Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Membangun Soft Life Tanpa Harus Keluar Banyak Uang
Ilustrasi sedang membaca buku (pexels.com/id-id/@george-milton)
  • Soft life dapat dimulai dengan menata ruang tinggal memakai barang yang ada agar lebih nyaman, sekaligus menikmati rutinitas sederhana seperti minum teh, membaca, atau menekuni hobi.
  • Menetapkan batasan dan berani menolak permintaan secara sopan membantu menjaga waktu serta energi pribadi, sementara jeda istirahat dan tidur cukup dibutuhkan untuk pemulihan fisik maupun mental.
  • Gaya hidup tenang tidak perlu mahal; sesuaikan pilihan dengan kondisi keuangan, hindari belanja impulsif, dan menabung untuk kebutuhan agar tidak memicu masalah baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah kehidupan yang serba dinamis, tren soft life menjadi salah satu gaya hidup yang menarik terutama bagi anak muda. Soft life mengajak kamu untuk berfokus pada kesejahteraan diri tanpa harus memaksakan kemampuan untuk selalu memenuhi ekspektasi orang lain.

Tetapi gaya hidup ini terkadang dikaitkan dengan pengeluaran yang banyak, misalnya, belanja barang-barang mahal atau menghabiskan waktu berhari-hari untuk liburan. Padahal, gaya hidup soft life dapat kamu terapkan lewat cara-cara sederhana terlebih dahulu. Apa saja tips menerapkan soft life tanpa harus keluar banyak uang? Berikut di antaranya.

1. Membangun suasana yang nyaman sesuai kemampuan

Ilustrasi merapikan rumah (pexels.com/id-id/@cottonbro)

Suasana tempat kamu tinggal dapat memengaruhi perasaanmu tanpa disadari. Kamar tidur yang banyak dipenuhi barang-barang berserakan dapat mengganggu kenyamananmu. Hanya dengan melihat tumpukan barang-barang saja sudah dapat membuat pikiranmu penuh. Oleh karena itu, kamu bisa menerapkan soft life mulai dari membangun suasana yang nyaman di tempat tinggalmu.

Kamu gak harus membeli perabotan baru agar ruangan tempat tinggalmu terlihat baru dan cantik. Cukup dengan merapikan atau menata kembali seisi ruangan tetapi dengan sudut yang berbeda, sudah jauh membuat perubahan agar tampilan ruanganmu menjadi lebih lega. Kamu juga bisa memanfaatkan hal-hal yang sudah ada di rumahmu, misalnya kamu menjadikan bagian sisi yang dekat dengan jendela sebagai sudut khusus untuk beristirahat atau sekadar bersantai sambil membaca buku. Ruangan yang nyaman seperti ini pada akhirnya dapat membantumu mengisi energi kembali.

2. Menikmati momen sederhana dalam hidup sehari-hari

Ilustrasi sedang minum teh (pexels.com/id-id/@cottonbro)

Gak harus sesuatu yang mewah, kamu bisa menerapkan soft life mulai dari hal-hal kecil yang terlewat karena harus melakukan berbagai kesibukan. Contohnya, menikmati udara pagi lalu menyeduh teh favorit sebelum memulai berkegiatan atau membaca buku sebelum beristirahat. Aktivitas sederhana ini mungkin dahulu sudah pernah kamu lakukan tetapi karena tuntutan hidup yang serba cepat sehingga kamu tanpa sadar mulai meninggalkannya. Padahal aktivitas ini bisa menjadi kesempatan buatmu untuk beristirahat sejenak dari berbagai jadwal padat yang menyita waktu.

Kamu jadi tetap bisa merasakan kebahagiaan tanpa harus menunggu akhir pekan atau jadwal cutimu datang. Mulai melakukan hobi yang sempat kamu lupakan juga bisa menjadi cara sederhana untuk membuat hari yang dijalani menjadi lebih menyenangkan. Selain itu, hal-hal sederhana ini juga bisa mengingatkanmu bahwa hidup yang berkualitas tak selalu dari pengalaman yang banyak menguras isi dompet.

3. Menetapkan batasan terhadap sesuatu dan berani berkata tidak

Ilustrasi gestur menolak (pexels.com/id-id/@gabby-k)

Dalam aktivitas sehari-hari, kamu mungkin pernah berhadapan dengan situasi dimana kamu selalu menyanggupi apapun permintaan orang lain tanpa memperhatikan waktu dan energi yang kamu miliki. Jika kamu terus melakukan hal ini, kamu akan kelelahan sendiri karena semuanya terkuras untuk orang lain. Dengan menerapkan soft life, kamu perlu menyadari bahwa energi untuk dirimu sendiri juga penting.

Dengan menetapkan batasan dan mulai berkata tidak untuk suatu hal bukanlah tanda kamu menjadi pribadi yang egois. Tapi karena kamu juga memiliki kapasitas yang terbatas, serta tidak semua masalah orang lain harus kamu pikul. Kamu bisa menolak permintaan dengan kata-kata yang sopan dan menawarkan waktu lain jika memang dibutuhkan. Dengan adanya batasan ini, kamu jadi bisa mengatur energimu secara lebih baik.

4. Menyediakan waktu beristirahat tanpa perlu merasa bersalah

Ilustrasi sedang beristirahat (pexels.com/id-id/@ron-lach)

Ketika kamu terbiasa menjalani hidup yang sangat sibuk dan penuh tantangan, ada kalanya kamu merasa bahwa waktu yang kamu isi dengan bersantai atau beristirahat adalah waktu yang terbuang sia-sia. Padahal, hal tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuhmu. Setelah terbiasa dalam kondisi selalu melakukan pekerjaan, mempelajari hal baru atau menyelesaikan suatu permasalahan, fisik dan mental perlu memulihkan diri dari beratnya kegiatan yang kamu jalani.

Kamu bisa menerapkan soft life dengan mulai membuat jeda istirahat di sela-sela pekerjaanmu, mengelola waktu tidur atau cukup bersantai tanpa ada target yang harus dikejar. Kamu harus memahami bahwa istirahat tidak membuatmu kehilangan produktivitas tetapi untuk menjaga tubuhmu sendiri.

5. Menyesuaikan lifestyle dengan kondisi keuangan pribadi

Ilustrasi tangan memegang dompet berisi uang (pexels.com/id-id/@ahsanjaya)

Seperti di awal artikel di atas, soft life sering dikaitkan dengan barang-barang mahal ataupun liburan berhari-hari untuk memberikan rasa damai bagi diri sendiri. Hal ini terkadang dapat membuat seseorang merasa harus mengeluarkan banyak uang untuk bisa hidup dengan tenang. Padahal hal tersebut hanya akan membuat masalah baru jika tidak sesuai dengan pemasukan yang dimiliki.

Kamu tidak harus memaksakan diri untuk mengikuti standar gaya hidup orang lain. Kamu harus tetap memperhatikan keuangan milikmu sendiri saat memutuskan memilih gaya hidup seperti apa yang ingin kamu jalankan. Menghindari kebiasaan belanja impulsif atau mulai belajar menabung saat ingin membeli sesuatu adalah dua contoh yang dapat kamu lakukan. Saat kamu mampu mengelola uang dengan baik, kamu juga dapat menikmati kehidupanmu dengan lebih tenang dan damai.

Soft life gak hanya bisa diterapkan dari kegiatan mahal, kamu bisa memulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Perbaikan diri dimulai dari hal yang sederhana juga akan membawa dampak yang besar dikemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article