Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Menyeimbangkan Kesan Lembut dan Ekspresif dalam Interior

3 min read
5 Tips Menyeimbangkan Kesan Lembut dan Ekspresif dalam Interior
ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Space Joy)
  • Gunakan warna netral pada dinding, lantai, atau furnitur besar sebagai dasar tenang, lalu tambahkan satu-dua warna aksen lewat dekorasi agar ruangan tetap menyatu.
  • Padukan furnitur berbentuk organik dan melengkung dengan beberapa elemen geometris tegas, serta manfaatkan tekstur hangat dan material berkarakter sebagai penyeimbang visual.
  • Tentukan satu focal point ekspresif, seperti lukisan atau lampu dekoratif, kemudian sisakan area sederhana dan netral agar ruangan tidak terasa penuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Interior yang nyaman tidak selalu harus tampil serba lembut. Sementara ruang yang ekspresif juga tidak harus dipenuhi elemen mencolok. Keduanya dapat dipadukan untuk menciptakan suasana yang hangat sekaligus memiliki karakter.

Kesan lembut memberikan ketenangan melalui warna, tekstur, dan bentuk yang ringan. Sedangkan elemen ekspresif menghadirkan aksen yang membuat ruangan terasa lebih hidup. Agar perpaduannya tetap harmonis, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

  1. 1. Jadikan warna netral sebagai dasar

    https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-yang-dipenuhi-dengan-furnitur-dan-jendela-besar-TOFdrqMYXQU
    ilustrasi ruangan beige (unsplash.com/Lisa Anna)

    Mulailah dengan warna netral seperti putih hangat, beige, krem, abu-abu muda, atau cokelat muda sebagai latar utama. Warna-warna tersebut mampu memberikan kesan tenang. Berbagai elemen dekoratif yang lebih berani tetap terlihat terarah.

    Dinding, lantai, atau furnitur berukuran besar bisa menggunakan palet lembut agar ruangan memiliki dasar visual yang stabil. Setelah itu, tambahkan warna yang lebih ekspresif melalui bantal, karpet, karya seni, atau aksesori. Pilih satu atau dua warna aksen yang memiliki hubungan dengan elemen utama sehingga tampilannya tetap menyatu dan tidak terasa ramai.

  2. 2. Padukan bentuk organik dan geometris

    ilustrasi ruangan minimalis (pexels.com/Oesch Jonathan)
    ilustrasi ruangan minimalis (pexels.com/Oesch Jonathan)

    Keseimbangan karakter juga dapat dibangun melalui bentuk. Furnitur dengan garis melengkung, sudut membulat, atau siluet organik dapat memberikan kesan lembut dan santai. Elemen tersebut cocok dipadukan dengan meja, rak, lampu, atau dekorasi yang memiliki garis tegas untuk menghadirkan karakter yang lebih ekspresif.

    Kuncinya adalah menjaga proporsi. Jika sebagian besar furnitur memiliki bentuk lembut, cukup hadirkan beberapa elemen geometris sebagai penegas visual. Sebaliknya, ruang yang didominasi garis tegas dapat diberi sentuhan bentuk melengkung agar suasananya terasa lebih ramah.

  3. 3. Gunakan tekstur sebagai penghubung

    https://unsplash.com/id/foto/ruang-tamu-yang-dipenuhi-dengan-furnitur-dan-tempat-perapian-J5HJzStn8n8
    ilustrasi ruangan modern klasik (unsplash.com/Space Joy)

    Tekstur dapat menjadi jembatan antara kesan lembut dan ekspresif tanpa membuat ruangan terasa berlebihan. Material seperti linen, kain rajut, kayu, atau permukaan matte bisa menghadirkan nuansa hangat dan nyaman. Tekstur tersebut dapat menjadi dasar yang menenangkan sebelum dipadukan dengan material yang memiliki karakter lebih kuat.

    Sebagai aksen, gunakan permukaan bertekstur. Seperti batu, keramik bermotif, logam, atau material dengan pola yang lebih terlihat. Kehadirannya tidak harus mendominasi. Cukup gunakan pada bagian tertentu agar mata memiliki titik perhatian sekaligus tetap mendapatkan jeda visual.

  4. 4. Tentukan satu elemen sebagai focal point

    ilustrasi ruang tamu minimalis (pexels.com/Jean Van Der Meulen)
    ilustrasi ruang tamu minimalis (pexels.com/Jean Van Der Meulen)

    Ruang akan lebih mudah dikendalikan ketika memiliki satu elemen utama yang menjadi pusat perhatian. Focal point dapat berupa lukisan, kursi dengan bentuk unik, karpet bermotif, lampu dekoratif, atau dinding dengan material berbeda. Elemen tersebut menjadi bagian paling ekspresif tanpa harus membuat seluruh ruangan tampil mencolok.

    Sementara itu, elemen lainnya sebaiknya mendukung focal point dengan tampilan yang lebih tenang. Cara ini membuat karakter ruang terasa kuat tetapi tetap nyaman dipandang. Kesan lembut pun tetap memiliki ruang untuk muncul dan menjaga keseluruhan interior tidak terasa terlalu penuh.

  5. 5. Berikan ruang untuk elemen yang lebih tenang

    ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Space joy)
    ilustrasi ruang tamu (unsplash.com/Space joy)

    Keseimbangan bukan hanya tentang menambahkan elemen. Tetapi juga mengetahui kapan harus berhenti. Setelah menghadirkan warna, bentuk, dan material yang ekspresif, sisakan area dengan tampilan sederhana.

    Dinding polos, permukaan meja yang tidak terlalu penuh, atau furnitur berwarna netral dapat menjadi jeda visual. Area kosong tersebut membantu elemen ekspresif terlihat lebih menonjol sekaligus menjaga suasana tetap santai. Kesan lembut dan ekspresif akhirnya tidak saling bersaing, melainkan bekerja bersama membentuk ruang yang harmonis.

    Perpaduan kesan lembut dan ekspresif bukan tentang memilih salah satu karakter, melainkan mengatur intensitas keduanya. Elemen lembut dapat menjadi dasar yang menenangkan, sedangkan detail ekspresif memberikan aksen dan identitas. Ketika keduanya ditempatkan dengan porsi yang seimbang, kesan elegan akan terpancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More