Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Kelola Stres saat PRT Berhenti Kerja Pasca Cuti Lebaran
ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/rdne)
  • Banyak PRT memutuskan berhenti kerja setelah Lebaran, membuat banyak keluarga harus menyesuaikan diri dan mengelola stres akibat perubahan rutinitas rumah tangga.

  • Artikel memberikan lima tips utama untuk menghadapi situasi ini, mulai dari menurunkan ekspektasi, membuat sistem baru, hingga memanfaatkan teknologi serta dukungan orang terdekat.

  • Menjaga kesehatan mental dan fisik menjadi kunci agar tetap produktif dan tidak kewalahan saat harus mengurus semua pekerjaan rumah tanpa bantuan PRT.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasca Lebaran sering bikin deg-degan terutama buat yang punya baby sitter atau PRT (Pekerja Rumah Tangga) di rumah. Sebab banyak di antara mereka yang memutuskan berhenti kerja setelah libur Lebaran. Situasi ini bisa bikin stres terutama kalau kamu sudah terbiasa dengan bantuan mereka sehari-hari.

Tiba-tiba, semua pekerjaan rumah harus diurus sendiri, di tengah rutinitas kerja yang juga sudah mulai padat. Rasa stres, kewalahan, bahkan sedikit panik itu wajar. Namun, kamu harus bisa mengelola stres agar gak mudah panik dengan lima tips berikut ini!

1. Turunkan ekspektasi, jangan langsung ingin semua sempurna

ilustrasi bersih-bersih (pexels.com/Nathan Cowley)

Saat PRT masih bekerja, kamu mungkin terbiasa dengan rumah yang selalu rapi, bersih, dan semua pekerjaan selesai tepat waktu. Ketika kondisi berubah, ekspektasi tersebut sering tetap sama. Padahal situasinya sudah berbeda. Inilah yang sering memicu stres.

Kamu merasa gagal hanya karena rumah tidak serapi biasanya. Jadi, coba turunkan standar untuk sementara. Fokus pada hal-hal penting dulu, seperti kebersihan dasar dan kebutuhan harian. Gak apa-apa kalau semuanya belum sempurna, yang penting tetap terkendali.

2. Buat sistem baru yang lebih realistis

ilustrasi memasak (pexels.com/cottonbro)

Tanpa PRT, kamu perlu menyusun ulang sistem rumah tangga. Jangan mencoba meniru pola lama, karena jelas kondisinya sudah berbeda. Mulailah dari membagi waktu untuk bersih-bersih, memasak, hingga mencuci, semuanya perlu disesuaikan dengan jadwalmu.

Kamu bisa membuat jadwal, misalnya membersihkan rumah di hari tertentu, atau memasak dalam jumlah lebih banyak untuk beberapa hari sekaligus. Sistem yang realistis akan membantu kamu tetap produktif tanpa merasa kelelahan. Jadi, kamu gak perlu merasakan stres yang berkepanjangan.

3. Manfaatkan bantuan teknologi dan layanan

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Di zaman sekarang, kamu tak harus melakukan semuanya sendirian. Ada banyak teknologi dan layanan yang bisa membantu meringankan pekerjaan rumah tangga. Mulai dari alat-alat rumah tangga yang lebih praktis hingga layanan kebersihan atau laundry.

Memanfaatkan bantuan seperti ini bukan berarti kamu tidak mandiri. Justru menunjukkan bahwa kamu tahu cara mengelola waktu dan energi dengan lebih efisien. Pilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan budget-mu agar kamu gak kewalahan.

4. Jangan ragu minta bantuan dari orang terdekat

ilustrasi membersihkan furnitur (pexels.com/Annushka Ahuja)

Kalau kamu tinggal bersama pasangan atau keluarga, ini saatnya untuk berbagi tanggung jawab. Jangan memikul semuanya sendiri. Komunikasikan kondisi yang ada saat ini dan bagi tugas secara adil.

Kalau kamu tinggal sendiri, kamu juga bisa meminta bantuan sesekali dari teman atau keluarga, terutama untuk hal-hal yang berat. Tak ada salahnya mengandalkan orang lain dalam situasi seperti ini. Justru, dukungan mereka bisa membantu mengurangi stres.

5. Jaga kesehatan mental dan fisikmu

ilustrasi membersihkan lantai (freepik.com/zinkevych)

Perubahan rutinitas bisa membuat kamu lebih mudah lelah, baik secara fisik maupun mental. Jika tidak dijaga, kondisi ini bisa berdampak pada produktivitas dan mood sehari-hari. Pastikan kamu tetap punya waktu untuk istirahat.

Jangan lupa untuk makan dengan baik, dan melakukan hal-hal yang kamu nikmati. Jangan sampai semua energi habis hanya untuk mengurus rumah. Kamu juga butuh waktu untuk recharge agar tetap bisa menjalani hari dengan baik.

PRT berhenti kerja pasca Lebaran memang bisa jadi tantangan yang cukup besar, terutama di awal. Dengan lima tips di atas, kamu tetap bisa mengelola semuanya tanpa harus merasa kewalahan terus-menerus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team