5 Tips Sahur agar Tidak Cepat Lapar dan Tetap Bertenaga Seharian

- Pilih karbohidrat kompleks untuk kenyang lebih lama dan stabilkan gula darah
- Perbanyak sahur dengan protein untuk menjaga rasa kenyang dan energi tubuh
- Cukupi kebutuhan serat dari sayur dan buah untuk daya tahan tubuh yang lebih baik
Sahur menjadi waktu penting untuk menyiapkan energi sebelum menjalani puasa seharian. Menu sahur yang kurang tepat bisa membuat tubuh jadi cepat lemas, mudah lapar, dan sulit berkonsentrasi.
Karena itu, sahur sebaiknya tidak dilakukan asal kenyang, tetapi tetap memperhatikan keseimbangan gizi. Dengan pilihan makanan yang tepat, puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman dan tubuh tetap bertenaga. Berikut lima tips sahur sehat yang mudah diterapkan selama ramadan.
1. Pilih karbohidrat yang bikin kenyang lebih lama

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, atau kentang rebus dicerna lebih lambat oleh tubuh. Proses ini membuat energi dilepaskan secara bertahap sehingga rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Dibanding nasi putih atau makanan berbasis tepung, pilihan ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kondisi ini penting agar tubuh tidak mudah lemas di siang hari. Selain itu, karbohidrat kompleks juga membantu menjaga fokus saat bekerja atau beribadah. Dengan pilihan yang tepat, aktivitas selama puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman.
2. Perbanyak sahur dengan protein

Protein berperan penting dalam menjaga rasa kenyang sekaligus mendukung metabolisme tubuh. Sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu dan tempe bisa menjadi pilihan praktis saat sahur. Konsumsi protein saat sahur dapat membantu memperlambat rasa lapar yang biasanya muncul beberapa jam setelah makan. Selain itu, protein juga membantu menjaga massa otot dan energi tubuh. Mengombinasikan protein dengan karbohidrat membuat menu sahur terasa lebih seimbang. Dengan asupan yang cukup, tubuh akan lebih kuat menjalani puasa seharian.
3. Cukupi kebutuhan serat

Sayur dan buah mengandung serat yang membantu memperlambat proses pencernaan. Hal ini membuat perut terasa kenyang lebih lama dan mencegah rasa lapar datang terlalu cepat. Serat juga membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang sering terganggu selama perubahan pola makan di ramadan. Selain itu, nutrisi dari sayur dan buah membantu menjaga daya tahan tubuh. Pilih sayuran yang mudah diolah dan buah segar yang ringan di lambung. Dengan menu yang seimbang, tubuh akan terasa lebih bugar sepanjang hari.
4. Hindari makanan terlalu manis

Makanan dan minuman manis memang terasa menggoda saat sahur, tetapi konsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik. Gula yang tinggi bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun kembali. Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat lapar dan mudah lemas. Kondisi ini juga dapat memengaruhi fokus dan suasana hati di siang hari. Sebaiknya, pilih sumber manis alami dari buah atau madu dalam jumlah wajar. Cara ini membantu menjaga energi tetap stabil hingga waktu berbuka.
5. Tetap menyempatkan untuk sahur

Tidak sempat menyiapkan menu lengkap bukan alasan untuk melewatkan sahur. Makanan sederhana seperti roti gandum, telur rebus, dan air putih sudah cukup memberikan energi awal. Melewatkan sahur justru berisiko membuat tubuh lebih cepat lemas dan sulit berkonsentrasi. Konsistensi sahur membantu tubuh beradaptasi dengan pola puasa selama ramadan. Meski sederhana, sahur tetap memberi manfaat besar bagi stamina tubuh. Yang terpenting, tubuh mendapat asupan sebelum menjalani puasa seharian.
Sahur yang sehat membantu puasa terasa lebih ringan dan nyaman. Dengan memperhatikan pilihan makanan dan kebiasaan kecil saat sahur, tubuh dapat tetap bertenaga hingga waktu berbuka tiba. Kebiasaan ini juga mendukung kelancaran aktivitas dan ibadah selama ramadan.


















