5 Buku yang Cocok Dibaca kalau Kamu Seorang People Pleaser

Apakah kamu seorang people pleaser? Selalu ingin membantu orang lain memang terdengar seperti sifat yang positif. Namun, jika kamu terus mengabaikan kebutuhan sendiri demi menjaga perasaan orang lain, kebiasaan itu justru bisa melelahkan.
Kabar baiknya, ada banyak buku yang membahas topik ini dari berbagai sudut pandang. Berikut 5 buku yang bisa membantumu memahami kebiasaan tersebut sekaligus belajar lebih berani memprioritaskan diri sendiri!
1. The Disease to Please – Harriet B. Braiker

Buku ini sering disebut sebagai salah satu bacaan klasik tentang people pleasing. Psikolog Harriet B. Braiker menjelaskan mengapa seseorang bisa memiliki dorongan kuat untuk terus menyenangkan orang lain, sekaligus dampaknya terhadap kesehatan mental dan hubungan.
Lewat berbagai contoh kasus, pembaca diajak mengenali pola perilaku yang mungkin selama ini dianggap wajar. Buku ini juga membahas cara membangun batasan tanpa harus merasa bersalah.
2. Set Boundaries, Find Peace – Nedra Glover Tawwab

Mengatakan “tidak” sering kali terasa lebih sulit daripada memenuhi permintaan orang lain. Jika kamu mengalami hal yang sama, Set Boundaries, Find Peace menawarkan banyak contoh situasi sehari-hari yang mungkin pernah kamu alami.
Nedra Glover Tawwab, seorang terapis, menunjukkan bahwa menetapkan batasan bukan berarti bersikap egois atau tidak peduli. Justru dengan memiliki boundaries yang sehat, hubungan dengan orang lain bisa menjadi lebih baik. Tak heran jika bukuini menjadi salah satu referensi populer tentang kesehatan emosional.
3. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat – Mark Manson

Kalau kamu sering merasa harus menyenangkan semua orang agar diterima, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat bisa memberikan sudut pandang yang berbeda. Lewat gaya bahasa yang santai dan penuh humor, Mark Manson mengajak pembaca berhenti menghabiskan energi untuk hal-hal yang sebenarnya gak penting.
Ia menekankan bahwa kita gak harus disukai semua orang dan gak semua masalah harus dipikirkan berlebihan. Pesan-pesan tersebut terasa relevan bagi people pleaser yang sering mengorbankan diri demi memenuhi ekspektasi orang lain.
4. Berani Tidak Disukai – Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Judulnya saja sudah terasa seperti tantangan bagi seorang people pleaser. Melalui percakapan antara seorang filsuf dan pemuda, buku ini mengajak pembaca mempertanyakan keyakinan bahwa kita harus selalu memenuhi harapan orang lain agar bisa diterima.
Berlandaskan pemikiran psikolog Alfred Adler, Berani Tidak Disukai membahas pentingnya hidup sesuai nilai yang diyakini, bukan berdasarkan validasi dari sekitar. Meski beberapa bagiannya mengajak pembaca berpikir cukup dalam, pesan yang disampaikan tetap relevan dengan kehidupan sehari-hari.
5. Filosofi Teras

Salah satu alasan people pleaser sulit merasa tenang adalah karena terlalu memikirkan penilaian orang lain. Melalui Filosofi Teras, Henry Manampiring memperkenalkan filsafat Stoik yang mengajarkan untuk fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali diri. Pembahasannya dikemas dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami, meski membahas filsafat.
Dari buku ini, pembaca diajak menyadari bahwa kita tidak bisa mengontrol pendapat atau tindakan orang lain, tetapi bisa mengendalikan respons terhadapnya. Dengan rating sekitar 4,4 di Goodreads, Filosofi Teras menjadi salah satu buku pengembangan diri karya penulis Indonesia yang paling populer.
Itu tadi 5 buku yang cocok dibaca kalau kamu people pleaser. Yuk, baca biar kamu bisa belajar membangun batasan sehat!




















