Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Baju Kuliah Mahal? Coba 9 Tips Thrifting Hemat Ini, Kamu Wajib Tahu!
ilustrasi pakaian (pexels.com/Rachel Claire)
  • Artikel membahas cara hemat membeli baju kuliah lewat thrifting agar tetap tampil sopan dan stylish tanpa menguras dompet.
  • Ditekankan pentingnya memilih pakaian bekas yang bersih, layak pakai, serta sesuai aturan berpakaian kampus untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan.
  • Terdapat sembilan tips praktis mulai dari membeli secukupnya, menawar harga, hingga memilih outer agar lebih aman dan efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu perbedaan mencolok antara bersekolah dengan berkuliah ialah tentang pakaian yang dikenakan. Murid sekolah selalu memakai seragam. Sementara mahasiswa berpakaian bebas, tetapi tetap sopan.

Dari segi kebebasan berekspresi tentu lebih menyenangkan menjadi mahasiswa yang bebas memilih pakaian sendiri. Karaktermu dapat lebih menonjol melalui pemilihan pakaian sehari-hari. Akan tetapi, ini juga berarti pengeluaran buat beli baju kuliah terancam lumayan gede.

Buat mengurangi biaya, kamu bisa thrifting atau belanja pakaian bekas yang masih sangat layak pakai. Dengan harga jauh di bawah baju baru, dirimu sudah dapat berpakaian pantas di kampus. Memperpanjang masa pakai baju juga membantu menjaga alam dari eksploitasi berlebihan untuk memproduksi kain dan pakaian jadi. Namun, perhatikan tipsnya.

1. Beli untuk benar-benar dipakai, bukan ditumpuk doang mumpung murah

ilustrasi membeli banyak pakaian (pexels.com/cottonbro studio)

Saking murahnya harga berbagai pakaian bekas yang ditawarkan, kamu bisa kalap. Kamu sebenarnya cuma butuh 6 baju buat kuliah dari Senin sampai Sabtu, misalnya. Namun, gara-gara tergiur harga murah dirimu membeli sampai belasan potong. Selain akhirnya tetap boros, banyak baju juga cuma disimpan di lemari.

2. Lebih baik beli pada orang yang dikenal

ilustrasi memilih pakaian (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Sebagian orang membedakan baju thrift dengan preloved. Baju preloved diartikan sebagai pakaian bekas yang lebih jelas siapa pemiliknya. Kondisi pakaian lebih terawat bahkan mungkin baru dipakai sekali atau label harganya saja belum dilepas.

Sementara baju thrift didatangkan dari berbagai daerah sampai luar negeri. Harganya lebih murah, tapi kualitas lebih seadanya. Bukan tidak mungkin ada teman yang memiliki banyak sekali pakaian preloved, tapi kesulitan menjualnya. Sebelum pakaian itu dilempar ke pasar thrift mending dibeli olehmu. Kenal orangnya memudahkanmu mengukur kesehatan dan kebersihannya.

3. Baju lebih jarang dipakai oleh pemiliknya lebih baik

ilustrasi pakaian bekas (pexels.com/Anastasiya Badun)

Sama-sama bukan baju baru, kalau dirimu masih mengenal pemiliinya seperti dalam poin sebelumnya jadi bisa tahu frekuensi pemakaiannya. Beda dengan jika dirimu membeli baju bekas yang gak diketahui pemilik sebelumnya. Bila baju baru dipakai beberapa kali tentu bisa lebih awet ketika dikenakan olehmu.

3. Kalaupun beli baju bekas impor, cari tahu asal negaranya

ilustrasi tumpukan pakaian bekas (pexels.com/Ike louie Natividad)

Seandainya di sekitarmu marak thrift shop dengan barang didatangkan dari luar negeri, belanja di sana boleh saja. Mungkin modelnya malah lebih modis daripada pakaian bekas lokal. Akan tetapi, cari tahu negara asalnya dan pastikan di sana tak sedang terjadi wabah penyakit yang mudah menular. Salah satunya, melalui pakaian bekas.

5. Cuci sampai bersih dan disetrika sebelum dipakai

ilustrasi memilih pakaian (pexels.com/cottonbro studio)

Jangankan pakaian bekas. Baju dan celana baru saja mesti dicuci terlebih dahulu sebelum dikenakan. Sebab pakaian itu telah melalui proses panjang sampai dipajang di toko. Apalagi baju-baju bekas yang didatangkan dalam karung-karung besar. Baju harus dicuci bersih kemudian disetrika sebelum dipakai.

6. Jangan beli online

ilustrasi toko pakaian bekas (pexels.com/424fotograf)

Kalau soal ukuran mungkin masih gak masalah beli online. Walaupun baju dapat agak menyusut atau justru melebar setelah dicuci berkali-kali biasanya tak terlalu berbeda dari ukuran aslinya. Hanya saja, kamu akan kesulitan memeriksa ada atau tidaknya lubang, bagian kain yang sudah rapuh, dan warna yang sesungguhnya. Jangan-jangan fotonya sudah diedit.

7. Tetap tawar-menawar

ilustrasi pasar baju bekas (pexels.com/Sami TÜRK)

Kalau kamu gak jago menawar harga, belanja thrifting justru bisa bikin boros. Harga yang terkesan lebih murah ternyata masih terbilang mahal dibandingkan kualitas barang. Oleh sebab itu, tetaplah berusaha menawar sekalipun harga baju yang ditawarkan sudah cukup miring.

8. Pastikan bajunya sesuai aturan berpakaian di kampus

ilustrasi pedagang pakaian bekas (pexels.com/Bezalens JGP)

Lantaran tujuan utamamu thrifting untuk mencari baju kuliah, maka jangan asal pilih. Setiap kampus biasanya punya aturan berpakaian untuk mahasiswa. Ada kampus yang masih membolehkan mahasiswa mengenakan kaus asal berkerah, ada yang harus kemeja, dan sebagainya. Pastikan baju yang dibeli mengikuti peraturan tersebut biar tidak sia-sia.

9. Outer lebih aman

ilustrasi pakaian bekas (pexels.com/Anastasiya Badun)

Membeli pakaian bekas yang dikenakan langsung menempel kulit lebih rentan secara kesehatan. Apalagi jika pencuciannya tidak benar. Lebih aman kalau kamu hanya membeli outer agar pakaianmu tak terlihat itu-itu saja. Seperti kemeja outer yang lebih tebal daripada kemeja biasa, tapi lebih tipis dari jaket; vest; kardigan, dan sebagainya.

Thrifting baju kuliah perlu dilakukan secara cermat. Agar tujuan berhemat sekaligus menjaga lingkungan benar-benar dapat tercapai. Kamu juga bisa mencari dulu rekomendasi penjual pakaian bekas yang kualitasnya masih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article