tanpa merasakan perbaikan berarti dalam kehidupan sehari-hari. Situasinya lebih berat bagi pekerja informal, pekerja harian, atau orang yang pendapatannya tidak naik secara rutin. Jadi, masalah biaya hidup tidak cukup dijawab dengan anjuran membuat anggaran atau mencari penghasilan tambahan. Kebijakan publik juga perlu dinilai apakah masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan dasar dengan penghasilan yang mereka peroleh.
Masalahnya, masyarakat tidak bisa terus-menerus diminta berhemat ketika harga kebutuhan pokok dan biaya untuk bekerja semakin membebani penghasilan. Keputusan politik seharusnya tidak berhenti pada pengumuman kebijakan atau target ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan apakah dampaknya membuat kehidupan sehari-hari semakin sulit bagi masyarakat berpenghasilan terbatas. Sebab, bagi mereka, kenaikan pengeluaran bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bisa berarti berkurangnya lauk di meja makan atau tertundanya kebutuhan penting lainnya. Menurutmu, kebijakan apa yang paling perlu dievaluasi agar biaya hidup masyarakat tidak semakin berat?
Referensi
"High cost of living: Impact on households." UK Parliament. Diakses pada Oktober 2026.
"Rising living costs, forest fires: Indonesia sees mass protest as students take to the streets." Hindustan Times. Diakses pada Oktober 2026.
"Politicians are the problem behind the cost-of-living squeeze." The Australian Financial Review. Diakses pada Oktober 2026.