Comscore Tracker

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion Lokal

Intip obrolan seru IDN Times dengan Karina Nadila, yuk!

Nama Karina Nadila semakin dikenal publik kala ia menyandang titel sebagai pemenang Runner Up 2 pada kontes Puteri Indonesia 2017. Perempuan berusia 27 tahun ini, punya segudang kisah menarik yang dibagikannya bersama IDN Times dalam wawancara khusus pada Minggu (9/8/2020).

Penasaran seperti apa profil singkat serta opini Karina tentang perkembangan industri mode di Indonesia? Simak artikel berikut ini!

1. Bagi Karina, pendidikan adalah hal yang harus diprioritaskan oleh setiap perempuan

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion LokalDok. NUFF

Ketika ditanya tentang kesibukannya, Karina mengatakan sedang sibuk membagi fokusnya kepada tiga hal penting. "Aku belakangan ini lagi sibuk menyemangati diri untuk menyelesaikan tesis, mengerjakan beberapa proyek, serta mempersiapkan pernikahan".

Seleb yang memulai kariernya sejak usia 13 tahun ini, mengaku selalu memprioritaskan urusan pendidikan. "Jadi, ada beberapa proyek yang aku gak bisa rasakan kayak temen-temen lain. Misalnya, sinetron stripping atau homescholling".

Menurut Karina, ilmu serta wawasan yang luas wajib dimiliki oleh seorang perempuan karena itu kelak akan menjadi bekal penting untuk calon anak mereka di masa depan. "Bagi aku, penting untuk wanita tahu apa yang dia mau dan tidak takut untuk berkarier, serta berkontribusi untuk keluarga dan lingkungan," tambahnya.

2. Cara Karina menghadapi kritik dari netizen serta kiatnya untuk bangkit dari momen terendah dalam hidup

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion LokalDok. NUFF

Citra perempuan sempurna yang harus dibangun kala ia berkecimpung di dunia beauty pageant merupakan salah satu hal yang harus ia hadapi. Komentar buruk yang menyinggung soal fisik adalah salah satunya.

Tapi, ada beberapa komentar yang menurutnya bisa jadi acuannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. "Saya juga selalu merasa di antara komentar-komentar itu, bisa aja sebetulnya dia cuma gak tahu gimana cara mengkritik yang baik," tuturnya.

Introspeksi diri merupakan salah satu kiat utama yang dilakukan Karina ketika mendapat cibiran atau cobaan hidup. "Jadi gak cuma diem terpuruk gitu, justru itu momen yang pas buat kita untuk mawas diri biar kita bisa bangkit lagi," pungkasnya sambil tersenyum.

3. Pengalamannya di bidang pageant mengajarinya banyak hal tentang nasionalisme. Termasuk juga insight baru tentang kekayaan industri mode lokal

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion LokalDok. NUFF

Karina telah bercita-cita untuk mengikuti  kontes kecantikan sejak berusia 8 tahun. Ketika mimpi tersebut akhirnya tercapai dan tampil di panggung dunia, dia semakin merasa bangga dengan negara yang diwakilinya. "Jujur, pengalaman saya sebagai Puteri Indonesia adalah pengalaman yang paling berharga sih," tuturnya.

Perempuan berdarah Minang-NTT ini memilih untuk mewakili daerah kelahiran ayahnya di Indonesia timur. Ia mengaku punya banyak pengalaman hangat ketika ia berkunjung ke sana.

"Saat aku kucluk-kucluk dateng ke NTT, mereka semua terima aku. Bener-bener bahagia banget karena dikasih kesempatan untuk mewakili," ungkap kakak dari Kalojuno tersebut. Dukungan itu pun berlanjut hingga malam final serta saat ia mengikuti kontes Miss Supranational.

NTT merupakan salah satu daerah yang punya produk mode otentik berupa kain tenun. "Aku luar biasa kagum dan bangga dengan NTT. Zaman sekarang siapa yang gak tahu tenun Sumba?" ujarnya.

Varietas kain tenun serta pemaknaannya bisa berubah di setiap cakupan kelurahan. Selain itu, menurut Karina  ada keistimewaan lain dari kain tenun NTT.

"Yang bikin spesial itu, menenun merupakan bagian dari pemberdayaan wanita di sana. Jadi, perempuan memang lebih banyak berkontribusi dalam rumah tangga," pungkasnya.

4. Pandangan Karina tentang tantangan yang dialami oleh perempuan Indonesia serta sosok perempuan yang menginspirasinya

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion LokalDok. NUFF

Bagi Karina, salah satu tantangan yang umumnya dirasakan oleh perempuan di Indonesia adalah terbatasnya kesempatan. "Karena gak terbiasa untuk mempercayakan perempuan, di sini juga budaya patriarkinya kuat," ujarnya.

Setelah bertahun-tahun berkarya di dunia hiburan serta mengikuti pageant, Karina mengaku telah bertemu dengan banyak sosok perempuan yang inspiratif. Ia menyebut salah satu nama yaitu Mooryati Soedibyo.

"Ibu Mooryati Soedibyo itu juga salah satu orang yang paling inspiratif yang pernah aku temui. I mean sampai umur 91 tahun, beliau masih berusaha berkontribusi memberikan yang terbaik untuk wanita Indonesia," kata Karina.

Selain Mooryati Soedibyo selaku pendiri dari brand kecantikan lokal Mustika Ratu, Karina juga mengagumi sosok Jacinda Ardern. Jacinda adalah Perdana Menteri Selandia Baru.

Karina mengatakan, "Perempuan hebat adalah perempuan yang tahu apa yang mau dia lakukan. Karena kalau dia udah tahu, dia akan bebas tanpa harus melepaskan esensi perempuannya."

Baca Juga: Tak Hanya Fashion, Bisnis Sepatu Lokal Ini Suarakan Peduli Lingkungan

5. Tantangan bisnis fashion lokal serta solusi yang bisa dilakukan dalam pandangan Karina Nadila

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion LokalDok. NUFF

Pemain film "Gaby dan Lagunya" ini, mengatakan kalalu UMKM daerah seperti di NTT menjadi salah satu sektor yang terdampak COVID-19. "Padahal UMKM Indonesia itu variatif banget. Jadi, dibutuhkan wadah untuk bisa memperlihatkan karya mereka," ujarnya.

Menurut Karina, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah menyosialisasikan platform digital kepada para pelaku usaha UMKM . Dalam hal ini, dirinya yang berperan sebagai spoke person dari NUFF (Nusantara Fashion Festival) 2020 menuturkan bahwa kegiatan tersebut bisa menjadi ajang belajar bersama bagi para pegiat mode.

"Alasan yang mendasari aku ikut kegiatan ini adalah aku mau memperlihatkan optimisme," tutur Karina. Baginya, rasa optimis dan kepercayaan diri merupakan salah satu hal yang perlu dibangun di tengah kondisi pandemik.

Guna mendukung industri UMKM mode, NUFF 2020 dianggapnya mampu menjembatani pelaku UMKM dengan desainer ternama Indonesia serta konsumer. "Akan ada 300 kolaborator NUFF 2020 dan menurut saya, ini penting karena kalau bersama-sama, kita bisa jadi lebih kuat," pungkas perempuan kelahiran Jakarta ini.

Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020 merupakan program festival virtual mode yang dibuat oleh Kementerian BUMN dan bekerja sama dengan Bank BRI. Program ini disiarkan di nusantarafashionfestival.com dan dirancang untuk mendorong pembangunan UMKM di bidang busana serta penggiat mode.

Rangkaian acara NUFF dilakukan sepanjang bulan Agustus 2020. Puncak acaranya berupa virtual runway yang diselenggarakan pada tanggal 16-17 Agustus 2020.

6. Karina percaya Indonesia bisa menjadi kiblat fashion dunia dengan kekayaan wastranya

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion Lokalinstagram.com/karinadila8921

Di tengah pandemik, berbagai sektor ekonomi yang terdampak mengakibatkan masalah berkelanjutan, seperti resesi. Hal ini telah dialami oleh berbagai negara di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Karina mengatakan bahwa ia masih memercayai kekuatan UMKM mode lokal. "Kalau diperhatikan, justru saat ini ada berbagai jenis usaha baru. Mulai dari piyama batik hingga baju rumahan berbahan kain etnis," tuturnya.

Selain itu, ia pun melihat ada potensi besar dari Indonesia di bidang modest wear sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia. Ia bilang, "Dengan segala wastra Indonesia yang kita punya, harusnya kita juga bisa bikin inovasi seperti itu yang bikin dunia kagum."

Aneka program atau gebrakan perlu dibuat untuk mendukung harapan dari Karina tersebut. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan platform digital secara maksimal.

"Di NUFF sendiri itu ada fashion talks yang bisa ditonton di Instagram @nuff.id . Program ini diharapkan bisa jadi ruang belajar industri mode," tambahnya. Selain acara diskusi santai, terdapat juga virtual fashion show serta lelang produk fashion.

7. Tips fashion Karina Nadila untuk tampil gaya di tengah pandemik: "Apa pun bajumu, pakai masker!"

Profil Karina Nadila Serta Opininya tentang Industri Fashion Lokalinstagram.com/karinadila8921

Untuk menutup kegiatan wawancara, Karina memberikan tips fashion di tengah pandemik. Ia mengatakan, "Whatever fashion you wearing, please do wear your mask. Karena itu menyelamatkan dirimu, orangtuamu, serta orang lain".

Baginya, masker saat ini pun bisa disulap jadi aksesori fashion dan menjadi salah satu penunjang bisnis UMKM lokal. "Semenjak dihimbau buat pake masker kain, akhirnya banyak nih UMKM atau brand yang kena dampak dan nge-switch mode bisnisnya dia jadi jualan masker kain," tutur Karina sambil tersenyum.

Meski terlihat sebagai kontribusi yang kecil, tetapi penggunaan masker menjadi salah satu atribusi wajib bagi Karina. Ia mempertegasnya dengan statement, "Karena kalau pakai masker, penyebarannya berkurang. Kalau penyebarannya berkurang, ekonomi kita bergerak lebih cepat lagi."

Itu dia hasil obrolan seru IDN Times bersama Karina Nadila! Perwakilan Indonesia di ajang Miss Supranational 2017 ini ternyata punya banyak kisah menarik dan opini seru tentang industri fashion lokal, kan? Semoga menginspirasi, ya!

Baca Juga: Nusantara Fashion Festival: Gala Mode Virtual Pertama di Indonesia

Topic:

  • Tyas Hanina
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya