Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Trik Menciptakan Ruangan Inviting yang Bikin Betah Berlama-lama
ilustrasi ruangan cozy corner (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)
  • Pencahayaan berlapis dengan lampu bernuansa hangat membantu menciptakan suasana lembut, rileks, dan cozy, terutama di ruang keluarga atau sudut baca.
  • Variasi tekstur seperti linen, karpet, kayu, rotan, dan keramik dalam palet warna harmonis membuat ruangan terasa hangat tanpa terlihat berlebihan.
  • Susun furnitur untuk percakapan dan sirkulasi, lalu lengkapi dengan dekorasi personal serta unsur alam seperti tanaman, bunga, kayu, dan cahaya alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ruangan yang terasa inviting bukan sekadar memiliki furnitur cantik atau dekorasi yang mengikuti tren. Ada suasana tertentu yang membuat seseorang merasa nyaman begitu masuk. Seolah ruangan tersebut memang mengundangnya untuk duduk, beristirahat, dan menikmati waktu lebih lama.

Kesan ini biasanya lahir dari perpaduan warna, pencahayaan, tekstur, hingga penataan furnitur yang terasa natural. Untuk menciptakan atmosfer tersebut, tidak harus melakukan renovasi besar-besaran. Beberapa perubahan sederhana justru dapat memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan ruang. Berikut lima trik yang bisa diterapkan.

1. Gunakan pencahayaan berlapis

ilustrasi ruangan mezzanine (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Pencahayaan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun atmosfer ruangan. Jangan hanya mengandalkan satu lampu utama di plafon. Padukan ambient lighting dengan lampu meja, standing lamp, atau wall lamp agar cahaya tersebar lebih lembut dan menciptakan kedalaman visual.

Pilih bohlam dengan temperatur warna hangat untuk area yang ingin dibuat lebih cozy, seperti ruang keluarga atau sudut baca. Cahaya yang tidak terlalu terang membuat ruangan terasa lebih santai dan membantu menciptakan suasana yang mengundang penghuni untuk bersantai.

2. Hadirkan tekstur yang menarik untuk disentuh

ilustrasi ruangan scandinavia (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Ruangan akan terasa lebih hidup ketika memiliki variasi tekstur. Sofa berbahan linen, karpet lembut, bantal dekoratif, selimut rajut, hingga tirai bertekstur dapat memberikan sensasi visual sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Tidak perlu menggunakan terlalu banyak motif. Pilih beberapa material dengan karakter berbeda, tetapi tetap berada dalam palet warna yang harmonis. Perpaduan kayu, kain, rotan, dan keramik misalnya, mampu membuat interior terasa hangat tanpa terlihat berlebihan.

3. Atur furnitur agar memudahkan berinteraksi

ilustrasi ruangan scandinavia (unsplash.com/Point3d Commercial Imaging Ltd)

Penataan furnitur turut menentukan apakah sebuah ruangan terasa welcoming atau justru kaku. Hindari meletakkan semua furnitur menempel pada dinding hanya demi menciptakan area tengah yang kosong. Sebaliknya, susun sofa dan kursi sehingga membentuk area percakapan yang nyaman.

Pastikan pula terdapat jarak yang cukup untuk bergerak. Furnitur yang terlalu berdekatan dapat membuat ruang terasa sesak. Sedangkan penataan yang proporsional membuat orang lebih leluasa duduk, berbincang, maupun berpindah tempat.

4. Tambahkan elemen personal

ilustrasi ruang aesthetic (unsplash.com/Alex Tyson)

Ruangan yang terlalu sempurna terkadang justru terasa dingin. Sentuhan personal seperti koleksi buku, foto keluarga, karya seni, vas bunga, atau benda favorit dapat membuat interior terasa memiliki cerita.

Pilih dekorasi yang benar-benar merepresentasikan karakter penghuni. Beberapa benda sederhana yang memiliki nilai emosional sering kali jauh lebih efektif dalam menciptakan kesan homey dibandingkan dekorasi yang hanya dipilih karena sedang populer.

5. Manfaatkan unsur alam

ilustrasi ruangan aesthetic (unsplash.com/Alex Tyson)

Tanaman hijau, bunga segar, material kayu, atau akses terhadap cahaya alami dapat membuat ruangan terasa lebih segar dan menenangkan. Kehadiran unsur alam juga membantu memecah kesan monoton pada interior yang didominasi warna netral.

Letakkan tanaman pada area yang mudah terlihat. Seperti sudut ruangan, meja samping sofa, atau dekat jendela. Pilih jenis dan ukuran yang sesuai dengan luas ruang agar tidak mengganggu sirkulasi.

Ruangan yang inviting bukan tentang seberapa mahal furnitur atau dekorasi yang digunakan. Melainkan bagaimana setiap elemen bekerja menciptakan rasa nyaman. Dengan pencahayaan yang tepat, tekstur beragam, furnitur yang komunikatif, sentuhan personal, dan unsur alam, ruangan sederhana pun dapat berubah menjadi tempat yang membuat siapa pun ingin duduk lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article