Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sambut Lebaran, IKEA Ajak Masyarakat Fokus pada Kenyamanan Rumah

Sambut Lebaran, IKEA Ajak Masyarakat Fokus pada Kenyamanan Rumah
ilustrasi perayaan (dok. IKEA)

Lebaran selalu jadi momen yang paling dinanti oleh umat muslim setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Perayaan ini identik dengan tradisi berkunjung dan berkumpul bersama keluarga, kerabat, serta teman-teman dekat. Gak heran, jika setiap pemilik rumah melakukan berbagai persiapan, mulai dari membersihkan, menata, hingga mendekorasi ruangan demi menyambut para tamu.

Kamu mungkin pernah melihat di media sosial berbagai macam inspirasi rumah dengan ruang tamu yang tertata rapi dan bersih. Meski terlihat menarik, kenyataannya suasana saat Lebaran tidak selalu bisa mempertahankan kondisi tersebut.

Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, ruang tamu menampung lebih banyak orang, meja makan selalu penuh, dan sudut-sudut rumah dipakai di luar kebiasaan harian. Kondisi tersebut sering kali membuat banyak keluarga menghadapi tantangan yang sama, yaitu bagaimana caranya membuat rumah tetap nyaman tanpa harus melakukan renovasi atau pembelian besar.

Nah, berangkat dari masalah tersebut, IKEA, toko yang menghadirkan rangkaian perabot rumah tangga dengan desain terbaik, fungsional, serta diproduksi melalui riset dan pengembangan, mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman menjelang Hari Raya. Melalui penyesuaian sederhana yang relevan dengan kondisi rumah saat Lebaran, diharapkan bisa langsung menjawab kebutuhan para penghuni rumah. Yuk, simak di bawah!

1. Kursi duduk yang tidak mencukupi

Produk kursi lipat TORPARÖ dari IKEA
Produk kursi lipat TORPARÖ dari IKEA (dok. IKEA)

Pada momen Lebaran, biasanya tamu yang berkunjung tidak hanya satu atau dua orang, melainkan datang bersama-sama. Akibatnya, sebagian tamu berdiri atau berpindah ke area lain yang kurang nyaman untuk mengobrol. Daripada kamu harus menambah sofa permanen di ruang tamu, sebagai solusi praktis kamu bisa membeli kursi lipat yang fleksibel.

Kursi lipat, khususnya TORPARO dari IKEA, memiliki keunggulan yang dapat disimpan dan digunakan sesuai kebutuhan. Ketika acara dimulai, kursi ini bisa menjadi tempat duduk yang nyaman untuk para tamu. Begitu acara selesai, kamu dapat melipat kursi dan menyimpannya di tempat strategis, sehingga ruang tamu kembali seperti semula tanpa terasa sesak.

2. Area sajian terpusat dan terlalu padat

Produk troli serbaguna RÅSKOG dari IKEA
Produk troli serbaguna RÅSKOG dari IKEA (dok. IKEA)

Meja utama sering kali menjadi pusat semua hidangan, mulai dari makanan ringan, minuman, sampai makanan berat. Gak heran, jika banyak tamu merasa kesulitan saat menjangkau makanan. Tuan rumah pun sering mengalami kerepotan saat mengatur ulang sajian.

Dengan pembagian fungsi meja dapat membantu mengurangi permasalahan yang ada. Meja tambahan berukuran ringkas atau troli serbaguna seperti RÅSKOG dari IKEA, bisa dimanfaatkan untuk memisahkan minuman dan kudapan dari hidangan utama. Lewat distribusi yang lebih rapi, tamu bisa bergerak leluasa dan menjangkau makanan atau minuman yang mereka inginkan dengan lebih mudah.

3. Barang mudah menumpuk di ruang tamu

Produk tempat penyimpanan VESSLA dari IKEA (dok. IKEA)
Produk tempat penyimpanan VESSLA dari IKEA (dok. IKEA)

Suasana meriah saat Lebaran juga bisa membuat ruang tamu terasa penuh. Ini karena banyak barang-barang berserakan, mulai dari tas, kemasan makanan, hingga mainan anak yang menumpuk di area utama. Tanpa tempat penyimpanan yang jelas, tentu saja ruangan akan terasa sesak.

Oleh karenanya, memanfaatkan penyimpanan tertutup bisa menjadi langkah praktis. Kotak seperti VESSLA atau kabinet dengan pintu memungkinkan barang disimpan dengan cepat tanpa perlu merapikan secara detail di tengah suasana sibuk. Dengan begitu, tuan rumah pun bisa tetap fokus menyambut para tamu.

4. Rumah terasa sama seperti hari biasa

Produk troli serbaguna RÅSKOG dari IKEA
Produk troli serbaguna RÅSKOG dari IKEA (dok. IKEA)

Menjelang perayaan Lebaran, penghuni rumah pasti ingin menciptakan nuansa berbeda pada tempat tinggal mereka. Sayangnya, meski telah dibersihkan, suasana rumah bisa tetap sama seperti hari biasa lantaran tidak ada elemen yang diperbarui.

Alih-alih melakukan dekorasi besar-besaran, kamu hanya perlu menambah kesegaran sederhana lewat tekstil demi memberi perubahan visual yang signifikan. Cukup mengganti sarung bantal, taplak meja, atau tirai, kamu sudah bisa memberikan nuansa berbeda saat tamu datang.

5. Peralatan makan yang tidak seragam

Produk mangkuk ENTUSIASM dari IKEA
Produk mangkuk ENTUSIASM dari IKEA (dok. IKEA)

Tak sedikit keluarga yang mempunyai lebih dari satu macam peralatan makan. Meskipun begitu, peralatan makan yang beragam ketika diletakkan pada satu meja makan akan terlihat kurang menyatu.  

Daripada kamu membeli satu set lengkap peralatan makan yang baru, lebih baik padukan koleksi yang sudah ada dengan beberapa elemen selaras supaya tampak seimbang. Seri minimalis seperti UPPLAGA misalnya, dapat dikombinasikan dengan mangkuk bercorak seperti ENTUSIASM untuk menciptakan tampilan lebih dinamis tanpa perlu membeli satu set lengkap.  

Menurut Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, kunci persiapan Lebaran bukan pada tampilan yang sempurna, melainkan pada fungsi ruang yang mampu beradaptasi. Melalui beberapa penyesuaian di atas, kamu bisa membuat rumah yang lebih adaptif ketika menghadapi lonjakan aktivitas di momen Idul Fitri.

“Saat jumlah orang dan aktivitas meningkat, ruang perlu fleksibel. Furnitur yang mudah dipindahkan, penyimpanan serbaguna, dan pembagian area yang jelas akan membuat rumah terasa lebih siap tanpa harus diubah total,” ujarnya dalam rilis yang diterima IDN Times.

Tak sampai di situ, Ririn Basuki, selaku Public Relation Manager IKEA Indonesia, juga menjelaskan bahwa persiapan Lebaran bukan seharusnya menjadi sumber tekanan tambahan bagi keluarga, selama ruangan di rumah nyaman digunakan dan berfungsi sesuai kebutuhan, hal itu sudah cukup. Sebab, yang terpenting adalah mempersiapkan rumah lewat cara-cara yang sederhana namun tetap efektif, tanpa harus mengubah semuanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us