Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Desain yang Bikin Rumah Terasa Panas dan Pengap, Hindari!

5 Kesalahan Desain yang Bikin Rumah Terasa Panas dan Pengap, Hindari!
Ilustrasi rumah plafon rendah (unsplash.com/franco debartolo)
Share Article

Tinggal di negara tropis seperti Indonesia memang punya tantangan tersendiri, terutama soal suhu udara. Tapi, pernah nggak sih kamu merasa rumahmu jauh lebih panas dan sumpek dibandingkan suhu di luar? Padahal, AC sudah nyala seharian atau kipas angin sudah berputar kencang.

Hati-hati, bisa jadi itu bukan salah cuacanya, tapi salah desainnya! Banyak orang terlalu fokus pada estetika sampai lupa memperhatikan sirkulasi udara dan termal bangunan. Nah, supaya rumahmu nggak jadi "oven" raksasa, hindari 5 kesalahan desain berikut ini yang bikin ruangan terasa panas dan pengap.

1. Mengabaikan pentingnya ventilasi silang

rumah
Ilustrasi jendela (unsplash.com/kevin ortiz)

Kesalahan paling umum adalah hanya menyediakan satu jendela atau pintu di sebuah ruangan. Padahal, rahasia rumah sejuk adalah aliran udara yang bergerak.

Tanpa ventilasi silang, udara segar yang masuk tidak punya jalan keluar, sehingga udara panas terjebak di dalam dan berputar-putar di situ saja. Cobalah pasang dua bukaan (jendela atau ventilasi) yang saling berhadapan atau bersilangan agar udara bisa "mengalir" masuk dan keluar dengan lancar.

2. Plafon terlalu rendah

rumah
Ilustrasi rumah plafon rendah (unsplash.com/franco debartolo)

Secara alami, udara panas akan bergerak ke atas. Jika plafon atau langit-langit rumahmu terlalu rendah, misalnya di bawah 2,5 meter, maka udara panas tersebut akan berada sangat dekat dengan kepala penghuninya. Akibatnya, ruangan pun terasa sesak dan gerah.

Idealnya, untuk daerah tropis, plafon dibuat setinggi 3 meter atau lebih. Semakin tinggi plafon, semakin banyak ruang bagi udara panas untuk berkumpul di atas sebelum dibuang keluar, sehingga area bawah tetap terasa lebih dingin

3. Salah pilih warna cat dan bahan bagunan

rumah
Ilustrasi fasad rumah warna gelap (unsplash.com/ubeyonroad)

Siapa sangka warna cat bisa berpengaruh pada suhu? Menggunakan warna gelap seperti abu-abu tua atau hitam pada fasad atau dinding luar rumah ternyata bisa menyerap panas matahari lebih banyak.

Selain warna, material juga berpengaruh. Penggunaan kaca yang terlalu masif tanpa lapisan penahan panas atau penggunaan atap seng tanpa peredam juga jadi biang kerok suhu ruangan melonjak. Untuk mensiasatinya, pilihlah warna-warna cerah yang mampu memantulkan panas dan gunakan material yang punya daya serap panas rendah.

Seperti dilansir dari laman Thespruce, "Meski terlihat mewah dan dramatis, warna-warna tersebut sering kali menciptakan suasana yang terasa lebih berat dan panas," ujar Dallen Russell, penasihat renovasi di InSite Builders & Remodeling, seraya menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena warna gelap menyerap lebih banyak panas dibandingkan warna yang lebih terang.

Rick Berres, pemilik perusahaan renovasi Honey-Doers, sependapat dengan hal tersebut.

"Menurut saya, orang yang menyukai warna-warna bernuansa moody (suram namun elegan) sangat antusias saat mengecat ruang tamu mereka dengan warna abu-abu gelap yang dramatis. Namun, antusiasme itu biasanya berkurang di tengah musim panas, ketika warna gelap tersebut menyerap seluruh cahaya matahari dan membuat ruangan terasa seperti oven," ungkapnya.

4. Jendela menghadap ke arah barat

rumah
Ilustrasi jedela rumah (unsplash.com/arno senoner)

Jendela besar memang bagus untuk pencahayaan alami. Namun, menempatkan jendela besar menghadap ke arah barat adalah sebuah "bencana" di sore hari. Matahari sore cenderung menyengat dan panasnya bisa bertahan lama di dalam ruangan hingga malam hari.

Jika memang harus ada jendela di sisi barat, pastikan kamu menambahkan peneduh seperti overstek (tritisan atap), sunshading, atau menanam pohon pelindung di depannya untuk menghalau sinar matahari langsung ke kaca.

"Hindari jendela besar yang menghadap ke barat jika tidak ingin rumah terasa seperti oven. Arsitek yang baik adalah yang mendesain dengan memanfaatkan matahari, bukan melawannya." tulis Jamil Isim, seorang arsitek, dikutip dari instagram pribadinya @jamil_isim

5. Minim tanaman atau area hijau

rumah
Ilustrasi studio apartment (unsplash.com/aquilion property)

Banyak orang menutup seluruh halaman rumahnya dengan semen atau paving block demi alasan supaya tidak becek saat hujan. Padahal, permukaan semen yang luas akan menyerap panas matahari di siang hari dan melepaskannya perlahan di malam hari. Inilah yang bikin rumah tetap terasa gerah meski hari sudah gelap.

Kehadiran tanaman hijau atau taman kecil bukan sekadar hiasan. Tanaman melakukan proses transpirasi yang bisa mendinginkan suhu udara di sekitarnya secara alami.

Rumah yang nyaman bukan cuma soal furnitur mahal atau dekorasi cantik, tapi bagaimana rumah tersebut bisa memberikan kenyamaan bagi penghuninya. Dengan menghindari kesalahan desain di atas, kamu nggak hanya bisa hemat listrik karena jarang pakai AC, tapi juga punya kualitas udara yang lebih sehat di rumah.

Jadi, bagian mana nih dari rumahmu yang perlu direnovasi biar lebih adem? Semoga penjelasan di atas bisa menjadi solusi agar hunianmu bisa semakin nyaman ditempati!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More