Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Desa Menari is Real! Kisah Trisno Ubah Tanon Jadi Desa Sejahtera Astra

Desa Menari is Real! Kisah Trisno Ubah Tanon Jadi Desa Sejahtera Astra
Trisno, penggagas Desa Sejahtera Astra Tanon (Dok. Desa Sejahtera Astra Tanon)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Trisno memilih kembali ke Dusun Tanon dan memulai gerakan pemberdayaan berbasis budaya, pendidikan, serta potensi lokal yang kemudian dikenal sebagai Desa Menari Tanon.
  • Desa Menari berkembang menjadi Desa Sejahtera Astra Tanon, laboratorium sosial dengan program kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Penghargaan SATU Indonesia Awards 2015 menjadi titik balik besar yang memperluas jejaring kolaborasi dan menjadikan Tanon contoh sukses pemberdayaan desa hingga tingkat internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

“Kalau orang-orang berpendidikan semuanya pergi ke kota, siapa yang mau membangun desa?"

Pertanyaan itulah yang selalu terngiang di benak Trisno jauh sebelum ia menyelesaikan studinya di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Alih-alih mengejar karier di kota besar, pria yang akrab disapa Kang Tris ini justru mengambil keputusan yang melawan arus, yaitu pulang ke kampung halamannya di Dusun Tanon, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dari sanalah lahir Desa Menari Tanon yang kemudian berkembang menjadi Desa Sejahtera Astra Tanon, sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya, pendidikan, dan potensi lokal.

1. Berawal dari kegelisahan melihat kondisi desa

Trisno menceritakan kondisi Dusun Tanon yang terletak di lereng Gunung Telomoyo kala itu jauh dari kata ideal. Bahkan secara administratif, wilayah ini dikategorikan sebagai Inpres Desa Tertinggal (IDT).

Banyak warga hidup dalam keterbatasan. Akses pendidikan belum merata, fasilitas sanitasi minim, dan peluang ekonomi masih sangat terbatas.

Trisno yang saat itu masih aktif sebagai mahasiswa mulai mengajak teman-temannya datang ke Tanon. Mereka tinggal bersama warga, berdiskusi, dan mencoba memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Salah satunya adalah masalah sanitasi.

Ketika mulai mendatangkan tamu dari luar desa, ia bersama warga membangun toilet sederhana berbahan bambu di area masjid.

Awalnya, fasilitas tersebut diperuntukkan bagi tamu, namun akhirnya juga dimanfaatkan oleh masyarakat desa. Dari langkah sederhana itulah, kesadaran tentang pentingnya sanitasi mulai tumbuh.

2. Makna filosofis di balik nama “Desa Menari” Tanon

Seiring meningkatnya kunjungan ke Tanon, Trisno mulai memikirkan cara agar desanya lebih mudah dikenal masyarakat luas. Pada tahun 2012, lahirlah nama “Desa Menari Tanon” yang kemudian menjadi identitas kuat wilayah tersebut.

Menariknya, nama “Menari” tak hanya merujuk pada aktivitas seni tari yang memang berkembang di wilayah lereng Gunung Telomoyo. Bagi Trisno, Menari adalah sebuah akronim yang sarat makna.

"Menari" merupakan singkatan dari Menebar Harmoni, Merajut Inspirasi, Menuai Memori. Filosofi ini menggambarkan harapan agar setiap orang yang datang ke Tanon dapat merasakan keselarasan dengan sesama, lingkungan, dan Sang Pencipta, memperoleh inspirasi dari kehidupan masyarakat desa, serta membawa pulang kenangan yang bermakna. 

Adapun kata “desa” yang berasal dari bahasa Sansekerta “des”, memiliki makna filosofis yang berarti sebuah komunitas yang berdaulat, mampu mengatur dirinya sendiri, dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

3. Menjadikan Desa Sejahtera Astra Tanon sebagai ‘laboratorium sosial’

Bagi Trisno, pemberdayaan masyarakat tak hanya bertumpu pada sektor wisata saja. Oleh karena itu, ia menjadikan Desa Sejahtera Astra Tanon sebagai ‘laboratorium sosial’-nya untuk mendorong berbagai program pemberdayaan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Di bidang kesehatan, salah satu fokus yang telah dan terus akan dikembangkan adalah peningkatan kualitas sanitasi serta kesadaran hidup sehat di masyarakat.

Sementara di bidang pendidikan, Desa Sejahtera Astra Tanon rutin menjadi ruang belajar bagi anak-anak, pemuda, hingga masyarakat umum melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan akademisi, relawan, dan mitra dari berbagai institusi.

Dari sisi lingkungan, Trisno juga terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.

Adapun pada sektor kewirausahaan, berbagai peluang usaha berbasis potensi lokal terus dikembangkan, mulai dari wisata edukasi, kuliner, kesenian, hingga produk turunan hasil pertanian dan peternakan.

4. Menjaga semangat perubahan di tengah tantangan regenerasi

DSC00869.JPG
ADBIS UNDIP saat melakukan kunjungan di Desa Sejahtera Astra Tanon (Dok. Desa Sejahtera Astra Tanon)

Perjalanan Trisno dalam membangun Desa Sejahtera Astra Tanon tentu tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal, tantangan terbesar yang dihadapi bukanlah keterbatasan pendanaan, melainkan pola pikir masyarakat. Sebagian warga saat itu masih merasa minder dan sulit percaya bahwa dusun kecil di lereng gunung seperti Tanon memiliki potensi yang dapat menarik perhatian orang luar.

Namun saat ini, tantangan yang dihadapi Desa Sejahtera Astra Tanon mulai bergeser. Jika dahulu fokusnya adalah membangun kepercayaan masyarakat, kini perhatian Trisno tertuju pada regenerasi sumber daya manusia.

Semakin banyak anak muda desa yang berhasil mengenyam pendidikan lebih tinggi, namun memilih bekerja di kota atau sektor industri dibandingkan melanjutkan profesi di bidang pertanian dan peternakan. 

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan pembangunan desa. Oleh sebab itu, melalui berbagai program di Desa Sejahtera Astra Tanon, Trisno terus berupaya menghadirkan inovasi dan peluang baru agar generasi muda melihat desa sebagai ruang yang menjanjikan untuk berkarya, berkembang, dan membangun masa depan.

5. Lompatan besar bersama SATU Indonesia Awards

DSC09353 (1).JPG
Potret Desa Sejahtera Astra Tanon (Dok. Desa Sejahtera Astra Tanon)

Tahun 2015 menjadi titik penting dalam perjalanan Trisno ketika ia terpilih sebagai penerima SATU Indonesia Awards bidang Lingkungan. Saat itu, motivasinya sederhana, yaitu membuktikan bahwa sebuah desa yang sebelumnya masuk kategori tertinggal juga mampu dikenal hingga tingkat nasional.

Penghargaan tersebut kemudian menjadi pintu bagi berbagai peluang yang mempercepat perkembangan Desa Menari Tanon. Pada 2016, gerakan yang dirintis Trisno resmi menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra sebagai salah satu pilot project di bidang wisata budaya.

DSC09853.JPG
Kunjungan SDIT Perbun ke Desa Sejahtera Astra Tanon (Dok. Desa Sejahtera Astra Tanon)

Tak hanya itu, pengakuan dari SATU Indonesia Awards juga memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari media, perguruan tinggi, pemerintah, hingga sektor swasta melalui berbagai program pendampingan dan pengabdian masyarakat. 

Dusun Tanon yang dahulu nyaris tak dikenal kini berkembang menjadi sebuah laboratorium sosial yang menarik perhatian dunia. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan perwakilan dari berbagai negara yang ingin mempelajari praktik pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal yang tumbuh di sana.

6. Visi dan pesan untuk para penggerak muda

DSC00746.JPG
Trisno, penggagas Desa Sejahtera Astra Tanon mengenalkan permainan tradisional kepada pengunjung (Dok. Desa Sejahtera Astra Tanon)

Setelah lebih dari dua dekade bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, Trisno berpesan kepada generasi muda yang ingin memulai gerakan sosial agar tidak terlalu terpaku mencari ide besar.

Banyak potensi lokal yang sering dianggap biasa, padahal memiliki nilai luar biasa jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

"Lihatlah hal-hal sederhana dari sudut pandang yang berbeda. Lakukan dengan cara yang berbeda, nikmati prosesnya, dan yakini pasti hasilnya selalu ada,” pesan Trisno.

Pesan yang sama juga ia sampaikan kepada calon peserta 17ᵗʰ SATU Indonesia Awards 2026. Menurutnya, yang terpenting bukanlah membuat cerita yang terdengar hebat, melainkan menceritakan dengan jujur apa yang benar-benar sudah dilakukan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

SIA26_KV__Logo Mitra-Landscape.jpg
Poster 17ᵗʰ SATU Indonesia Awards 2026 (Dok. Astra)

Punya aksi nyata yang membawa perubahan bagi masyarakat di sekitarmu? Seperti Kang Tris yang memulai dari kampung halamannya, setiap langkah kecil bisa menjadi inspirasi besar bagi Indonesia. 

Yuk, daftarkan dirimu atau rekomendasikan sosok penggerak di sekitarmu di 17ᵗʰ SATU Indonesia Awards 2026! Langsung daftar di https://s.astra.id/RegistSIA_IDN. (WEB/AMS)

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Asri Muspita Sari
EditorAsri Muspita Sari

Related Articles

See More