Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips IKEA dalam Memanfaatkan THR, untuk Rumah Lebih Fungsional!
Ilustrasi menata rumah (dok. rilis)

Tunjangan Hari Raya atau THR jadi momen untuk memberikan sentuhan baru pada rumah, terlebih mendekati momen Idul Fitri. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, THR mudah terserap untuk kebutuhan dan berakhir dengan meninggalkan tekanan finansial setelah perayaan.

Maka, alokasi THR sejak awal sangat penting agar penggunaannya lebih terarah. Sebagai gambaran, alokasi THR biasanya dibagi ke beberapa kebutuhan, misalnya, 10–15 persen untuk kewajiban keagamaan, 10–20 persen untuk melunasi kewajiban jangka pendek, sekitar 40–50 persen untuk kebutuhan perayaan, dan 10–20 persen untuk tabungan atau cadangan pasca-perayaan.

Artinya, THR sebaiknya tidak hanya dihabiskan untuk konsumsi jangka pendek. Jika ada rencana untuk menyegarkan suasana rumah sebelum Lebaran, penting untuk tetap menjaga keseimbangan anggaran agar kebutuhan lainnya tidak terganggu.

Dengan perspektif ini, IKEA Indonesia membagikan lima langkah sederhana untuk memanfaatkan THR agar rumah terasa lebih nyaman dan fungsional, tanpa membuat pengeluaran membengkak. Cari tahu, yuk!

1. Mulai dari melihat apa yang benar-benar terasa saat rumah ramai

Ilustrasi menata rumah (dok. rilis)

Lebaran adalah momen ketika rumah bekerja lebih keras dari biasanya. Aktivitas yang biasanya terbatas pada keluarga inti tiba-tiba meningkat dengan kehadiran tamu, acara makan bersama, dan interaksi yang lebih padat di ruang tamu atau ruang makan. 

Di sinilah sering terlihat mana bagian rumah yang tidak seefisien yang dibayangkan. Mulai dari meja yang cepat penuh, ruang tamu yang mudah berantakan, hingga perlengkapan tambahan yang tidak punya tempat jelas. 

Pengamatan ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga tentang bagaimana rumah mendukung aktivitas sehari-hari saat kebutuhan meningkat. Dengan menganalisis situasi ini, kamu dapat menentukan titik-titik kritis atau “bottleneck” yang perlu diperbaiki. THR bisa kamu manfaatkan untuk menghadirkan solusi sederhana. 

Solusi IKEA seperti meja lipat, stool tambahan, atau rak dan troli portable yang membantu alur aktivitas tetap lancar. Yang penting, perubahan ini tetap relevan setelah Lebaran, sehingga rumah terasa lebih siap digunakan setiap hari tanpa harus menambah beban finansial atau membuat ruang menjadi sempit.

2. Rencanakan sebelum membeli

Ilustrasi menata rumah (dok. rilis)

Setelah mengetahui bagian rumah mana yang membutuhkan perhatian, langkah berikutnya adalah membuat rencana yang jelas. Perencanaan dimulai dengan mencatat kebutuhan yang muncul dari observasi sehari-hari, kemudian mencari inspirasi atau opsi solusi rumah tangga, seperti yang tersedia di toko dan website IKEA Indonesia.

Opsi ini bisa mencakup membandingkan ukuran dan fungsi furnitur, memilih material yang tahan lama, atau memastikan produk yang diinginkan tersedia. Tahap ini membantu menghindari keputusan impulsif yang kerap muncul saat melihat produk baru di toko atau platform e-commerce.

Sehingga, THR dapat dialokasikan lebih efisien untuk kebutuhan yang bermanfaat dalam jangka panjang. Selain itu, perencanaan juga memungkinkan kamu menyesuaikan pembelian dengan anggaran, sehingga setiap elemen yang ditambahkan memiliki fungsi yang jelas dan memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari di rumah, bahkan setelah suasana Lebaran selesai.

3. Bedakan antara mempercantik dan memperbaiki

Ilustrasi menata rumah (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Menjelang Lebaran, dorongan untuk membuat rumah terlihat rapi dan menarik bagi tamu muncul bersamaan dengan kebutuhan untuk memperbaiki fungsi rumah. Namun, keduanya memiliki dampak yang berbeda pada kenyamanan jangka panjang. 

Memilih perbaikan yang fokus pada kenyamanan dan efisiensi seperti, menata ulang furniture agar pergerakan lebih mudah. Selain itu kamu juga bisa menambah pencahayaan di area berkegiatan, atau menyediakan penyimpanan tambahan untuk barang musiman. Hal ini dapat memberikan manfaat yang dirasakan setiap hari. 

Sementara itu, perubahan yang hanya mempercantik visual rumah bisa cepat kehilangan relevansinya setelah momen Lebaran berakhir. Dengan membedakan antara kebutuhan dekorasi dan perbaikan fungsi, THR dapat dimanfaatkan untuk hal yang benar-benar meningkatkan kualitas hidup di rumah. 

Pendekatan ini memastikan pengeluaran terasa lebih bijak dan rumah tetap bekerja untuk aktivitas keluarga, bukan hanya untuk momen sesaat. Hal ini sekaligus meminimalkan risiko pembelian impulsif yang bisa menguras THR.

4. Tetapkan batas anggaran sejak awal

Ilustrasi menata rumah (dok. rilis)

Setelah merencanakan kebutuhan dan menentukan prioritas, penting untuk menetapkan batas alokasi THR yang akan digunakan. Dengan menentukan besaran anggaran sejak awal, kamu dapat mengontrol pengeluaran, menghindari pembelian yang berlebihan, dan tetap menjaga keseimbangan dengan kewajiban Lebaran lainnya atau tabungan pasca-perayaan. 

Anggaran ini bisa dibagi sesuai prioritas, misalnya sebagian untuk solusi fungsional di rumah, sebagian untuk kebutuhan konsumsi, dan sebagian untuk cadangan dana. Menetapkan batas anggaran membuat setiap keputusan belanja lebih jelas dan terukur, sehingga THR bisa memberikan manfaat lebih tanpa menimbulkan tekanan finansial. 

Pendekatan ini tidak hanya membuat rumah lebih siap menghadapi Lebaran, tetapi juga mendorong kebiasaan finansial yang sehat dan terencana. Pasalnya, setiap pembelian yang dilakukan sudah sesuai kebutuhan yang sebelumnya diidentifikasi, bukan sekadar respons impulsif terhadap dorongan musiman.

5. Gunakan promo sebagai penguat rencana

Ilustrasi menata rumah (dok. rilis)

Jika kebutuhan rumah sudah jelas dan anggaran ditetapkan, periode promo dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan rencana tanpa menambah beban. Seperti promo SALE Lebaran IKEA yang sedang berlangsung, dapat menjadi cara untuk memperoleh solusi yang sudah direncanakan dengan harga lebih terjangkau.

Dengan demikian, THR bisa digunakan lebih efisien, sekaligus bisa untuk melengkapi kebutuhan kecil lain yang mendukung kenyamanan rumah. Misalnya, meja lipat tambahan, rak portabel, atau perlengkapan dapur yang memang sudah masuk daftar kebutuhan bisa dibeli saat promo sehingga dampaknya lebih terasa tanpa mengganggu prioritas anggaran lain. 

Promo juga berarti kesempatan memperkuat rencana, bukan sekadar kesempatan membeli. Hasilnya, penyesuaian rumah tetap relevan, berguna jangka panjang, dan THR terserap secara bijak.

Sejalan dengan periode persiapan Hari Raya, saat ini IKEA Indonesia tengah menghadirkan SALE hingga 5 April 2026, dengan potongan hingga 80 persen untuk lebih dari 1,000 produk pilihan, serta tambahan diskon 10 persen bagi anggota IKEA Family. Promo ini dapat digunakan untuk mendapatkan solusi rumah yang sudah direncanakan, tetap terjangkau, dan memberikan manfaat jangka panjang. Program ini tersedia di seluruh toko IKEA Indonesia, kanal online, dan marketplace resmi IKEA seperti Shopee dan Tokopedia.

“Lebaran adalah momen berkumpul yang paling terasa di rumah. Dengan perencanaan sederhana dan solusi yang tepat, rumah bisa bekerja lebih baik untuk aktivitas sehari-hari sekaligus menyambut tamu. Promo ini memberi kesempatan mewujudkan rencana dengan lebih terjangkau, sehingga THR bisa digunakan secara bijak,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia, mengutip rilis yang diterima IDN Times.

Jadi, dengan mengikuti lima langkah di atas, rumah kamu sudah lebih siap menyambut Lebaran. Aktivitas berjalan lebih lancar, dan THR tetap digunakan secara bijak. Yuk, ikutin tipsnya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team