Texfest 2026 digelar pada 10-11 Juli 2026 di Nirmana Falatehan, Blok M, Jakarta Selatan. (IDN Times/Dina Salma)
Texfest 2026 mengajak masyarakat untuk melihat industri tekstil dari perspektif yang lebih dekat dan interaktif. Festival ini menghadirkan berbagai aktivitas yang tidak hanya menyasar pelaku industri, tetapi juga pencinta fesyen, kreator, hingga masyarakat umum yang ingin mengenal proses di balik lahirnya sebuah produk fashion.
Menurut Merryta Chan, Marketing Director di Pulau Intan Lestari, gagasan menghadirkan didasarkan pada perubahan zaman sekaligus keinginan untuk hadir secara relevan bagi masyarakat. Jika selama ini perusahaan tekstil lebih banyak dikenal melalui pameran atau kanal bisnis, Texfest 2026 menawarkan pengalaman yang lebih beragam.
"Latar belakangnya karena, pertama Pulau Intan Lestari ini sendirikan kita adalah perusahaan tekstil. Ini sebenarnya, saya mengerti, memang bikin acara seperti ini tuh tidak common sekali untuk perusahaan tekstil. Apalagi dimana kita punya industri tuh lebih banyak tuh B2B. Cuman karena memang mengikuti perubahan zaman. Ibaratnya pergi ke playground, misalkan ada mainannya ada prasotan, ada jungkat-jungkit, lebih seru kan, daripada cuma satu mainan doang?" ujar Merryta.
Texfest 2026 ingin menunjukkan bahwa ekosistem fesyen dapat tumbuh dan berkembang di dalam negeri. Oleh karenanya, dengan diselenggarakan acara ini, bussines owner ataupun masyarakat luas dapat semakin sadar, bahwa berbagai kebutuhan untuk menciptakan produk fashion dapat ditemukan dan dikembangkan di Indonesia.
"Jadi harapannya adalah kalau misalkan orang-orang yang datang berminat sama tekstil, atau berminat sama fashion, pengen bikin semuanya itu di Indonesia, sebenarnya itu bisa," tambahnya.
Sebagai ajang yang mempertemukan berbagai pelaku dalam ekosistem fashion dan tekstil, Texfest 2026 juga menghadirkan sejumlah brand yang andal dan profesional di bidangnya. Di antaranya; Pulau Intan Lestari, Adwaya Cipta Nusantara,PT Winnersumbiri Knitting Factory, Catur Perdana Lestari, PT Dymatic Chemicals Indonesia, Robby Rajasa Jaya, dan Yichang Textiles. Kehadiran setiap perusahaan memberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat inovasi dan material yang mendukung perkembangan industrial fashion indonesia.